Proyek PUPR di Desa Sengkuang Disinyalir “Beraroma” Korupsi

0
233

Bengkulu Utara,Garudacitizen.com – Proyek Operasi dan pemeliharaan Jaringan irigasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Utara di air tanjung agung kecamatan Tanjung Agug Palik beraroma korupsi lantaran kondisi fisik saat ini sudah banyak yang hancur.

Pasalanya, proyek yang baru saja satu bulan selesai dikerjan oleh CV.Fermada Tri Karya dengan dana Rp.4.975.223.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) penugasan tahun anggaran 2017 lalu, saat ini kondisi fisiknya sudah banyak mengalami kerusakan, jebol dan ambruk. Padahal, pihak PUPR telah memberikan perpanjangan waktu hingga lewat tahun anggaran.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Garudacitizen.com senin (19/3/2018), dari masyarakat setempat mengatakan, terkesannya asal jadi pada pekerjaan proyek tersebut, karena ada kemungkinan sering disebut-sebut bahwa proyek itu dikerjakan oleh kontraktor yang  diduga masih ada kedekatannya dengan pejabat penting di Bengkulu Utara.

“kami kecewa, karena kenyataanya proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.

Masih menurut masyarakat setempat, dari awal pekerjaannya sudah terlihat asal-asalan, hal tersebut juga akibat dari kurangnya pengawasan dari pihak dinas yang terkait. Sebagai bukti barunya, kondisi proyek yang sekitar baru satu bulan selesai dikerjakan ini, saat ini sudah banyak yang jebol dan ambruk.

“Coba lihat kondisi fisik proyek itu kini, sudah banyak yang jebol dan ambruk,” Kata warga setempat.

Lanjutnya, Selain Pihak kontraktor mengambil material galian C di lokasi setempat, Janji salah seorang kontraktor dengan warga yang akan membayar ganti rugi tanah warga yang banyak longsor akibat alat berat pada saat  mengerjakan proyek tersebut, hingga kini juga belum ada kejelasan yang pasti.

“Hingga akhir bulan ini nanti, jika pihak kontraktor tidak menepati janjinya, maka tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan demo ke Pemda,”cetusnya.

Kemudian sebagai masyarakat setempat, warga desa juga sangat berharap sekali agar pihak aparat penegak hukum dapat mengusut proyek yang diduga bermasalah ini.(Ben)