Proyek Gedung Hateri BBI Desa Peraduan Binjai, Diduga Bermasalah

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Kepahiang, garudacitizen.com – Kekecewaan, Suyadi, selaku Kepala Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang. Rupanya tak bisa di sembunyikan, ketika melihat pekerjaan pihak rekanan diduga banyak yang tidak beres alias bermasalah.

Bahkan, bisa di nilai tidak baik dan tidak bermutu. Baik dari segi kualitas dan bobot pekerjaannya. Khususnya rekanan dalam mengerjakan beberapa paket proyek yang ada di BBI tahun 2015 lalu.

Seperti pembangunan kolam air deras BBI Desa Peraduan Binjai. Belum sampai satu tahun kondisinya sudah banyak yang bocor dan mengelupas. Padahal, anggaran untuk pembangunan BBI setiap tahunnya capai miliaran rupiah.

Ironisnya lagi, sebagai kepala BBI Desa Peraduan Binjai, Suyadi sempat mengatakan, ada salah satu pekerjaan rehabilitasi gedung Hateri yang dikerjakan oleh CV. LAPINO GROUP, dengan senilai Rp.750 juta dari APBD kabupaten kepahiang tahun 2015 lalu. Sampai saat ini tak kunjung selesai.

Hal itu bisa dilihat langsung ke lokasi pekerjaan. Dimana kondisi fisiknya terlihat jelas sangat amburadul. Padahal, proyek tersebut dikerjakan sudah lewat dari tahun anggaran.

“Hingga kini proyek tersebut belum juga selesai, dan saya sudah beberapa kali menegur pihak rekanan agar pekerjaannya dikerjakan dengan baik dan tepat waktu. Tapi malah mereka menjawab, bahwa saya tidak ada kewenangan dalam menegur masalah proyek. Karena saya tidak ada masuk dalam tim kegiatan ini,” papar Suyadi, Rabu (24/2/2016) di tempat kerjanya.

Warga Desa Peraduan Binjai Kecewa, Karena Pekerja Proyek BBI Diambil Dari Luar

Disisi lain, menurut keterangan dari masyarakat sekitar, setiap tahun di BBI Desa Peraduan Binjai selalu ada proyek. Namun, sangat di sayangkan para pekerjanya di ambil dari luar.

Parahnya lagi, sebagian pihak rekanan mengeruk material di lokasi proyek. yakni, di sungai Air Langkap. Akibat pengerukan material tersebut, kondisi lingkungan sungai, terutama persawahan masyarakat yang ada disekitar sungai air Langkap, sekarang menjadi rusak dan sering terjadi erosi.

“Kami berharap agar pihak terkait, bila perlu pihak aparat penegak hukum juga ikut untuk mengkrosscek ke lokasi proyek BBI di Desa Peraduan Binjai. Agar kedepannya pihak kontraktor tidak asal-asalan saat mengerjakan proyek di BBI tersebut,” demikian Ujarnya.(Ben)

Latest News

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun...

Apa itu numerologi? Dan apa hubungannya dengan ARC Bali

Numerologi adalah sistem angka untuk mengukur getaran huruf-huruf alfabet, ini dipercaya dapat mengungkap; kepribadian manusia, keinginan, pikiran, tindakan dan pengalaman. Dapat...

8 Desa Merigi Ujan Mas Minta Perbaikan Jalan, Rudi : 2020 Belum Di Anggarkan

BedahBerita.Co.Id, Ketua Kelompok Tani Genting Surian R Sumantri meminta pihak pemerintah Kabupaten Kepahiang dapat mengabulkan permohonan mereka terkait pembangunan jalan yang di...

Kasus Alkes Rejang Lebong Kembali Ke KPK

BedahBerita.Co.Id, Ishak Burmansyah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKAT Rejang Lebong saat Orasi di depan Gedung Merah Putih KPK Jakarta meneriakkan beberapa...

DID, Hutang SMI, Fee, Lahan Dan OTT Dilaporkan FPR Ke KPK Item Indikasi Korupsi

BedahBerita.Co.Id, Hari ini 1 November 2019 sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bengkulu memasukan sejumlah laporan kasus yang tak jelas penyelesaiannya dan indikasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -