PWI Bengkulu Utara Sesali Sikap Oknum Jaksa Usir Wartawan

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara, GCKetua Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkulu Utara, Warsiman, menyesali atas tindakan oknum Jaksa berinisial JP di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Utara, yang telah mengusir 5 orang wartawan yang ingin melakukan konfirmasi terkait laporan warga desa Taba Kelintang.

“Selaku ketua PWI sangat menyayangkan atas sikap seorang pejabat di Kejari Bengkulu Utara,  yang telah mengusir wartawan. Apa lagi para wartawan yang ingin konfirmasi itu telah melalui etika dan tata cara dengan prosedur yang sudah ada,”ungkap Warsiman, Selasa (9/7/2019) di ruang kerjanya.

Apa yang dilakukan oknum jaksa itu, kata Warsiman, tentu telah mengahalang-halangi kerja pers dan melanggar UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pokok Pers dan UU Nomor 14 tahun tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Apalagi laporan warga itu tentu erat kaitannya dengan masyarakat banyak. Dimana peran wartawan merupakan sebagai kontrol sosial, sesuai dalam Undang-Undang tentang pers.

“Pokok permasalahannya aja belum ditanya, sementara tanggapan seorang Jaksa terhadap 5 orang wartawan tersebut malah tidak etis dilakukan oleh seorang pejabat,”ujar Warsiman.

Warsiman juga mengatakan, dalam hal ini pihak PWI akan mencoba akan mengedepankan langkah persuasif terlebih dulu. Karena dirinya berharap kejadian yang tidak layak dilakukan oleh seorang pejabat itu tidak menjadi contoh bagi pihak lainnya.

“Sudah selayaknya kita sama-sama bekerja ini adalah dibawah garisan aturan undang-undang. Sehingga sudah selayaknya kita saling menghargai. Kalau kita kaji, sebenarnya tindakan yang dilakukan oleh seorang jaksa itu dapat berkonsekuensi hukum,”tutup Warsiman.(Ben)

Latest News

Pertarungan melawan ‘Berita HOAX’ di Indonesia

Indonesia benar-benar gagap, berada ditengah perkembangan dunia tehnologi saat ini. Media sosial dan berbagai sistem, yang memungkinkan...

Ada banyak jenis kanibalisme, selain orang makan orang

Mungkin Anda sedikit gugup atau hanya sekedar kebiasaan, lalu mengigit kuku. Meskipun ini mungkin tampak seperti tindakan yang tidak berbahaya, itu bisa...

Menyibak rahasia konspirasi hening pembunuhan massal Indonesia [PKI]

Pengantar - Tidak ada yang benar-benar tahu, kecuali mereka pelaku sejarah. Namun, pernah tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tentang pembantaian...

Lahan Pulau Dua Enggano Diduga Dijual Oknum Secara Ilegal

Bengkulu, GC - Terkait soal dugaan lahan pulau dua yang dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab secara ilegal. Kapala Dinas Kelautan...

Momen Spektakuler Festival Tabut Bengkulu 2019 Berakhir

Bengkulu, GC - Perayaan Tabut muharam digelar selama 10 hari berturut-turut di Provinsi Bengkulu sejak malam satu suro atau malam satu muharam...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -