Pertimbangan Sebelum Aborsi dan Alasan bagi Wanita

0
95
Pertimbangan Sebelum Aborsi dan Alasan bagi Wanita

Di Indonesia sendiri, aborsi adalah sesuatu yang tabu dan jarang dibicarakan oleh masyarakat. Namun, ada banyak alasan dan pertimbangan sebelum aborsi bagi wanita yang tidak banyak orang ketahui. Bagi banyak orang, aborsi adalah sesuatu yang sangat keji dan seharusnya sama sekali tidak dilakukan. Di artikel hari ini, kita akan membahas beberapa hal yang kalian mungkin belum ketahui tentang aborsi. Ternyata aborsi memiliki beberapa manfaat dan tidak selalu menjadi hal yang buruk kok teman teman.

Sebelum berbincang lebih jauh lagi, mungkin ada beberapa diantara kalian yang tidak tahu apa itu aborsi. Secara sederhana, aborsi adalah melakukan operasi pada pada sang ibu untuk mengeluarkan janin. Sering kali aborsi hanya bisa dilakukan pada saat janin berusia dari 4 hingga 26 minggu lamanya. Jika sudah melebihi 26 minggu, maka dianjurkan untuk tidak melakukan aborsi. Namun ada beberapa kasus dimana aborsi tetap dilakukan karena alasan medis.

Di Indonesia sendiri, aborsi adalah sesuatu yang jarang diomongkan. Meskipun aborsi sudah legal dan bisa dilakukan di Indonesia, masih ada banyak halangan yang mencegah aborsi. Salah satu alasan aborsi sulit dilakukan di Indonesia adalah karena orang yang melakukan aborsi akan diberikan tindak pidana. Sesuai pasal 251, 470, dan 471, semua pihak yang terkait praktik aborsi akan diberikan sanksi. Dari perempuan yang menggugurkan kandugannya hingga dokter yang melakukan praktik aborsi tersebut akan diberikan sanksi hukuman penjara.

Namun untuk wanita yang sudah berkeluarga, aborsi atau menggugurkan janin adalah hal yang layak dilakukan. Jika janin tersebut sudah gugur duluan, dokter diperbolehkan untuk mengangkat janin tersebut. Tapi kasus wanita yang memerlukan aborsi di Indonesia adalah mayoritas anak mudah yang dibawah umur 24 tahun.

Kehamilan Yang Terjadi Di Usia Remaja

Salah satu alasan aborsi dianggap menjadi sesuatu yang jahat dan keji adalah karena kehamilan remaja. Akibat pergaulan yang tidak baik, remaja remaja jaman sekarang pun terjerumus kedalam hal hal yang tidak seharusnya dilakukan. Alhasil, ini telah mengakibatkan naiknya angka kehamilan pada remaja. Meskipun remaja tersebut sudah melakukan pertimbangan sebelum aborsi, mereka tetap tidak ingin menyimpan janin tersebut.

Ini karena di usia yang sangat muda, janin tersebut akan susah untuk berkembang. Secara biologis, tubuh manusia belum mampu membesarkan janin pada usia yang muda. Akan ada banyak konsekuensi yang bisa berakibat fatal pada janin tersebut jika mau dikandung. Selain konsekuensi pada janinnya, ada juga resiko yang tinggi bagi ibunya. Ada beberapa kasus dimana ibu dari janin tersebut meninggal dunia, dan ini menjadi salah satu alasan mengapa aborsi dilakukan.

Menyelamatkan Nyawa Ibu

Saat mengandung bayi, para ibu pastinya ingin yang terbaik untuk bayi mereka. Namun, terkadang ini tidak bisa dicapai dan seorang ibu sering kali tidak mendapatkan gizi yang cukup. Saat seorang ibu tidak mempunyai gizi yang memadai, ini berarti bayi mereka juga akan kekurangan gizi. Jika seorang ibu tidak mampu mendapatkan gizi yang seharusnya ia dapatkan, maka bayi pun akan berisiko tidak sehat.

Ada beberapa gangguan yang bisa disebabkan untuk bayi jika tidak mendapatkan gizi yang cukup. Beberapa diantaranya adalah seperti mempunyai diabetes tipe 2. Sebelum bayi itu lahir saja, ia sudah bisa mempunyai diabetes. Selain diabetes ada juga gangguan metabolisme yang bisa mengakibatkan resiko bayi tersebut mendapatkan kanker. Ada juga penyakit lainnya seperti, infeksi, gangguan ginjal, dan penyakit kardiovaskular.

Untuk mencegah ini semua, salah satu cara yang bisa menyelamatkan ibu dari kekurangan nutrisi adalah dengan menggugurkan. Tidak banyak pilihan lain, dan daripada seorang ibu harus meninggal dunia, menggugurkan janin adalah opsi yang menjadi alasan aborsi.

Kondisi Finansial Keluarga

Saat mengandung sebuah bayi, seorang ibu harus berpikir jangka panjang. Tidak terlalu baik jika hanya berpikir jangka pendek. Seorang bayi harus dibesarkan dan harus diberikan kebutuhan khusus. Jika seorang ibu hanya berpikir biaya untuk melahirkan anak saja, berarti sang ibu belum siap membesarkan sebuah anak. Karena membesarkan sebuah anak akan membutuhkan biaya yang banyak di jangka pendek dan panjang. Dimulai dari konsumsi hingga pendidikan, inilah biaya biaya yang harus ditanggung keluarga.

Seringkali, seorang ayah dan ibu tidak memikirkan hal hal tersebut. Setelah beberapa bulan hingga tahun, mereka baru merasa kewalahan. Hal hal seperti inilah yang berakibat fatal untuk masa depan seorang anak tersebut. Faktor seperti kesanggupan seorang keluarga secara finansial bisa menjadi alasan sebuah anak terlantar atau tidaknya. Kebanyakan anak anak yang ada di panti asuhan berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Untuk menghindari hal hal seperti ini, seorang ibu harus memastikan kondisi finansial stabil. Jika tidak, ada banyak resiko yang tidak diketahui sehingga anak tersebut terdorong untuk menjadi yatim piatu. Salah satu alternatif yang dilakukan seorang wanita adalah untuk melakukan aborsi. Beberapa wanita di Indonesia telah melakukan ini karena mereka tidak sanggup membesarkan seorang anak. Bertahan hidup saja sudah kewalahan, jadi memilih untuk melakukan aborsi adalah salah satu solusi yang mereka ambil.

Baca juga article mengenai: Tips Sehat Menikmati Makanan Berlemak

Kasus Wanita Diperkosa

Di banyak negara, hal seperti pemerkosaan masih terjadi. Sering kali, pelaku tindakan kriminal tersebut tidak bertanggung jawab dan tidak memikirkan konsikuensi yang bisa terjadi. Walaupun pelaku sudah tertangkap, apa yang dilakukan mereka sudah terjadi. Dan ini menjadi beban fisik dan mental untuk para wanita. Diantara semua kasus kasus pemerkosaan, seorang wanita pastinya tidak siap untuk melahirkan sebuah anak. Mereka tidak berencana untuk melahirkan sebuah anak dalam waktu yang secepat itu juga.

Dengan alasan ketidak siapan seorang wanita, pemerintah pun melakukan pertimbangan sebelum aborsi. Pemerintah memperbolehkan wanita wanita yang telah menjadi korban pemerkosaan untuk melakukan aborsi. Banyak diantara wanita tersebut masih berusia remaja hingga umur 30 tahunan. Dengan demikian, aborsi pun menjadi alternatif dan jalan keluar untuk korban pemerkosaan tersebut. Seorang ibu juga tidak bisa dipaksa untuk membuahi sebuah bayi yang ia tidak inginkan.

 Maka untuk seorang wanita untuk melanjutkan hidup mereka, aborsi menjadi solusi dibandingkan melahirkan. Tidak adil juga bukan jika mereka harus melahirkan dan menjadi ibu diusia yang mereka tidak harapkan.

Dengan alasan alasan diataslah mengapa seorang ibu harus melakukan pertimbangan sebelum aborsi. Aborsi masih menjadi hal tabu di Indonesia dan pola berpikir itu harus disingkirkan. Ada banyak alasan untuk melakukan aborsi dan itu semua untuk kepentingan berlangsungnya hidup seseorang. Jadi janganlah langsung menganggap orang itu jahat atau buruk saat mereka memilih untuk melakukan aborsi.

Sumber: https://www.klinikaborsiradensaleh.com/