Puisi: “PENGEMIS DI JEMBATAN TUA”

0
537
Puisi Hadi Lempe 2

Wajah kusut layu.

Seharian dibakar matahari,

mungkin juga sudah bertahun tahun lamanya.

Dengan tangan menadah,

sorot matanya yang kosong.

Seorang pengemis tua masih bertahan dengan kebisuan berharap belas kasih.

Uang recehan jatuh pada telapak tanganya.

 

lalu lalang orang orang,

pengemis tua hanya bisa menatap tak mengenalnya.

Berharap satu atau dua

diantara mereka melintas dan melemparkan recehan.

 

Dan pengemis tuapun hanya mendesah sambil menglus dada.

Gumamnya lirih berkata,

orang orang itu begitu hebat menjadi orang yang kaya.

Dan aku sudah setua ini masih saja tetap menjadi pengemis jalan.

Dulu hidupku sudahlah sangat susah

untuk memperthankan republik ini

menuju kemerdekaan.

Dan aku tetap saja pengemis yang setiap saat terancam oprasi trantip.

 

Pkl. 5 Nop 2015