Pertarungan melawan ‘Berita HOAX’ di Indonesia

penting untuk ditekankan, bahwa; kebohongan tidak terbatas pada bidang politik. pihak berwenang juga terus sibuk memerangi informasi palsu, seputar bencana alam dan kecelakaan pesawat lion air oktober lalu.

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Indonesia benar-benar gagap, berada ditengah perkembangan dunia tehnologi saat ini. Media sosial dan berbagai sistem, yang memungkinkan informasi menyebar dan disebar, sepertinya banyak yang belum siap. Kebanyakan orang, begitu mudah mengkonsumsi berita hoax.

Mari kita lihat, saat Indonesia bersiap untuk mengadakan pemilihan umum beberapa waktu lalu, dalam sistem kampanye. Dimana telah didominasi, tidak hanya oleh perdebatan kebijakan, tetapi juga perjuangan melawan “berita hoax.”

Efek berbahaya dari informasi salah yang disengaja. Atau “hoax,”. Seperti yang cenderung kita sebut “Berita palsu”, di Indonesia, telah menjadi bagian yang menghiasi, panggung politik. Selama bertahun-tahun.

Ahok dan Berita Hoax

Contoh paling mencolok terjadi, saat pemilihan gubernur Jakarta. Pada tahun 2017.

Gubernur Jakarta, Cina Kristen, bernama Basuki Tjahaja Purnama, lebih dikenal sebagai Ahok, adalah subjek kampanye disinformasi online besar-besaran. Saat itu, kapasitasnya sebagai calon petahana.

Dipicu oleh video yang muncul, dimana cenderung membentuk opini, yang menunjukkan dia menghina Alquran.

Di tengah membanjirnya konten daring. Yang memicu ketegangan politik dan sosial. Termasuk sentimen anti-Cina. Dan konten Islam garis keras. Yang bertujuan memengaruhi pemilih Muslim. Ahok kehilangan upayanya, untuk terpilih kembali. Dari saingannya, Anies Baswedan.

Tidak hanya itu, ia harus berakhir tragis. Mendekam dipenjara. Karena dituduh “penistaan ​​agama”.

Tidak mengherankan, kemudian, hanya beberapa bulan setelah pemilihan, posisi Indonesia jatuh ke nomor 20. Dari posisi 48 ke 68, pada indeks demokrasi global, majalah The Economist. Menjadikan demokrasi terbesar ketiga di dunia itu, sebagai “negara dengan kinerja terburuk di tahun 2017.”

Kasus Ahok dengan jelas menunjukkan, bagaimana politisasi agama, ditambah dengan penyebaran luas “berita hoax,” dapat memengaruhi pola pemilihan. Dan mempengaruhi hasil pemilihan.

Ketika negara Indonesia bersiap, untuk pemilihan presiden setelahnya. Cara politik seperti ini, telah menguji citra Indonesia. Sebagai pemimpin regional, dalam mempromosikan toleransi dan menegakkan nilai-nilai demokrasi.

Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 140 juta pengguna Internet aktif. Dan salah satu pengguna media sosial aktif, terbesar di dunia. Twitter dan Facebook adalah dua platform paling populer.

Dan kedua media tersebut, adalah kunci untuk mempengaruhi ‘pemilih milenial’. Atau orang yang baru memilih untuk pertama kali. Dengan hampir setengah dari pemilih, pada tahun 2019, diperkirakan berusia antara 17 dan 35.

Ada ketakutan nyata, bahwa disinformasi akan memanipulasi. Sekaligus, mempolarisasi perilaku memilih. Sehingga mempengaruhi suara pemilih.

Bertekad untuk menghindari terulangnya, kasus pemilihan gubernur Jakarta, pemerintah Indonesia, telah mengambil sikap yang kuat. Khususnya dalam memberantas berita hoax yang disebar secara online.

Sejak Oktober, sebelum pemilihan Presiden, Kementerian Komunikasi telah mengadakan pengarahan mingguan. Tentang “berita palsu”. Untuk mengedukasi masyarakat, tentang disinformasi.

Hal ini menyebabkan, pihak berwenang memblokir akses ke situs web. Yang dianggap sebagai sumber “berita hoax”. Dan penangkapan, 14 anggota ​​Muslim Cyber Army. Sebuah jaringan yang dituduh, memproduksi hoax. Berupa kampanye fitnah dan ujaran kebencian. Yang tujuannya, untuk mengobarkan sentimen agama dan etnis.

Pemerintah juga, membentuk tim khusus, dalam memantau lalu lintas media sosial. Dan platform online lainnya. Terkait tindak pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Penting untuk ditekankan, bahwa; kebohongan tidak terbatas pada bidang politik. Pihak berwenang juga terus sibuk memerangi informasi palsu, seputar bencana alam dan kecelakaan pesawat Lion Air Oktober lalu.

Sebuah situs web baru, bernama Stophoax.id, diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi, Indonesia. Untuk mengatasi kebohongan. Dan memberikan jalan bagi publik, untuk melaporkan sumber berita palsu.

Meskipun ada upaya-upaya ini, setidaknya 700 hoax terkait pemilu, dilaporkan oleh kementerian pada bulan Maret saja. Begitulah, gambaran skala masalahnya.

Banyak hoax disebar dengan sengaja. Tetapi, sirkulasi yang tidak disengaja dapat menimbulkan tantangan tersendiri. Ini adalah pertarungan antara pemeriksa fakta, dan pembuat kebohongan. Juga dikenal sebagai “buzzers,”. Dimana semakin menggunakan metode yang lebih canggih, untuk menyebarkan berita palsu. Termasuk menyebarkan konten video.

Tentu saja, tidak ada pertanyaan, bahwa “berita hoax” telah menjadi sorotan penting. Dan seruan dalam bentuk kecaman, dari pemerintah-pemerintah di seluruh dunia. Masalahnya;

Di AS, Presiden Donald Trump, telah menyerang wartawan independen, karena dituding menjual “berita palsu”, ketika mereka mempertanyakan agendanya. Lebih dekat, pemerintah otoriter di Kamboja dan Malaysia, baru-baru ini mengesahkan undang-undang “berita hoax”. Yang tampaknya, dirancang untuk menekan suara-suara kritis, meskipun untungnya, pihak berwenang baru di Malaysia, telah mengambil langkah-langkah untuk mencabut hukum tersebut.

Di Filipina, Presiden Rodrigo Duterte secara terbuka mengakui mengerahkan ” troll armies ” untuk melecehkan lawan dan menyebarkan hujatan di media sosial. Baru-baru ini di Singapura, RUU Perlindungan dari Kepalsuan dan Manipulasi Online yang baru diusulkan, atau RUU “berita palsu”, telah banyak dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia karena menghambat debat.

Karena sifat Internet yang cepat, menangani berita palsu, Seharusnya, tidak hanya melibatkan upaya dari pemerintah. Tetapi juga dari jurnalis, redaksional media dan masyarakat sipil.

Salah satu inisiatif penting di Indonesia, adalah CekFakta. Koalisi verifikasi-digital dari 24 organisasi media besar, termasuk Google News Initiative, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo), dan Aliansi Jurnalis Independen ( AJI). Secara independen, bertujuan untuk mendukung program pemerintah yang sedang berjalan. Dengan memperkuat jurnalisme yang bertanggung jawab, dan memastikan bahwa redaksional berita menjunjung tinggi standar akurasi.

Sejak Desember, sebelum pemilihan waktu itu, Mafindo telah mencatat lonjakan berita palsu politik. Yang menargetkan kampanye dua kandidat utama pemilihan presiden. Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Misalnya, Jokowi sering digambarkan sebagai seorang komunis atau anti-Islam. Sementara “berita palsu” menyebar tentang Prabowo, mengklaim ia berencana untuk mendirikan kekhalifahan baru.

Bahkan, lembaga pemilihan telah ditargetkan dalam upaya untuk mendelegitimasi mereka, yang mengkhawatirkan pemantau pemilu.

Meskipun ada upaya untuk memberantas berita palsu, namun masih banyak yang harus dilakukan. Untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran, akan implikasinya.

Pancasila ideologi negara Indonesia, yang mencakup penghormatan terhadap kemanusiaan, kebebasan untuk memilih agama atau kepercayaan seseorang, dan keadilan sosial, menghadapi ancaman dari politik identitas. Dimana memicu konflik perbedaan ras dan agama.

Pemerintah memiliki tugas untuk memastikan, bahwa; masyarakat diberi informasi dengan baik. Tetapi, harus melakukannya dengan cara, yang tidak hanya menguntungkan satu pihak. Atau secara sewenang-wenang memberangus kritik.

Menikmati hak-hak sipil dan politik, termasuk hak untuk memilih dan dipilih, adalah komponen yang sangat diperlukan untuk berjalannya fungsi demokrasi. Sebagai kandidat dalam pemilu Indonesia yang akan datang, adalah tanggung jawab saya untuk melakukan apa yang saya bisa untuk mencegah erosi kepercayaan publik terhadap proses demokrasi kita, serta orang-orang di kawasan ini.

Dan hal yang paling penting adalah, melakukan edukasi terhadap masyarakat. Yang masih gagap terhadap perkembangan tehnologi informasi. Tentang bagaimana memilah, memilih, sekaligus menyaring informasi yang dikonsumsi. Dalam hal ini, perlu kecerdasan. Wawasan yang luas.

Sehingga, lebih bijaksana dalam bersikap dan memutusakan sesuatu. Berita hoax adalah bahaya. Yang dapat saja memicu terjadi konflik besar. Dan memakan korban yang juga besar. Namun, tidak ada cara yang paling efektif, selain membuat masyarakat untuk lebih cerdas dan bijaksana.

Pertarungan melawan berita hoax belum selesai!

Selama masih banyak orang-orang bodoh dan kurang wawasan. Karena ini menjadi target utama, bagi para politikus kotor untuk mendapat dukungan murah.

Latest News

4 OPD Kepahiang Dilaporkan FPR Ke Kejagung

BedahBerita.Co.Id, Front Pembela Rakyat (FPR) melaporkan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Kepahiang.Atas indikasi adanya tindak...

3 Tersangka Korupsi DD Embong Sido Di Tahan

BedahBerita.Co.Id, Tiga Tersangka (TSK) Korupsi Dana Desa (DD) Embong Sido Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang ditahan pihak Kejari Kepahiang, setelah dilakukan penyerahan...

Jaksa Geledah Pemkab Dan DPRD Kepahiang, Indikasi Kasus Tanah Kantor Camat TB Karai

BedahBerita.Co.Id, Nampaknya Kasus pengadaan Lahan Tanah Kantor Camat Tebat Karai mulai serius di garap Kejaksaan Negeri Kepahiang, setelah Laporan yang di layangkan...

Spiritual Retreat, Love & Unity Tour, Indonesia 2019

Sri Bhagavan, pemimpin spritual dan pendiri International Vedanta Society yang berpusat di Kolkata, India akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 2-13 Desember...

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun 2018 di Dinas Kesehatan (Dinkes)...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -