Kecepatan Proses Hukum atas Ahok Dipertanyakan, Cenderung Tidak Fair

Sudah cukup alasan untuk jokowi untuk mengganti posisi Jaksa Agung dengan sosok yang baru yang lebih kredibel dan berintegritas

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Proses hukum dugaan penista agama dengan tersangka Basuki Tjahaya Purnama (AHOK), bisa dikatakan berjalan cepat. Hal ini dilakukan atas dasar desakan demo massa yang dilakukan ormas Islam beberapa waktu lalu.

“Namun, karena terlalu cepat, ada kesan tergopoh-gopoh dan tidak fair,” ungkap Hendardi, selaku Ketua Setara Institute, dalam sebuah konferensi pers di bilangan Menteng 10/12 dalam menyikapi sidang dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama yang akan digelar Selasa, 13/12/2016.

Menurut dia, kecepatan proses hukum atas Ahok di tingkat Kejaksaan menunjukan adanya proses hukum yang tidak fair (unfair trial).

Dalam konferensi pers yang juga dihadiri Prof. Dr. Sulistyowati Irianto, Guru Besar Universitas Indonesia, Dr. Neng Dara Affiah, Pengasuh Pesantren Annizhomiyyah, Banten,  Jim B. Aditya, akademisi dan aktivis dan Moh. Monib, aktivis dialog antariman ICRP, mengkritisi kinerja Kejaksaan Agung. Dimana dianggap tidak profesional dalam menangani kasus berdimensi politik tersebut.

Bagaimana tidak, lanjutnya, hanya dalam 3 hari, Kejaksaan Agung menyatakan hasil penyidikan Polri telah P21. Dan, dalam hitungan jam kemudian melimpahkannya kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Padahal, biasanya Jaksa membutuhkan waktu setidaknya 14 hari untuk menyatakan P 21 atas sebuah kasus.

Sikap kejaksaan bertolak belakang dengan respons atas hasil penyelidikan Komnas HAM dalam beberapa kasus pelanggaran HAM berat, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun dan tidak pernah tuntas.

“Kecepatan waktu itu menunjukan bahwa Kejaksaan Agung tidak mengkaji secara cermat kontruksi peristiwa yang menimpa Ahok. Hal ini cenderung melempar bola panas itu secara cepat ke pengadilan,” ujar Hendardi.

Kinerja semacam ini, menurut Hendardi, bukan hanya menunjukan tidak profesionalnya Jaksa, tetapi membahayakan due process of law. Dan yang pasti, hal ini akan menjadi preseden buruk penegak hukum untuk kasus-kasus yang berdimensi politik di masa yang akan datang.

Dari beberapa kasus-kasus yang berdimensi politik, Jaksa Agung tidak memiliki posisi yang tegas dan terukur. Sehingga menimbulkan pelanggaran hak atas peradilan yang adil dan tidak memihak (fail trial).

Dalam menyikapi hal ini, Hendardi mengatakan, tebalnya berkas Basuki Tjahja Purnama yang menurut Jampidun Noor Rachmad berjumlah 826 halaman. Cepatnya proses penetapan P21 dan pelimpahan ke pengadilan semakin menegaskan bahwa Kejaksaan Agung tidak mengkaji secara serius berkas perkara itu.

“Bagaimana bisa, mengkaji 826 hanya dalam waktu yang sangat singkat?” ujarnya ketus.

Alasan memenuhi kehendak publik sehingga kasus itu dipercepat justru menegaskan bahwa trial by mob bekerja efektif dan mempengaruhi Independensi Jaksa dalam menetapkan keterpenuhan unsur pidana dalam peristiwa pidana.

Jika tekanan publik menjadi variabel yang berpengaruh pada proses penegak hukum, maka ini sangat membahayakan sistem peradilan Indonesia ke depan. Cepat dan tanggap itu tidak berarti menegasikan proses fair, karena fair trial adalah hak setiap orang.

Kejaksaan sama sekali tidak menjalankan perannya sebagai dominus litis atau pengendilan penyidikan oleh kepolisian dalam sistem peradilan pidana. Kejaksaan lebih menyerupai sebagai tukang pos yang mengantarkan berkas dari kepolisian ke pengadilan. Inti dari asas dominus litis ini adalah adanya kontrol secara seksama untuk mendeteksi potensi penyimpangan yang kemungkinan terjadi pada proses penyidikan.

“Hingga proses pelimpahan berkas, tampak bahwa profesionalisme dan imparsialitas Kejaksaan Agung terus di pertaruhkan,” tegas Hendardi.

Ditambahkan Hendardi, kinerja dalam proses dugaan penistaan agama Ahok ini telah menambah daftar panjang kegagalan Jaksa Agung dalam memimpin Kors Adhyaksa. Apapun obsesi Jokowi untuk menjawab kehadiran negara melalui penegakan hukum yang adil akan sulit terwujud.

“Sudah cukup alasan untuk jokowi untuk mengganti posisi Jaksa Agung dengan sosok yang baru yang lebih kredibel dan berintegritas,” ujar Hendardi mengakhiri.

Latest News

Apa itu Web Resource, sejarah dan perkembangannya?

Web Resource secara harafiah artinya adalah sumber daya web. Di era sekarang, kita benar-benar terhubung dengan segala...

Apa itu IoT (Internet of Things)?

Dunia perkembangan teknologi saat ini meningkat pesat dari waktu ke waktu. Di masa lalu, mungkin kita hanya bisa membayangkan atau menonton film...

Ternyata ini rahasia utama belut listrik bisa keluarkan listrik mematikan

Mahluk hidup memang memiliki segudang keunikan dan ciri khas sendiri. Mulai dari bentuk hingga karakteristik yang berbeda satu sama lain. Begitu pun...

Potensi dan Cara Budidaya Ikan Sidat

Laut utara jepang adalah salah satu tempat perkembangbiakan ikat Sidat. Namun, seiring dengan krisis nuklir yang menyebabkan banyak ikan tercemar limbah radioaktif,...

Hacker Indonesia 9 Terkenal di Dunia Memiliki Reputasi Level Dewa

Dunia per-hacking-an Indonesia cukup mendapatkan perhatian dari dunia. Walau tidak dihitung secara berlebihan namun eksistensinya diperhitungkan. Mau tahu? Berikut 9 hacker Indonesia terkenal di...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -