Batang GC- Warga Ds Gapuro, Kecamatan Warungasem,Kabupaten Batang hingga kini terus berupaya menguak kasus pembunuhan terhadap pembantu rumah tangga, Haniah binti Sutrisno (35) janda beranak dua, warga Ds, Gapuro Gg.4 Rt.04 RW.02 Kecamatan Warungasem,Kabupaten Batang Jawa Tengah

Pada 4 Desember 2016 lalu Haniah ditemukan sudah tak bernyawa di dalam garasi mobil rumah majikannya, H.Masrukhin Ds. Gapuro Gg. 4 RT.04 RW.02 Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.

Korban ditemukan digarasi pada pukul 07.30 wib, dengan kondisi tak bernyawa bersimbah darah, pada bagian belakang kepala dengan tulang leher patah. Pihak Polsek Warungasem membewa korban ke RSUD Batang untuk di Outopsi, hasil dari outopsi dinyatakan korban meninggal akibat dibunuh.

Kasus pembunuhan ini sudah ditangani oleh pihak Polsek Warungasem yang kemudian diserahkan penanganannya ke Polres Batang. Namun kejadian terbununya Haniah binti Sutrisno sejak 4 Desember 2016 hingga memasuki bulan ke tujuh  bulan Juli 2017 ini sepertinya pihak kepolisian belum mampu menguak pelaku pembunhan itu.

Pihak keluarga berserta warga setempat merasa kasus tersebut tidak ditangani oleh pihak polisi secara sungguh sungguh dan kasusnya dirasa sepertinya kabur.

Pihak keluarga korban maupun warga setempat juga menangkap sesuatu yang aneh seperti sejak kejadian terbunuhnya Haniah polisi langsung memasang garis polisi ( POLICE LINE) dan itupun berlangsung selama satu minggu garis polisi sudah tiada.

Paman korban , H. Supardi dihadapan wartawan juga mengatakan jika pihaknya belum bisa terima sebelum polisi benar benar melakukan penyidikan dan menemukan pelaku pembunuhan itu untuk di proses hukum yang setimpal.

Atas kasus ini Keluarga korban beserta warga terus bersikap untuk mengusut tuntas terbunuhnya Haniah, lebih lanjut pihaknya juga menuntut keprofesionalan Polisi didalam menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum, hingga bisa terkuak pelaku pembunuhan dan ditangkap.

Dengan isak tangis bapak korban, Sutrisno (54) juga berkeluh, saya ini oran kecil hanya sebagai buruh becak, kepada siapa saya bisa meminta keadilan yang menimpa anak dan keluarga saya. Saya hanya bisa berharap kepada pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus terbunuhnya anak saya. Polisi harus bisa menangkap siapa pelaku pembunuh anak saya untuk di hukum setimpal, paparnya. (***)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here