Perlu Keseriusan Hadapi Keterpurukan Rupiah

Parlindungan Purba senator dari Provinsi Sumatera Utara : Salah satunya adalah memunculkan kebijakan yang memihak pada sektor perekonomian rakyat dan gerakan untuk menggunakan produk dalam negeri tegas

0
316
Banner BPKAD

Keterpurukan rupiah terhadap dollar yang telah menembus angka Rp. 14.000,- per dollar menyebabkan adanya kerisauan kenaikan bahan pokok di masyarakat.

Oleh karena itu, Pemerintah harus menunjukkan keseriusannya dalam memunculkan solusi atas melemahnya ekonomi Indonesia, salah satunya adalah memunculkan kebijakan yang memihak pada sektor perekonomian rakyat dan gerakan untuk menggunakan produk dalam negeri.

“Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah mengembangkan program Cinta Produk Dalam Negeri. Pemerintah harus mampu mengeluarkan Perpres yang dapat menstimulus pembelian terhadap produk dalam negeri,” tegas Parlindungan Purba senator dari Provinsi Sumatera Utara ini saat konferensi pers di Pressroom Parlemen MPR/DPR/DPD .

Senada dengan Parlindungan Purba, Lalu Shaimi Ismy, Senator dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, juga mengatakan bahwa Pemerintah harus harus menunjukkan keberpihakan serius kepada perekonomian rakyat. Salah satunya adalah dengan mengurangi impor bahan pangan dari luar negeri dan memaksimalkan produk dalam negeri.

“Adanya keterpurukan ekonomi Indonesia, Pemerintah harus menunjukkan keberpihakan serius kepada rakyat. Adanya kebijakan impor yang tinggi dari Pemerintah menyebabkan kelesuan terhadap penjualan produk atau bahan pangan yang diproduksi dalam negeri. Oleh karena itu, harus ada kebijakan (pemerintah) untuk mengamankan produk dalam negeri,” ujarnya.

Lalu Suhaimi juga mengatakan bahwa Pemerintah juga harus menjaga standar harga terhadap produk dalam negeri, agar tidak ada produk pangan dalam negeri yang anjlok ataupun sangat tinggi. Pemerintah harus membuat standarisasi harga produk di masyarakat dan harus membuat kebijakan untuk membeli produk dalam negeri.

Selain itu, dalam konferensi pers tersebut, Parlindungan juga mengatakan bahwa dirinya bersama Komite II saat ini sedang membahas UU Pengadaan Barang dan Jasa yang bertujuan untuk mempercepat pengadaan barang, dan adanya perlindungan terhadap pelaku usaha nasional. #Ibnu Gibran Umayyah

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here