Connect with us

Bisnis

Perbedaan Deadline dan Dateline di Sebuah Kalimat

Published

on

Perbedaan Deadline dan Dateline

Aduh kerjaan banyak, dikejar deadline pula!

Hayo, siapa yang sering mengeluh seperti itu? Biasanya sering diucapkan oleh para mahasiswa dan karyawan di tengah banyaknya tugas yang rasanya “bikin mau meninggal!”. Namun, apakah Anda sudah paham sebenarnya apa perbedaan Deadline dan Dateline

Karena di dalam pengucapan bahasa Inggris, sering terjadi beberapa kesalahan yang biasanya terjadi (common errors). Nah, salah satunya adalah penggunaan kata Deadline dan Dateline di dalam sebuah kalimat. 

Kedua kata tersebut memang memiliki pengucapan atau pronunciation yang hampir mirip. Hm, lalu apa yang menjadi perbedaannya? Simak lebih lanjut di bawah ini. 

Penjelasan Perbedaan Deadline dan Dateline

Karena pengucapan yang hampir serupa antara Deadline dan Dateline, tidak jarang membuat orang-orang yang baru belajar bahasa Inggris kebingungan. Bahkan sampai tertukar saat menggunakan kata tersebut di dalam sebuah kalimat. Contohnya seperti di kalimat “John, when is the dateline for filing taxes? (John, kapan batas waktu untuk pengajuan pajak?). 

Apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut tentu saja tidak masalah. Akan tetapi, akan terdapat kesalahan grammar jika dibaca dalam bahasa Inggris. Karena seharusnya kata Dateline diganti dengan Deadline (tenggat waktu), sehingga kalimatnya tidak membuat keliru. 

Untuk lebih memudahkan Anda memahaminya, simak perbedaan yang lebih lengkap dari Deadline dan Dateline. 

Penjelasan Deadline

Apabila diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa Indonesia, Deadline mempunyai makna “garis mati”. Akan tetapi, kata tersebut mempunyai beberapa sifat yang dapat mempengaruhi maknanya. Contohnya seperti kata benda (noun) atau kata kerja (verb).

Perbedaan Deadline dan Dateline

1. Deadline Sebagai Kata Benda (Noun)

Jika dimaknakan sebagai kata benda, Deadline berarti sebagai tanggal atau jatuh tempo suatu hal atau pekerjaan yang harus diselesaikan segera. Untuk memudahkan Anda menggunakan kata Deadline sebagai noun atau kata benda, tambahkan kata “the” di depannya. 

Contoh:

John, the deadline for filling taxes was three days ago. I cannot believe you forgot it as I have been reminding you all month!” (John, batas waktu pengajuan pajak itu tiga hari yang lalu. Saya tidak percaya kamu bisa melupakannya padahal sudah saya ingatkan selama satu bulan ini!).

2. Deadline Sebagai Kata Kerja (Verb)

Untuk memudahkan Anda memahami perbedaan Deadline dan Dateline, perhatikan penggunaan kata kerja di bawah ini yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah tugas dalam tenggat waktu tertentu. 

Contoh:

We are working here under a deadline from our boss” (Kami bekerja di sini di bawah tenggat waktu yang diberikan oleh atasan kami).

Penjelasan Dateline

Berbeda dengan Deadline, kata Dateline lebih cenderung digunakan dalam konteks jurnalistik. Di mana penulisannya hampir selalu ditempatkan di baris awal sebuah berita, baik itu media cetak offline maupun online. Kemudian, penulisan kata Dateline sendiri di pisah seperti “Date” dan “Line”. Jadi bukan digabung menjadi sebuah frasa. 

Perbedaan Deadline dan Dateline

1. Dateline Sebagai Kata Benda (Noun)

Dateline adalah frasa yang digunakan untuk menyatakan tanggal dan tempat asal sebuah peristiwa yang diberitakan. Media yang kerap menggunakan istilah tersebut baisanya adalah majalah, koran, dan artikel berita. Frasa tersebut umum berada di awal. 

Hal ini juga kerap diterapkan dalam bentuk laporan langsung atau live di televisi. Misalnya seperti informasi tempat dan tanggal kejadian berita yang sedang dilaporkan. 

Sebagai contoh Press Release berita, sebuah judul berita menginfokan sebuah peristiwa sedang terjadi di Jakarta. Maka Dateline yang akan dituliskan seperti “Jakarta, 28 Desember 2022”. Maknanya adalah bahwa peristiwa yang terjadi tersebut berlangsung di kota Jakarta pada tanggal 28 Desember 2022. 

Selain itu, Dateline sebagai kata benda juga bisa dimaknai sebagai garis imajiner yang mengelilingi bumi, sesuai garis meredien 180°. Hal ini merupakan istilah internasional untuk menyebutkan garis waktu ataupun batas penanggalan secara internasional. 

2. Dateline Sebagai Kata Kerja (Verb)

Perbedaan Deadline dan Dateline juga bisa dilihat dalam penggunaannya untuk kata kerja. Dateline merupakan tanda yang digunakan untuk memberikan informasi sebuah dokumen yang dilampirkan. Bisa juga untuk menyisipkan kutipan atau quote di dalam sebuah artikel atau contoh Press Release, dan tulisan karya ilmiah. 

Sebagai contoh:

(Arnold’s, 2022, p. 28) – Ini berarti bahwa kutipan yang diambil dari buku yang ditulis oleh Arnold dan diterbitkan pada tahun 2022 di halaman 28. 

Format penulisan di atas yang dimaknai sebagai Dateline memiliki makna yang sangat jauh berbeda dengan Deadline yang merupakan tenggat waktu.

Kesimpulan

Meskipun memiliki pengucapan yang hampir serupa, namun perbedaan Deadline dan Dateline bisa dipahami dengan jelas. Deadline merupakan istilah dari bahasa Inggris yang memiliki makna tenggat waktu yang bisa digunakan dalam konteks sehari-hari. 

Bahkan terkadang juga digunakan pada promosi halus atau soft selling. Sedangkan untuk Dateline memiliki makna tenggat waktu, namun lebih sering digunakan dalam konteks jurnalistik. 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Bisnis

Jelaskan Rumus 5W + 1H di dalam Teks Berita

Published

on

Jelaskan Rumus 5W + 1H

Di dalam artikel ini, kami akan jelaskan rumus 5W + 1H. Saat menempuh bangku pendidikan, mungkin kita sudah pernah mempelajarinya. Namun ternyata masih ada banyak yang lupa dengan rumus tersebut. 

Kenapa penting untuk mengulasnya kembali? Tentu saja karena bisa membantu kita semua untuk memahami sebuah berita yang sekarang banyak bermunculan di internet. 

Maka dari itu, kami akan menjelaskannya di dalam artikel ini tentang 5W + 1H. Informasi ini penting untuk Anda pahami, apalagi yang mendalami bidang PR serta harus memiliki keahlian menganalisis manfaat media publikasi bagi kegiatan humas. Langsung saja simak penjelasannya di bawah. 

Jelaskan Rumus 5W + 1H, Apa Makna Sebenarnya?

Rumus 5W + 1H kerap kali ditemukan pada teks berita yang memuat poin-poin penting agar informasi yang disampaikan bisa dipahami dengan jelas oleh publik. 

Berdasarkan histori, rumus tersebut ditemukan oleh seorang penulis yang berkebangsaan Inggris, Rudyard Kipling, sehingga struktur penulisan ini juga terkenal dengan sebutan “metode kipling”. Dengan metode kipling, berita dapat disampaikan dengan mendalam kepada para pembaca. 

Mengutip penjelasan dari buku Rangkuman Lengkap Bahasa Indonesia: SMA IPA kelas 10/11/12 (2016), metode 5W + 1H merupakan cara untuk mengungkap pokok-pokok informasi dari suatu paragraf atau wacana. Nah secara sederhana, 5W + 1H terdiri dari:

  • What: Apa peristiwa yang terjadi?
  • Who: Siapa yang terlibat di dalam peristiwa itu?
  • Why: Mengapa peristiwa itu bisa terjadi?
  • When: Kapan peristiwa itu terjadi?
  • Where: Di mana peristiwa itu terjadi?
  • How: Bagaimana peristiwa itu bisa terjadi?
Jelaskan Rumus 5W + 1H

Penjabaran Rumus 5W + 1H

Setelah kami jelaskan rumus 5W + 1H secara makna di atas, sekarang saatnya Anda memahami penjabarannya yang lebih lengkap. Sebenarnya informasi ini tidak sulit untuk dipahami. Namun dalam implementasinya, masih ada banyak orang yang tidak bisa membedakannya. Baiklah, langsung saja simak informasinya. 

1. Unsur “What”

Unsur What atau dalam bahasa Indonesia “Apa”, berfungsi untuk menjelaskan objek peristiwa atau berita yang menjadi sorotan wacana. Jika berbicara tentang objek, sudah pasti yang dimaksud adalah kata benda yang mengakibatkan sebuah peristiwa terjadi. Adapun beberapa contoh yang termasuk unsur ini di dalam sebuah berita seperti:

  • Pergantian Menteri Republik Indonesia
  • Letusan erupsi Gunung Semeru
  • Kasus pertama COVID-19 di Indonesia
  • Perkiraan cuaca buruk
  • dan sebagainya

2. Unsur “Who”

Di dalam unsur Who atau dalam bahasa Indonesia “Siapa”, sebuah berita akan menyematkan atau menjelaskan tentang objek yang terlibat dari sebuah peristiwa, baik itu tokoh individu atau sebuah kelompok. Adapun beberapa contoh yang mudah Anda mengerti seperti:

  • Presiden RI Joko Widodo
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Masyarakat Indonesia
  • dan lainnya

3. Unsur “Why”

Unsur Why atau dalam bahasa Indonesia “Kenapa” atau “Mengapa”, adalah bentuk penjelasan awal dan juga latar belakang dari sebuah peristiwa yang terjadi dan di muat dalam contoh Press Release. Apabila objek yang dijelaskan mengenai peresmian sebuah wilayah, maka perlu dijelaskan latar belakang sampai keuntungan dari peresmian wilayah tersebut. 

Jelaskan Rumus 5W + 1H

4. Unsur “When”

Saat kami jelaskan rumus 5W + 1H, sebisa mungkin kami memilah penjelasan yang mudah dimengeti. Seperti unsur When atau di dalam bahasa Indonesia “Kapan”, ini merupakan sebuah pemaparan waktu terjadinya peristiwa yang terjadi dan ditulis ke dalam berita. 

Pada unsur ini, beberapa berita memuat informasi seperti hari, tanggal, dan juga tahun. Akan tetapi, ada juga yang menuliskannya secara lengkap sampai jam terjadinya peristiwa tersebut. Memang bisa disesuaikan lagi dengan kebutuhan dan topik berita. 

5. Unsur “Where”

Unsur Where atau dalam bahasa Indonesia “Di mana” akan menjelaskan di mana sebuah peristiwa terjadi. Unsur inipun juga mencakup tempat di mana narasumber diwawancarai. Sebagai contoh, yang termasuk ke dalam unsur ini adalah:

  • Di pabrik
  • Di sekolah
  • Di pertambangan
  • Di sebuah kota
  • Di sebuah negara
  • Di sebuah kabupaten
  • dan lainnya

6. Unsur “How”

Nah, terakhir yang kan kami jelaskan rumus 5W + 1H adalah unsur How atau di dalam bahasa Indonesia “Bagaimana”. Unsur ini menjadi bagian terpenting dari sebuah berita karena akan memaparkan kronologi dari peristiwa yang terjadi secara detail dan sistematis. 

Sehingga akan membuat para pembaca cepat paham dengan penyebab atau sumber masalah dari sebuah peristiwa.

Membuat Struktur Berita

Selain jelaskan rumus 5W + 1H, kami akan berikan sedikit bocoran apa saja unsur-unsur pada sebuah berita yang harus dipahami. Pasalnya, ini akan membuat berita yang disajikan menarik untuk dibaca. Berdasarkan penjelasan dari buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan oleh Taufiqur Rahman, sebuah berita harus memuat:

  • Judul (headline) – Berisi kata kunci yang mewakili keseluruhan isi berita
  • Terad (lead) – Terletak di paragrad utama yang mencakup pokok inti pembahasan dari keseluruhan isi berita
  • Isi (body) – Bagian isi teks berita secara keseluruhan dan rinci

Akhir Kata

Kami baru saja jelaskan rumus 5W + 1H yang bisa Anda pahami untuk membuat penulisan berita yang jelas dan lengkap. Karena tugas ini biasa dikerjakan oleh seseorang yang menggeluti bidang humas atau PR, pahami terlebih dahulu apa definisi Public Relation.

Continue Reading

Bisnis

Apa Itu Public Relation dan Keahlian Yang Harus Dimiliki

Published

on

Apa Itu Public Relation

Sebenarnya, apa itu Public Relation? Kenapa akhir-akhir ini banyak sekali dibicarakan?

Public Relations atau hubungan masyarakat (humas) yang sekarang ini banyak dibutuhkan oleh perusahaan atau organisasi. Pasalnya, profesi ini memiliki tugas yang krusial untuk menjalin sebuah hubungan yang efektif dengan pihak luar (perusahaan atau organisasi lain dan masyarakat). 

Tidak jarang mahasiswa yang memilih jurusan komunikasi bercita-cita bisa menggeluti bidang Public Relations. Bukan hanya karena terkesan keren, namun juga karena bisa menghasilkan gaji tinggi. 

Namun jangan senang dulu, karena terdapat kewajiban yang harus dikerjakan oleh seorang PR dan itu tidak mudah. Mari kita pelajari bersama-sama profesi yang banyak diimpikan oleh banyak orang ini. 

Pengertian Apa Itu Public Relation

Suatu perusahaan atau organisasi menciptakan opini publik dengan membuat contoh Press Release atau berita yang bisa mempengaruhi persepsi masyarakat melalui media dengan tujuan mendapatkan citra yang baik. Selain itu, yang mereka harapkan juga pengaruh positif dalam bentuk opini publik sehingga tujuan yang diharapkan tercapai. 

Nah, menjaga reputasi dari sebuah perusahaan atau organisasi adalah keahlian seorang Public Relations atau PR. Profesi ini bertugas untuk mengelola informasi publik untuk bisa diantisipasi, analisa, dan juga dipahami oleh publik sehingga melahirkan suatu opini yang positif. 

Jadi, apa itu Public Relation?

Public Relations adalah seseorang yang memiliki kewajiban untuk mengelola citra dan reputasi dari suatu perusahaan atau organisasi melalui opini publik. Langkah yang dilakukan adalah membangun komunikasi yang strategis dan efektif terhadap informasi yang disebarluaskan untuk meraih keuntungan dalam bentuk persepsi publik. 

Saat ini, penyebaran informasi yang berkaitan dengan peristiwa atau berita bisa dilakukan melalui cara pasang iklan di koran, sosial media, dan portal-portal berita. Sehingga dapat memudahkan seorang Public Relations mencapai tujuannya. 

Apa Itu Public Relation

Kenapa Profesi Public Relations Banyak Diminati?

Setelah memahami apa itu Public Relation, sekarang saatnya Anda ketahui juga mengapa profesi ini banyak diminati oleh orang-orang di jaman sekarang. 

Staf humas atau PR merupakan profesi yang berperan sebagai jembatan komunikasi dari berbagai pihak. Maka tidak heran apabila PR harus memahami betul konsep komunikasi, menyusun strategi komunikasi, dan siap mempraktekannya di setiap program komunikasi dengan sebaik-baiknya. 

Jadi seorang PR akan dituntut untuk membangun sebuah komunikasi timbal balik dengan para investor dan publik agar tujuan pribadi, organisasi atau perusahaan bisa tercapai. Karena jati diri merupakan cerminan profesi PR, maka seseorang yang berkecimpung di dunia ini haruslah mampu membangun citra positif. 

Jadi apapun yang melekat di dalam dirinya harus berlandaskan harapan yang akan terwujud. Penasaran kenapa orang-orang banyak memiliki minat untuk masuk ke dunia Public Relations? Berikut penjelasannya.

1. Penghasilan Menjanjikan

Mengutip penjelasan dari Kompas, salah satu alasan yang paling utama kenapa banyak orang memiliki minat menjadi seorang Public Relations adalah karena penghasilannya menjanjikan. 

Berdasarkan data yang kami temukan dari Laws of Attraction JobStreet Indonesia 2019, gaji untuk level fresh graduate Public Relations sebesar Rp 3.100.000 (tergantung wilayah). Bahkan ada perusahaan besar yang berani memberikan gaji sampai 10 juta rupiah untuk level PR senior. 

Tentu saja, angka tersebut sangat memotivasi orang banyak untuk bisa memiliki kemampuan sebagai seorang PR yang hebat. Karena profesi ini dituntut harus bisa kreatif sehingga ide-ide dan solusi baru muncul melalui komunikasi dengan klien, media, dan publik.

2. Memiliki Dua Pilihan Institusi

Berdasarkan penjelasan yang sudah kami sebutkan mengenai apa itu Public Relation, profesi ini bisa bekerja di dua institusi, yakni perusahaan atau organisasi di bawah naungan pemerintah. Maka dari itu, seorang PR bisa fleksibel memilih lingkungan kerja yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. 

3. Tingkat Kepuasan Kerja Yang Tinggi

Mengutip penjelasan dari Liputan6, rata-rata tingkat kepuasan kerja pada bidang Public Relations adalah 3,59 dari 5. 

Data inni menjelaskan bahwa perasaan puasa akan karir atau pekerjaan yang dijalani cukup tinggi, berdasarkan dari tunjangan dan jaminan hari tua. Selain itu, tingkat persaingan untuk mendapatkan kursi di tempat bekerja pun masuk ke dalam data kepuasaan ini.

Keahlian Yang Dibutuhkan Seorang Public Relations

Dari awal penjelasan apa itu Public Relation, kami sudah mengingatkan Anda bahwa profesi ini bukan merupakan profesi yang mudah untuk sebagian orang. Pasalnya, staf PR dituntut memiliki kemampuan yang memadai seperti:

  • Keterampilan komunikasi untuk menjalin hubungan yang efektif dengan pihak luar
  • Keterampilan melakukan analisis untuk memahami apa yang diinginkan oleh pihak luar
  • Keterampilan berpikir kreatif untuk menemukan ide dan solusi baru dari hasil komunikasi dengan pihak luar
  • Keterampilan berbahasa asing jika harus membangun komunikasi dengan orang-orang yang berasal dari negara yang berbeda

Baiklah, itu tadi adalah penjelasan kami tentang apa itu Public Relation dan lainnya yang bisa Anda pahami. Bagaimana? Apakah semakin tertarik menggeluti bidang profesi ini? Anda juga bisa pahami perbedaan Deadline dan Dateline yang merupakan istilah penting di dalam dunia humas. 

Continue Reading

Bisnis

Soft Selling Adalah, Kelebihan, dan Contoh

Published

on

Soft Selling Adalah

Pemilihan strategi dalam berbisnis harus dipikirkan secara matang supaya bisa bantu meningkatkan value brand dan prospek penjualan dalam jangka panjang. Seperti soft selling adalah salah satu strategi promosi yang dilakukan secara halus guna meningkatkan perhatian publik untuk menggunakan sebuah produk atau layanan jasa.

Di era digital ini, mungkin Anda sudah tidak begitu asing dengan istilah soft selling. Istilah ini terkenal sebagai teknik pemasaran atau promosi yang dilakukan dengan cara tidak terang-terangan. 

Anda pastinya pernah melihat sebuah kalimat iklan seperti “download sekarang juga!”, “beli sekarang dapat 2”, “daftarkan akun mu dan raih hadiahnya!” dan lainnya, Tiga contoh tersebut masuk ke dalam konsep promosi hard selling, di mana pemilik bisnis secara terang-terangan mengarahkan konsumen untuk melakukan sebuah “aksi”. Hm, namun bagaimana dengan konsep soft selling?

Penjelasan Apa Itu Soft Selling

Untuk Anda ketahui, soft selling adalah suatu pendekatan di dalam pemasaran atau promosi yang berfokus pada rayuan atau bujukan secara halus dengan bahasa yang santai. Strategi promosi halus ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman penjualan yang berkesan untuk para target konsumen secara emosional dan umumnya dalam jangka panjang. 

Walaupun soft selling tidak langsung meminta seseorang untuk melakukan sebuah aksi (membeli atau menggunakan) seperti hard selling, namun strategi tersebut bisa menjadi proses yang penting untuk meningkatkan nilai brand. Maka dari itu, promosi yang dilakukan secara halus ini harus dilengkapi dengan pengetahuan yang mendalam mengenai keunggulan produk atau layanan yang ditawarkan.

Kemudian, ketekunan dan pengetahuan tentang produk harus dipahami secara seimbang untuk disampaikan nantinya kepada publik. Sehingga soft selling kerap berhasil jika penyampaian informasi mengenai produk dilakukan dengan tenang dan nyaman, dan bisa menarik minat konsumen yang berkaitan dengan prospek produk. 

Sebagai contoh, suatu divisi pemasaran akan melakukan promosi untuk perusahaan yang memproduksi suplemen nutrisi. Maka soft selling-nya nanti bisa dilakukan dengan memberikan informasi mengenai kondisi jika manusia kekurangan nutrisi dan menjangkau konsumen untuk percaya bahwa mereka membutuhkan suplemen nutrisi tambahan.

Soft Selling Adalah

Apakah Soft Selling Adalah Strategi Marketing Terbaik?

Jika ditanya apakah soft selling adalah strategi terbaik di dalam marketing, maka jawaban kami bukan yang paling terbaik, namun memiliki kelebihan dibandingkan strategi hard selling. 

Pasalnya, promosi yang dilakukan secara halus ini lebih konsultatif (yang harus dipikirkan secara matang), sehingga tidak bisa secara terang-terangan membujuk para konsumen untuk membeli atau menggunakan sebuah produk/jasa. 

Sedangkan untuk hard selling, strategi ini lebih menonjolkan bahasa penjualan yang mendesak dan langsung. Strategi terang-terangan ini memang dirancang untuk membuat konsumen membeli barang atau jasa dalam jangka pendek. Cukup berbeda dengan strategi soft selling yang lebih condong mengevaluasi pilihan konsumen dan berpotensi menarik perhatian mereka dalam jangka panjang.

Hard selling masih dianggap sebagai strategi marketing yang agresif dan bertekanan tinggi sehingga tidak begitu disukai menurut beberapa pakar penjualan. Berbeda dengan soft selling yang justru lebih menarik konsumen dengan cara yang lebih halus dan tidak terburu-buru. Sehingga berpotensi membuat pelanggan lebih puas dan kembali lagi melakukan pembelian produk. 

Promosi yang dilakukan secara halus ini didasari oleh pengulangan ide, pesan, dan komunikasi hasil prospek penjualan yang diinginkan. Strategi ini pun cenderung lebih persuasif dan tidak mematikan calon konsumen.

Strategi soft selling cenderung menekankan kelebihan suatu produk atau jasa dan menarik emosi konsumen dengan menggunakan humor atau memunculkan ide yang relevan. 

Alasannya, keputusan untuk membeli sesuatu tergantung pada perasaan konsumen. Apabila mereka merasa telah akrab dengan sebuah produk atau jasa, maka mereka bisa menjadi konsumen tetap. 

Hal ini pun penting dipahami untuk membangun citra bisnis yang lebih baik lagi. Jadi, soft selling adalah strategi yang lebih melibatkan emosional konsumen. Meskipun memiliki kelebihan banyak, namun bukan berarti lebih baik dibandingkan hard selling karena harus disesuaikan lagi dengan kondisi bisnis di lapangan. 

Soft Selling Adalah

Contoh-Contoh Soft Selling

Untuk mengetahui informasi yang lebih mendalam, perhatikan beberapa contoh Press Release soft selling di bawah ini. 

1. Produk Minuman

Di era senja dan estetik, orang-orang banyak menyukai minuman kopi karena dianggap bisa memperbaiki mood yang lebih baik. Jika Anda sedang menjalani bisnis minuman ini, maka promosi halus yang bisa dilakukan adalah dengan menjelaskan manfaat dari kandungan yang ada di dalam kopi tersebut. 

Selain itu, informasikan juga mana menu kopi yang enak untuk diminum dingin atau panas. Sehingga nantinya orang-orang jadi lebih mudah memahami menu minuman yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

2. Produk Kecantikan

Yang satu ini, mungkin lebih mudah untuk Anda pahami. Orang-orang membeli produk kecantikan tidak asal karena produk tersebut langsung digunakan ke kulit. 

Maka dari itu, beberapa perusahaan kecantikan membuat soft selling dengan memberikan informasi manfaat bahan kandungan yang digunakan sehingga cocok digunakan untuk tipe kulit tertentu. Setelah itu, pahami juga cara diliput media online.

Kesimpulan

Jadi, soft selling adalah sebuah strategi marketing yang dilakukan dengan cara halus dan tidak terang-terangan. Dengan kata lain, strategi ini lebih mengutamakan kelebihan produk yang dijual sehingga membuat konsumen membelinya dalam jangka waktu panjang. 

Anda bisa memahami juga apa itu Public Relation yang sering memberikan informasi serupa,

Continue Reading

Trending