Sajak Artvelo Sugiato

0
344

Tak ada lelah yang dapat menyetubuhi jiwaku, saat mentari tenggelam dan timbul di pagi hari, jiwaku masih dalam titik sadar. cinta dan mencintai adalah kodrat yang perlu dipertahankan dan ada dalam pemahaman. Rindu juga bunga dari rasa cinta dan kasih, dimana jiwaku ada bersama gulirnya waktu.

SAJAK BULAN SEPTEMBER
Aku tahu kau masih simpan rindumu di pagi ini, kasih..!
sementara hujan september diam dalam derasnya musim
pelangi selalu setia menemani
setelah kau habiskan sunyimu pada lengkung cakrawala
aku di sini terus menunggu purnama
ketika bulan dengan setia memancarkan cahayanya
kucoba cari engkau dilipatan senyuMU
Semarang 15-9-2016
SAJAK RINDU BULAN SEPTEMBER
Ketika pisau rindu tumpul hujan menyiram sunyi
malam kian kelam menyeretku dalam dekap yang tak berperi
Tidakkah engkau tahu
Jika rindu ini bagai belati yang terus menusuk nusuk hatiku
dan senja terus meranyap
selasaikan malam hingga fajar
menunggu pelangi yang kau bentang
di luas samudera asmara

Semarang 16-9-2016

SANGGAMA
Matamu terkatup Saat aku lumat bibirmu
dan tiba tiba tanganmu menari nari
di bentang asa yang terus meninggi menuruni pelangi
dan mandi pada sendang birahi….
Matamu terus terkejap bagai anak rusa menyusu induknya
saat nafasmu memburu menaiki tebing
mulutmu menganga dan seekor ular mendesis menelusup diantara semak belukar
Dan aku lebih memilih diam
lalu mengerang ketika hujan kian deras
di malam yang sepi meski nafas terus mengejar semburkan lahar
dan selesaikan episode demi episode
pada malam yang begitu panjang
Semarang 25-10-16