PUISI : Selendang Hitam Berdarah

0
979
Puisi : Selendang hitam berdarah

Valentine

cinta, sumber perdamaian jiwa umat manusia
setiap kita dan diluar kita dipenuhi dengan Cinta
ia tak nampak, tak teraba dan dia Ada
cinta tidak menghalalkan menang dan kalah.
kematian sebab pedang cinta yang memancung jiwa,
adalah nafsu yang menggerakkannya.
cinta, zat teragung-Nya.
cinta yang menggerakkan alam semesta
sampai alam mahsyar menyambutnya.
surga dan neraka hanyalah cita-cita
para pembawa kitab kehidupan dan kaum pertapa
tetapi, cintalah tuhan-tuhan kecil dalam diri manusia
keabadian tidak ada padanya
sebab di surga, cerita cinta paripurna
sebagai kelezatan-kelezatan dunia,

Yogykarta, 2013

Kita

Jalan-jalan kita tanami kembang rasa
Siang malam dan bulan matahari
Membesarkan pohonan asa berakar cinta
Di taman bunga setiap pagi
Lebah dan kumbang berebut putik sari
Rindu asmara beradu hasrat ke ulu hati
Tanganku berdekap ke dadamu
Tajam matamu melihat di mataku

Yogykarta,  2013

Duri

ada apa dengan lebah-lebah di taman
berkerumun semacam musyawarah genting
padahal bunga-bunga masih segar dan menawan
matakukah yang suram karena madunya?

lenganku berdarah
nyeri tersenyum dari jarak tak kupahami
jarak yang membentang usai gerimis
bermanik-manik bening di rambutnya

terbanglang jauh, terbanglah sayap-sayapku
awasi duri-duri di urat lenganku
biar darah tak muncrat dari lengan yang lain

Yogykarta, 2013