Kepala Paud Bersama Guru Paud Lagi Rapat Masalah Pungutan Uang Perpisahan.

Bengkulu Utara,(GC)-Sejumlah wali murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Negeri Model Arga Makmur (Arma) Kabupaten Bengkulu Utara mengeluh akibat pungutan yang diminta oleh sekolah untuk acara Perpisahan. Hal ini disampaikan salah seorang orang tua murid berinisial (AI) jumat (12/05/2017) pada media ini di salah satu tempat kerjanya.

“Saya kaget,tanpa rapat tiba-tiba kami disampaikan oleh kepala PAUD Model agar menyumbangkan uang sebesar Rp.145 Ribu per anak untuk acara perpisahan,” Jelas orang tua murid.

Lanjutnya, Selaku Orang tua Murid tidak menerima atas tindakan kepala Paud Model yang melakukan keputusan sepihak tersebut. Sehingga dalam hal ini selaku orang tua murid menduga dengan alasan untuk uang perpisahan bahwa kepala Paud model telah melakukan tindakan Pungutan Liar (Pungli) terhadap Orang Tua Murid. Selain itu orang tua murid juga berharap kepada pihak Dinas Pendidikan Bengkulu Utara memberi teguran atau sanksi kepada kepala Paud  Model Arga Makmur yang telah melakukan kesalahan tersebut.

“kalau begini caranya, kami menduga Kepala Paud Model melakukan pungli,karena memungut biaya tidak melakukan rapat terlebih dahulu,” Ujar Orang Tua Murid.

Sementara kepala Paud model  Arga Makmur  Kabupaten Bengkulu Utara,Yusma Reni,M.TPd, (12/5/2017) saat dikonfirmasikan oleh wartawan Garudacitizen.com mengakui memang telah melakukan pungutan uang  kepada wali murid kelompok bermain (KOBER) sebesar Rp.145 Ribu untuk biaya perpisahan.

“Memang ada kami pungut uang untuk biaya berpisahan pada wali murid sebesar Rp 145  Ribu,” Jelas Kepala Paud Model .

Bahkan Kepala Paud juga mengakui jika dirinya telah melakukan kesalahan,karena tidak melakukan rapat terlebih dahulu dengan para orang tua murid jika ingin memungut uang untuk biaya acara perpisahan nantinya.

“Saya juga mengakui salah,karena tidak mengajak orang tua murid rapat terlebih dahulu sebelum memungut uang biaya perpisahan,” Ungkap Kepala Paud.

Lanjut nya,Kalau tindakan yang dilakukan oleh pihak Paud ini salah dan masuk ranah pungli maka saat ini uang yang sudah dipungut tersebut akan dikembalikan lagi kepada orang tua murid dan biaya untuk uang perpisahan nantinya akan diambil dari uang yang ditabung oleh murid Paud selama ini.

“Hasil Rapat kami dengan Guru-guru tadi, agar uang yang dipungut dikembalikan lagi ke orang tua murid dan untuk biaya perpisahan biarlah kami potong saja dari tabungan murid selama ini,” Demikian Penjelasan Kepala Paud Model Arga Makmur.(Ben/Jon Beu)