Sebanyak 500 Lebih Masyarakat Bengkulu Utara Ikuti Sosialisasi BPOM

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara, GC – Sebanyak 500 orang masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara Mengikuti Sosialisasi tentang masalah makanan, minuman, obat dan kosmetik dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu, Minggu (20/1/2019).

Sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi bersama masyarakat dari BPOM, dengan tema ”Pemberdayaan Masyarakat Dalam Melindungi Dirinya Akan Penggunaan Kosmetik Ilegal dan Atau Mengandung Bahan Berbahaya”. Terlihat masyarakat antusias mengikuti jalannya acara sosialisasi tersebut, terutama kaum hawa.

Acara Sosialisasi yang diselenggarakan di gedung Balai Ratu Samban Kecamatan Kota Arga Makmur kali ini, dengan menghadirkan narasumber, diantaranya Hj. Dra ELVA HARTATI S.IP, MM, angggota DPR RI dari Komisi IX dan Drs. Syafruddin T. Apt. M. Si selaku Kepala Balai POM Provinsi Bengkulu. Mereka menyampaikan materi pengawasan obat dan makanan, seperti masalah penggunaaan kosmetik ilegal.

KIE obat dan Makanan berbasis masyarakat dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Syamsul Maarif, S.KM.M.Kes mewakili Bupati Bengkulu Utara, Ir.H.Mian yang tak dapat hadir, lantaran ada kegiatan yang lebih penting dalam waktu yang bersamaan.

Dalam sambutannya Plt. Kadis Kesehatan Bengkulu Utara mengatakan, saat ini masih  banyak sekali masyarakat yang kurang memahami dan mengetahui produk obat dan makanan yang aman dikonsumsi. Hal itu menyebabkan sering terjadinya gangguan kesehatan bagi penggunanya.

Beberapa masalah yang sering ditemukan antara lain, masih adanya produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan, ditambah masih kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap keamanan produk. Serta masih rendahnya kesadaran konsumen dalam memilih dan mengkonsumsi produk obat dan makanan yang aman bagi kesehatan.

“Pemerintah Bengkulu Utara sangat mendukung kegiatan KIE yang digelar oleh BPOM Provinsi Bengkulu tentang obat dan makanan. Apa lagi kegiatan ini didampingi oleh Hj. ELVA HARTATI selaku Anggota DPR RI. Semoga kegiatan seperti ini memberikan informasi dan pengetahuan baru bagi peserta yang hadir hari ini dan dapat disampaikan kepada masyarakat agar selektif dalam membeli makanan dan obat-obatan serta kosmetik,”terang Syamsul Maarif.

Sosialisasi BPOM Guna Meminimalisir Obat dan Makan Yang Tidak Memenuhi Syarat Kesehatan

Guna meminimalisir peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan, diperlukan pengawasan terhadap obat dan makanan yang beredar khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara. dengan semakin ketatnya pengawasan obat dan makanan diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus akibat penggunaan obat dan makanan.

Kedepan kata Syamsul Maarif, pihaknya berharap pengawasan obat dan makanan agar lebih ditingkatkan lagi dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan.

“Kami juga berharap, BPOM bersama instansi terkait lainnya agar lebih ketat melakukan pengawasan terkait peredaran obat dan makanan,”harapnya.

Sementara, Kepala BPOM Provinsi Bengkulu Drs. Syafruddin T. Apt. M. Si, dalam sambutannya juga mengatakan, KIE tentang obat dan makanan yang diselenggarakan ditujukan untuk memberikan pemahaman yang baik tentang obat dan makanan kepada stake holder dan tokoh masyarakat pada umumnya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat memiliki bekal pengetahuan tentang obat dan makanan yang diperbolehkan, sehingga mereka mampu membentengi diri dari penyalahgunaan obat maupun makanan-makanan yang berbahaya,”jelasnya.

Senada yang disampaikan oleh Anggota DPR RI Hj. ELVA HARTATI S.IP, Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih dan mengunakan kosmetik.

“Salah dalam memilih, akan berbahaya bagi kesehatan. Jadi, masyarakat teru tama bagi para perempuan harus tetap waspada dan berhati-hatil saat membeli dan menggunakan Kosmetik,” demikian pungkasnya.(Ben)

Latest News

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun...

Apa itu numerologi? Dan apa hubungannya dengan ARC Bali

Numerologi adalah sistem angka untuk mengukur getaran huruf-huruf alfabet, ini dipercaya dapat mengungkap; kepribadian manusia, keinginan, pikiran, tindakan dan pengalaman. Dapat...

8 Desa Merigi Ujan Mas Minta Perbaikan Jalan, Rudi : 2020 Belum Di Anggarkan

BedahBerita.Co.Id, Ketua Kelompok Tani Genting Surian R Sumantri meminta pihak pemerintah Kabupaten Kepahiang dapat mengabulkan permohonan mereka terkait pembangunan jalan yang di...

Kasus Alkes Rejang Lebong Kembali Ke KPK

BedahBerita.Co.Id, Ishak Burmansyah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKAT Rejang Lebong saat Orasi di depan Gedung Merah Putih KPK Jakarta meneriakkan beberapa...

DID, Hutang SMI, Fee, Lahan Dan OTT Dilaporkan FPR Ke KPK Item Indikasi Korupsi

BedahBerita.Co.Id, Hari ini 1 November 2019 sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bengkulu memasukan sejumlah laporan kasus yang tak jelas penyelesaiannya dan indikasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -