Sejarah Quicksilver dan Ripcurl Menjadi Brand Surfing Dunia

Berbicara tentang surfing, imaginasi kita melayang kepada dua merek fashion surf bergengsi ini. Ripcurl dan Quicksilver. Namun bagaimana sejarah Quicksilver dan Ripcurl sukses? Berikut ulasannya.

Harus diakui, dalam sejarah Quicksilver dan Ripcul adalah brand pelopor yang identik dengan surfing. Walau setelah itu banyak bermunculan merek baru. Namun, mereka adalah pelopor dan brand imagenya telah melekat kuat ditengah publik dunia.

Kali ini kami ingin mengajak anda untuk mengenal lebih dekat tentang Sejarah Quicksilver dan Ripcurl tersebut. Tentang bagaimana brand ini tumbuh hingga perkembangannya yang mampu menarik minat dunia terhadapnya.

Sejarah Quicksilver dan Ripcurl Menjadi Brand Surfing Dunia
Sejarah Ripcurl dan Quiksilver Brand Surfing Dunia

Semua ini bermula pada suatu hari diakhir 1960-an, empat orang penggila selancar tengah menikmati hidup didekat salah satu pantai selancar terbaik dunia. Diantara sesi selancar, bir, kaleng-kaleng kacang panggang, dua pasangan dynamic duo itu mendirikan dari tiga besar bisnis, apa yang kelak menjadi industri pakaian selancar bernilai miliaran dollar.

Rip curl sendiri resminya didirikan pada tahun 1969 oleh Doug “Claw” Warbrick dan Brian “Sing Ding” Singer di Torquay, Victoria. Memang sejak awal mereka berfokus dengan produk yang erat kaitannya dengan pantai. Dari menjual papan selancar, dua sohib ini kemudian mulai membuat sendiri di garasi milik Singer, sebuah kota pantai yang kecil dekat dengan tempat ziarah para peselancar di Bell’s Beach.
Mereka memulai usaha dengan membuat empat papan dalam seminggu.

Jadi mereka mulai membersihkan barang-barang tidak berguna dari garasi rumah Singer dan memulai bisnis mereka disana.

Ketertarikan yang mendalam penduduk Kota Torquay terhadap olah raga pantai itu, memang memicu kreatifitas warganya. Tidak berbeda jauh dengan dua sahabat Claw dan Singer, lan Green dan John Law pendiri Quiksilver memulai imperium mereka di Torquay bersama desain sepasang celana pendek lebar yang mereka rancang agar mereka terbebas dari ketidaknyamanan dan ketidakpraktisan celana selancar pada waktu itu.

Yah.. celana pendak yang kemudian melegendaris dan sangat disukai orang-orang ketika beraktifitas di pantai.

sejarah quicksilver

Untuk Quicksilver, Ayah Green meminjamkan uang sebesar $1.900 atau dollar Australia kepada mereka. Saat ini QuikSilver merupakan merek pakaian selancar terbesar didunia yang menguasai 38% pangsa pasar. Perusahaan ini memiliki toko utama di Times Square, New York dan perusahaan ini bernilai $1,7 miliar dollar AS.

Apa yang membuat mereka besar? Mungkin, sejarah Ripcurl dan Quiksilver memang lahir dimasa yang tepat, tiba dipasar saat budaya berselancar tengah menjadi perhatian mainstream yang meluas.

Belum lagi ditambah, program televisi kala itu banyak mempromosi gaya hidup bergengsi penuh sinar matahari, pasir, selancar dan sexs. Lalu kemudian semakin bayak orang yang ingin menjadi bagian dari Klub eksklusif ini.

Walau pada kenyataannya, terlepas mereka benar-benar berselancar atau tidak. Namun, ketika bisa masuk dalam nuansa gaya hidup surfing adalah hal yang membanggakan.

Peralatan dan mode untuk pasar surfing saat itu sangatlah primitif, sehinggga banyak ruang untuk produk-produk baru.

Dalam hal ini, RipCurl dan Quiksilver memiliki ide yang tepat tentang apa yang diinginkan konsumen. Kenapa? Karena mereka juga menginginkannya. Mereka berada dalam gaya hidup tersebut.

Kebutuhan tentang bagaimana pakaian renang berkualitas, papan selancar yang lebih baik dan trandy, celana pendek lebar yang memberi keleluasaan gerak dan baju hangat yang keren dipakai setelah berselancar. Dan semua itu mereka produksi.

Mungkin, kunci besar kesuksesan mereka adalah kedalaman akar mereka dalam budaya selancar. Mereka sangat mencintai dunia tersebut, sehingga mereka benar-benar tahu apa yang dibutuhkan.

Secara perlahan tapi pasti, kedua perusahaan tersebut semakin berkembang. Mereka kemudian mensponsori para peselancar top dunia.

Jika pada awalnya mereka hanya menjual produk-produk mereka secara lokal ke toko-toko selancar dinegara-negara bagian lainnya. Lalu berkembang hingga menjual lisensi mereka ke negara-negara lain.

Imperium mereka semakin menjulang tinggi, Singer, Warbrick, Law dan Green masih tinggal di Torquay sampai masa tua, dan masih suka berselancar. Mereka masih sering terlihat di Torquay hotel untuk meminum bir,

“Gairah pertama saya adalah tidak bekerja” tutur Green. “anda akan mati suatu saat dan saya tidak mau membuang waktu menunggu saat itu tiba”

Wow.. memang kehidupan yang berkualitas dan semoga bisa menjadi inspirasi kita semua. Dan demikian Sejarah Ripcurl dan Quiksilver semoga bermanfaat

Other Articles

Sejarah brand Nike : latar belakang dan kisah suksesnya

Bagi anda penggemar olah raga atau fashion sporty jelas Nike merupakan salah satu brand yang tidak asing lagi. Dengan tag line “just do it”...

Sejarah Quicksilver dan Ripcurl Menjadi Brand Surfing Dunia

Berbicara tentang surfing, imaginasi kita melayang kepada dua merek fashion surf bergengsi ini. Ripcurl dan Quicksilver. Namun bagaimana sejarah Quicksilver dan Ripcurl sukses? Berikut ulasannya. Harus diakui, dalam...

Gapensi Kota Pekalongan Selenggarakan Pelatihan Ketrampilan Mandor

Untuk Meningkatkan Ketrampilan, Gapensi Kota Pekalongan Melakukan Pelatihan Mandor agar mampu melaksanakan kinerja dengan profesional Kota Pekalongan- Untuk meningkatkan ketrampilan para pengawas tukang, baru baru...

2 KOMENTAR