Connect with us

Daerah

Polsek Citeureup Dinilai Lamban Menangani Laporan Warga

Published

on

kasus penggelapan roby polsek citeureup

Proses hukum dugaan penggelapan yang dilaporkan Ervint Salomo ke pihak Polsek Citeureup Kabupaten Bogor – Jawa Barat  dengan terlapor Roby, dinilai sangat lamban. Bahkan jika tidak ada desakan, bisa jadi persoalan tersebut akan terpendam lebih lama lagi.

Hal ini diungkapkan oleh Ervint Salomo selaku pelapor. Bagaimana tidak, katanya, sejak kasus tersebut dilapor pada 7 September 2016, baru mulai ditindak lanjuti dengan memanggil dirinya beserta saksi untuk dimintai keterangan pada 8 Desember 2016. Dengan kata lain, kasus tersebut tertunda sekitar 4 bulan.

“Tindak lanjut dari laporannya baru dilakukan setelah saya menyurati Kapolsek dengan tembusan keberbagai pihak,” ujar Ervint.

Menurut Ervint, dalam pemeriksaan ulang tersebut, ia diminta untuk menyerahkan bukti dan data pendukung. Selain itu, dalam waktu bersamaan juga tampak hadir Sdr. Roby, selaku terlapor. Hadir atas undangan pihak Polsek, juga dimintai keterangan.

Sejauh ini, Ervint mengaku tetap berprasangka positif ke pihak aparat hukum. Namun, ia berharap kedepan proses bisa lebih cepat serta sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku.

“Jika memang masih ada data, bukti, atau saksi yang masih kurang, saya berharap ada pemberitahuan. Agar bisa dilengkapi secepatnya,” ungkap Ervint.

Kronologis dugaan penggelapan

Bagaimana kasus dugaan penggelapan yang dilakukan Roby hingga mengemuka dan masuk keranah hukum? Berikut penuturan Ervint.

Kasus tersebut berawal dari niat baik Ervint untuk membantu Roby yang saat itu diketahui dalam kondisi susah. Dimana saat itu, Roby yang ia kenal dari rekannya Jeffry Lengkong selaku Ketua LSM Pajajaran Muda mengaku hendak menjual asetnya berupa roku dibilangan Wanaherang Kecamatan Gunung Putri, Bogor.

“Saya waktu itu juga dimintai bantuan untuk ikut menawarkan rukonya kecalon pembeli,” ujar Ervint.

Sementara dalam proses upaya menjual ruko tersebut, Roby mengeluh soal kondisi keuangannya. Ia mengaku banyak kebutuhan yang sangat mendesak. Seperti untuk biaya anak sekolah dan lain-lain.

Karena iba, Ervint memberi bantuan berupa pinjaman ke Roby. Sebesar, 5 juta rupiah. Uang tersebut ia serahkan ke istri Roby.

“Saya waktu itu berfikiran positif ke Roby. Saya memprediksi, karena saya tulus membantu maka  tidak mungkin pelaku akan mempermainkan dirinya. Paling minimal, ketika rukonya laku, pasti uangnya akan segera dikembalikan,” ujar Ervint.

Lagian, lanjut Ervint ia sendiri akan membantu untuk memasarkan ruko Roby. Apalagi, saat itu temannya berminat untuk membeli ruko.

Namun, entah kenapa, ketika proses negosiasi. Antara Roby dengan pembeli tidak ada titik temu. Roby ngotot dengan harga yang dia tentukan. Bahkan sedikit lebih tinggi dari harga awal ia tawarkan. Akhirnya, gagal.

“Namun, saat itu saya tetap berfikiran positif. Dan berharap Roby akan bertemu dengan pembeli yang cocok,” ujar Ervint.

Dalam proses upaya menjual Ruko, pada tanggal 30 Juni 2016, Roby mengaku mendapat musibah. Mertuanya meninggal. Ia menghiba-hiba dan mengaku pusing, karena tidak memiliki uang.  Lalu, menurut Ervint, Roby kembali meminta bantuan kepadanya. Bahkan setengah mendesak.

“Saat itu, kami tengah berada di kantor LSM Pajajaran Muda. Roby saat itu dengan raut muka memelas, meminta bantuan saya untuk membantunya uang senilai 15 juta rupiah. Saya bahkan harus tertahan di kantor LSM menjelang subuh,” ujar Ervint.

Saat itu, lanjut Ervint, ia mengaku tidak bisa membantu memberikan pinjaman. Karena sudah tidak memiliki uang untuk membantu memberikan pinjaman.

Akan tetapi, karena Roby terus mendesak bahkan setengah menangis, menurut Ervint ia tidak tega. Ia memiliki solusi dan menawarkan ke Roby. Dimana, ada sejumlah dana untuk pembayaran tagihan proyek direkeningnya, yang akan digunakan setelah habis lebaran. Berkisar bulan Agustus.

Jadi, dibuatlah sebuah kesepakatan perjanjian dalam bentuk titipan. Dimana uang tersebut harus ada ketika dibutuhkan, setelah lebaran tersebut.

“Saat itu, saya tegaskan bahwa saya bukan rentenir. Jadi kapasitasnya, saya bukan memberi pinjaman dan tidak ada konpensasi bunga atau sejenisnya. Namun, agar ada ikatan sebagai jaminan, saat itu saya menahan AJB ruko. Dan uang sejumlah 15 juta rupiah itu harus ada pada 13 Juli 2016. Karena akan digunakan untuk keperluan pekerjaan proyek saya. Jadi dalam perjanjian uang tersebut berupa dana titipan,” papar Ervint.

Proses penyerahan uang sejumlah 15 juta rupiah itu dilakukan secara bertahap. Pertama di transper sejumlah 2 juta rupiah pada 30 Juni 2016 sekitar jam 02.00 WIB (subuh). Lalu, pada siang harinya sekitar jam 12.00 WIB, baru diserahkan uang sejumlah 13 juta rupiah, langsung kepada Roby.

“Penyerahan uang sejumlah 13 juta dilakukan di kantor LSM Pajaran Muda. Saat itu, disaksikan teman-teman LSM. Yakni, Jeffry Lengkong, Dedi Ariko dan Yudi Wahyudi. Mereka mendengar ketika saya menegaskan bahwa saya bukan rentenir dan uang tersebut sifatnya bukan pinjaman. Melainkan, titipan yang harus ada ketika saya membutuhkan. Dan Roby saat itu, menyatakan menerima uang titipan dan sanggung menyediakan uang tersebut saat dibutuhkan ,” tandas Ervint.

Namun, lanjut Ervint, ternyata pada saat dibutuhkan, uang tersebut tidak bisa dipenuhi oleh Roby.

Rencana penjualan Ruko juga, sepertinya tidak berjalan dengan baik. Bahkan, ada kesan memang Roby tidak berniat menjual Rukonya. Sehingga menetapkan harga terlalu tinggi. Jadi tidak ada yang berminat membeli rukonya.

“Saya menduga itu modus Roby untuk mengelabui saya,” tuding Ervint.

Bukan hanya itu, menurut Ervint, menolong Roby sama seperti kata pepatah, ‘menolong anjing terjepit. Setelah bebas, tangan kita pula yang digigit’. Saat dipertanyakan uang tersebut, Roby terkesan menghindar dan berbelit-belit.

“Saat saya desak, Roby bukannya meminta maaf karena tidak mampu memenuhi perjanjian. Malah dia pula yang ngotot dan emosi. Karena tidak ingin main hakim sendiri, maka masalah tersebut saya laporkan ke Polsek Citeureup ,” ujar mengakhiri Ervint.

Blogger dan SEO Expert di Garuda Website. Sebuah perusahaan Web Developer di Jakarta Indonesia

Trending