Proyek Gedung IAIN Curup

Rejang Lebong, GC – Proyek Pembangunan gedung  IAIN di Curup Kabupaten Rejang Lebong, yang dikerjakan oleh PT. LAGOA NUSANTARA senilai Rp 26,7 Miliar dari Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN, mangkrak lantaran rekanan pelaksana proyek dikabarkan kabur.

Dari data yang dihimpun, proyek pembangunan gedung  IAIN yang dikerjakan dari tanggal 10 Agustus hingga 31 Desember 2018 tersebut, kondisi fisik bangunan yang telah diselsaikan oleh pihak pelaksanan baru sekitar 30 persen. Sementara anggaran yang telah dicairkan oleh pihak pelaksana proyek sudah mencapai 50 persen.

50 persen dana yang telah dicairkan itu terdiri dari uang muka kerja 20 persen dan 30 persen untuk pembayaran progres fisik. Sedangkan kenyataannya kondisi proyek saat ini, pekerjaannya sudah lama berhenti. Bahkan kabar yang berkembang, pihak penanggung jawab kegiatan sudah lama memutuskan kotraknya.

“Proyek ini sudah kita lakukan pemutusan kontrak. Kalau masalah pekerjaanya, memang baru 30 persen dan pihak pelaksana pun sudah mencairkan dananya 50 persen,”kata Beni selaku PPTK proyek ketika dikonfirmasikan oleh wartawan media ini, Minggu (17/2/2019) melalui Via handpone nya.

Sudah Mencairkan 50 Persen, Rekanan Menghilang

PPTK juga mengakui, pihaknya telah berusaha dan terus mamacu kinerja kotraktor. Namun pihak kontraktor tidak mengindahkan apa yang telah disampaikan. Parahnya lagi, setelah mencairkan 50 persen dana proyek, pihak kontraktor menghilang entah kemana. Hingga kini pihak kontraktor pun sulit untuk ditemui.

“Jujur saya katakan, saya selaku PPTK sudah banyak mengeluarkan uang untuk biaya saya bolak-balik kejakarta ingin menemui direktur PT.Lagoa Nusantara. Tujuan kita ingin menemui mereka agar mereka datang kesini untuk melakukan pertemuan antara pihak STAIN dengan pihak pelaksana pekerjaan, untuk mencari solusi masalah pekerjaan yang sudah lama terbengkalai oleh Direktur cabang itu,”terang PPTK.

Pantauan di lapangan, proyek pembangunan gedung IAIN saat ini terlihat sepi tanpa ada satu orang pun yang melakukan pekerjaan. Bahkan kondisi di lokasi proyek gedung IAIN tersebut, seperti kapal pecah.

Selain Kesalahan Rekanan, Juga Diduga Akibat Kurangnya Pengawasan

Salah satu warga setempat dengan media ini mengatakan, selain diduga adanya kesalahan dari pihak pelaksana pekerjaan. Mangkraknya proyek tersebut juga lantaran kurangnya pengawasan dari PPTK selaku pihak yang ditugaskan.

“Kabarnya kami malah dengar kalau pelaksana proyeknya itu bukan PT pemenang tender. Hanya dipinjam benderanya tapi yang ngerjakan pihak lain. Ternyata yang ngesub itu enggak punya cukup dana sehingga kabur dan pekerjaan terbengkalai,”ucapnya. (Maeng)