Perkara Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Jaksa, Ini Penjelasan Kades!

1
311
KADES KERTA PATI KECAMATAN AIR BESI KABUPATEN BENGKULU UTARA

Bengkulu Utara,(GC) – Sejumlah kepala desa tampaknya terus mempertanyakan soal perkara oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berinisial PS yang diduga telah memalsukan tanda tangan kasubag Bin dan Cap Institusi Kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkulu Utara yang sudah viral di beberapa media dalam bulan-bulan ini.

Seperti yang dijelaskan oleh Sudirman, salah seorang Kades Desa Kerta Pati kecamatan Air Besi dengan media ini di kediamanya mengatakan, selaku Kades, dirinya dan beberapa kades yang lainnya hingga saat ini masih menimbulkan pertanyaan yang besar dalam persoalan tersebut. Bahkan Ia menilai tanda tangan dan stempel tersebut asli dari pihak kejaksaan Negeri.

Pasalnya, Jika memang dipalsukan, mengapa pihak kejaksaan belum ada tindakan yang tegas untuk mempidanakan oknum LSM yang diduga telah memalsukan tanda tangan dan cap pihak institusi kejakasaan selaku aparat penegak hukum di wilayah ini.

Padahal, dalam persoalan ini pihak kejaksaan Negeri Bengkulu Utara sudah jelas-jelas telah mengakui, bahwa tanda tangan kasubag Bin yang disertai dengan Cap Institusi Kejaksaan tersebut di palsukan oleh oknum LSM AIPI berinisial PS. Namun sangat disayangkan penjelasan pihak kejaksaan tersebut belum disertai dengan hasil Forensik Pemalsuan tanda tangan.

“Kalau Saya mengatakan oknum LSM itu Mamang hebat, sebab hingga saat ini pihak kejaksaan belum ada melakukan tindakan yang tegas untuk mempidanakannya. Bahkan kami juga menilai tanda tangan serta cap itu sepertinya dari kejaksaan, sebab ada apa jaksa terkesan takut mengusuti parkara ini, sementara kades gunung agung yang memalsukan tanda tangan untuk kepentingan warganya saja terpidana. lalu apa bedanya dengan kasus ini,” terang kades, Rabu (1/8/2018).

Sudirman juga menambahkan, dirinya sangat berharap kepada Ketua Forum Kades baik ditingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten agar tidak berdiam diri atas adanya perkara oknum LSM yang telah memalsukan tanda tangan jaksa tersebut. Karena selain sudah meresahkan para Kades, Oknum LSM tersebut juga dinilai sudah mencoreng institusi Kejasaan selaku aparat penegak hukum yang telah dipercayai oleh pemerintah dan masyarakat di wilayah Bengkulu Utara.

“Kalau saya siap kapan saja untuk mempertanyakan masalah ini ke kejaksaan, tapi kamikan ada orang yang telah kami angkat dan kami percayakan sebagai ketua Forum kades, seharusnya mereka yang bergerak duluan. Tapi setelah kita lihat sekarang merekakan diam saja, mungkin takut juga dengan oknum LSM itu atau takut yang lainnya,” cetus Kades.

Selain itu Sudirman juga mengakui, jika oknum LSM AIPI berinisial PS dan salah satu orang temannya yang diduga telah memalsukan tanda tangan jaksa itu pernah mendatanginya dan menyodorkan surat MoU palsu kepadanya untuk diminta melakukan kerja sama dalam pengawasan dalam pengelolaan ADD dan DD tahun 2018 hingga tahun 2019.

“Sebulan yang lalu pernah mereka berdua datang kesini menyodorkan surat MoU itu, untuk diminta melakukan kerja sama pengawasan ADD dan DD. Bahkan mereka sempat mengatakan kalu setiap akhir tahun anggaran, kami harus menyetor 5 hingga 7 juta atau 1,5 persen dari pagu anggaran dana desa di desa kami,” katanya. https://www.garudacitizen.com/satpam-kejari-no-comment-soal-pemalsuan-tanda-tangan-jaksa/

https://www.garudacitizen.com/kades-pemalsu-tanda-tangan-p21-oknum-lsm-gimana/

https://www.garudacitizen.com/aneh-pihak-kejari-tidak-melaporkan-oknum-lsm/

https://www.garudacitizen.com/karena-masih-menunggu-panggilan-jaksa-wartawan-diminta-redam-pemberitaan/

https://www.garudacitizen.com/soal-pemalsuan-tanda-tangan-jaksa-masih-dilema/

Namun setelah dipertanyakan, apakah pihak oknum LSM telah meminta uang atas MoU palsu itu, Sudirman secara singkat mengatakan, “Saya memang menerima MoU mereka lantaran melihat tanda tangan jaksa dan cap kejari, tetapi saya belum langsung memberikan uang yang mereka minta, karena saya katakan masih ingin berkoordinasi dengan ketua Forum kades terlebih dahulu atas hal ini,” ujarnya.

Sementara, ketika dikonfirmasikan oleh wartawan media ini, terkait sejauh mana tindak lanjut pihak Kejari dalam mengusut atas persoalan dugaan oknum LSM yang telah memalsukan tanda tangan Kasubag Bin dan Stempel institusi kejaksaan saat ini pada kepala kejaksaan Negeri Bengkulu Utara, Fatkhuri,SH melalui Kasi intel Denny Agustian,SH,MH di ruang kerjanya mengatakan, untuk saat ini pihak kejaksaan belum melakukan pemanggilan oknum LSM tersebut lantaran masih menunggu perintah atasannya “Kajari”.

“Kami belum melakukan pemanggilan oknum LSM itu, sebab kami masih menunggu perintah Kajari,” singkat Kasi Intel. (Ben)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here