Proses Tender di ULP Rejang Lebong Disinyalir Syarat KKN

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Rejang Lebong, garudacitizen.com – Proses pengadaan barang dan jasa melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) secara Elektronik (LPSE) di kabupaten Rejang Lebong disinyalir Syarat KKN.

Pasalnya, pada saat proses tender paket proyek jalan beton bertulang dari APBD-Perubahan kabupaten Rejang Lebong tahun 2018, senilai Rp.1,5 Miliar, yang dimenangkan oleh CV. Radja Sakti saat ini, sepertinya banyak menuai protes dari berbagai pihak.

Banyaknya muncul protes pada proses tender paket proyek pembangunan jalan beton bertulang, yang beralokasi di seputar jalan Danau Bastari, Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu rejang tersebut, lantaran kesal dengan keputusan panitia ULP Rejang Lebong yang dinilai ada kong-kalikongnya.

Seperti yang diungkapkan salah satu rekanan yang tak mau disebut namanya mengatakan, dari tiga perusahan yang ikut tender, yakni CV. Linggau Abadi, CV. Radja Sakti dan CV. Relavensa. Menurutnya, yang layak menjadi pemenang tender adalah CV. Relavensa.

Sebab, ketiga perusahaan yang ikut tender pada bulan Desember 2018 tersebut, dua perusahaan ternyata diduga bermasalah. Ada pun dua perusahaan itu yakni, CV.Linggau Abadi dan CV. Radja Sakti.

“Kalau menurut saya CV. Relavensa yang seharusnya ditayangkan menjadi pemenangnya,”ujarnya.

Dia juga menjelaskan, Untuk CV. Linggau Abadi memang tidak dapat dimenangkan, karena sudah jelas-jelas menurut keterangan panitia, perusahaan tersebut mempunyai kesalahan administrasi. Dimana pihak CV.Linggau Abadi telah memalsukan dokumen pengalaman kerja dalam sebuah persyaratan tender.

Sedangkan, untuk  CV. Radja Sakti, perusahaan ini seharusnya juga tidak layak menjadi pemenang tender. Karena CV. Radja Sakti juga bermasalah lantaran tidak ada KSO nya. Namun, entah bagai mana caranya dari panitia lelang di ULP dengan instansi terkait, sehingga CV. Radja Sakti diputuskan oleh panitia menjadi pemenangnya.

“CV. Radja Sakti juga tidak bisa lolos menjadi pemenang tender, karena perusahaaan itu tidak ada KSO nya,”katanya.

Ketua ULP Berdalih “Proses tender Dilaksanakan Sesuai Dengan Aturan”

Sementara, Dirman selaku ketua ULP Kabupaten Rejang Lebong ketika di konfirmasikan terkait hal ini mengatakan, sebagai pihak panitia lelang telah melaksanakan sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan.

“Kami sudah melaksanakannya sesuai dengan aturan, dimana pemenang pertama adalah CV.Linggau Abadi. Namun setelah kami Krosscek lagi, CV.Linggau Abadi ada kesalahan administrasi yang fatal. Sehingga kami naikkan CV. Radja Sakti ke PPK, karena CV. Radja Sakti adalah pemenang yang kedua,” terang Dirman.

Lanjut Dirman, secara aturan, jika pemenang pertama gagal, maka secara otomatis pemenang yang kedua lah yang akan di umumkan dan ditayangkan sebagai pemenangnya. Namun, ketika pertanyakan bagai mana kalau pemenang yang kedua juga ada kesalahan, Dirman selaku ketua ULP belum dapat menjelaskannya.

“Berkas CV. Radja Sakti tersebut, telah kami serahkan ke PPK. Kemudian, kami tunggu apa di kembalikan lagi atau tidak. Ternyata, berkas tersebut di terima oleh PPK, sehingga atas dasar itulah maka kami tayangkan pemenang yang ke dua,”demikian Dirman. (Mail/Mus)

Latest News

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun...

Apa itu numerologi? Dan apa hubungannya dengan ARC Bali

Numerologi adalah sistem angka untuk mengukur getaran huruf-huruf alfabet, ini dipercaya dapat mengungkap; kepribadian manusia, keinginan, pikiran, tindakan dan pengalaman. Dapat...

8 Desa Merigi Ujan Mas Minta Perbaikan Jalan, Rudi : 2020 Belum Di Anggarkan

BedahBerita.Co.Id, Ketua Kelompok Tani Genting Surian R Sumantri meminta pihak pemerintah Kabupaten Kepahiang dapat mengabulkan permohonan mereka terkait pembangunan jalan yang di...

Kasus Alkes Rejang Lebong Kembali Ke KPK

BedahBerita.Co.Id, Ishak Burmansyah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKAT Rejang Lebong saat Orasi di depan Gedung Merah Putih KPK Jakarta meneriakkan beberapa...

DID, Hutang SMI, Fee, Lahan Dan OTT Dilaporkan FPR Ke KPK Item Indikasi Korupsi

BedahBerita.Co.Id, Hari ini 1 November 2019 sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bengkulu memasukan sejumlah laporan kasus yang tak jelas penyelesaiannya dan indikasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -