Kota Pekalongan- Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekalongan sejauh ini sepertinya lepas dari pengamatan sosial menyangkut mekanisme dan kinerja para awak didalamnya. Sehingga terkesan landai landai saja tanpa masalah. Dimana permasalahan yang mungkin ada semua tertutup dengan rapi. Lalu siapa yang berani menguak dan mengamati kinerja di kalangan PU, masih menjadi pertanyaan bisu “Apa sebenarnya yang terjadi di balik semua itu ?”

Kini muncul rumor, dengan banyaknya keluhan dari Rekanan terkait dengan perencanaan pekerjaan yang dirasakan tidak pas juga berimbas memberatkan pada rekanan didalam melaksanakan pekerjaanya.

Satu contoh perencanaan yang di nilai tidak pas, yaitu pekerjaan perbaikan trotoar dan jalan, ini setelah pelaksanaan pekerjaan selalu ada perubahan dan pengkuran ulang. Perubahan itu selalu terjadi dan tidak sesuai dengan RABbya. Sehingga banyak rekanan merasa direpotkan dalam melaksanakan pekerjaan. Hal ini disampaikan oleh sumber yang tidak mau disebut namanya.

Sementara itu menanggapi adanya keluhan tersebut Kabid Cipta karya PU Kota Pekalongan Andrianto mengatakan, jika perencanaan itu mengacu pada anggaran yang turun tidak sekaligus, namun bertahap hingga 3 termin. Bisa jadi perencanaan itu berubah untuk melanjutkan atau melengkapi dan menyambung pekerjaan yang belum terselesaikan. Andreianto menegaskan semua itu tergantung pada turunya anggaran, katanya.

Hal senada juga di katakan Kabid Bina Marga, Bambang Sugiharto. Bahwa perencanaan bisa berubah melihat kondisi lapangan yang ada. Bambang juga mengatakan jika proses perubahan perencanaan memungkinkan terjadi dan itu ada dasar aturanya.

Menanggapi adanya keluhan tersebut, Bambang juga mengatakan, untuk kedepanya akan meminta pada para konsultan untuk lebih akurat di dalam menyusun perencanaan, sehingga nantinya tidak ada pihak pihak dirugikan, janjinya. (HL)