Kab.Pekalongan Mercy Corp Indonesia hari ini (24/11) menyerahkan secara langsung Dokumen Kajian Resiko Bencana Kab. Pekalongan kepada Bupati Pekalongan yang diwakili oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Sekda Kab. Pekalongan, Hari Suminto, SH. MH. Pada kesempatan tersebut, Hari Suminto juga sekaligus menutup pelaksanaan program Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Resiko Bencana untuk Ketahanan (API Perubahan) di Kab. Pekalongan.

Mengawali sambutannya yang dibacakan oleh Hari Suminto, Bupati menyampaikan terimakasih kepada USAID dalam hal ini Mercy Corps Indonesia yang telah melaksanakan Program API Perubahan di Kab. Pekalongan. Dikarenakan program tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi Kab. Pekalongan, diantaranya sebagai salah satu rujukan atau dasar bagi Pemerintah Daerah dalam perencanaan pembangunan.

Bupati berharap hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan selama lebih kurang 1 tahun untuk disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga pada akhirnya setelah memperoleh informasi, akan timbul kesadaran dari masyarakat untuk kemudian mau menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut sebagai proses pembelajaran bersama, sekaligus menjaring masukan yang membangun baik dari pemerintah maupun masyarakat terkait upaya adaptasi terhadap perubahan iklim dan pengurangan resiko bencana.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Mercy Corps Indonesia atas kepedulian yang telah dilakukan untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Dan semoga sinergitas dan hubungan baik ini akan semakin meningkat di masa mendatang,” ungkapnya.

Upi Ghufiroh selaku Program Officer API Perubahan Kab.Pekalongan dalam laporannya di depan undangan yang antara lain terdiri dari BPBD, Bappeda, PSDA, KLH, BKP Provinsi Jateng, Universitas Negeri Semarang, Muspida Kab. Pekalongan, SKPD terkait, camat se-Kab. Pekalongan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya, mengungkapkan bahwa Program API perubahan telah dilaksanakan selama lebih kurang 1 tahun yaitu dari September 2014 sampai dengan November 2015 di Desa Tegaldowo, Desa Mulyorejo, dan Desa Jeruksari Kec. Tirto.

Dalam kesempatan tersebut, Upi juga menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya pelatihan kajian resiko bencana serta penyusunan Rencana Aksi Komunitas (RAK) partisipatif, serta berbagai tantangan yang juga dihadapinya dalam program API Perubahan seperti Bencana yang belum dianggap sebagai tanggung jawab bersama, dan kajian resiko bencana yang belum dianggap sebagai kebutuhan.

“ Kami berharap hasil dari program ini yaitu berupa Dokumen Kajian Resiko bencana dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai rujukan/ dasar dalam perencanaan pembangunan,” terangnya. (*)