Penggunaan ADD dan DD Desa Durian Daun Berbau KKN

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara, GC – Pelaksanaan kegiatan pembangunan yang menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Desa Durian Daun, kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, dikeluhkan oleh masyarakat lantaran berbau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pasalnya, sejumlah pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DD dan ADD di Desa Durian daun tahun 2018 lalu, banyak yang tidak sesuai dengan Spesifikasi teknis yang tertuang dalam RAB dan mengabaikan asas skala prioritas warga setempat.

Seperti pembukaan badan jalan arah perkebuan warga. Hingga kini terlihat sama sekali tidak bermanfaat. Dimana jalan tersebut saat ini mulai dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah. Bahkan, Jalan tersebut juga buntu lantaran dikabarkan warga desa banyak yang menolak adanya pembukaan badan jalan tersebut.

“Lihat lah jalan ini, sepertinya ngak ada manfaatnya bagi masayarakat. Padahal, anggaran yang digunakan cukup lumayan besar nilainya,”ujar salah seorang warga yang enggan disebut namannya, Rabu (19/6/2019).

Lanjutnya, selain itu warga juga mengaku soal pembangunan dan pengoralan jalan lingkungan desa arah ke kebun jeruk yang menelan anggaran desa sekitar ratusan juta rupiah tersebut, juga tidak sesuai dengan spek dan Rab yang ada. Bahkan, menurut warga, pembangunan jalan tersebut hanya untuk kepentingan sekelompok demi meraup keuntungan yang besar.

“Kenapa pemabgunan jalan banyak arah ke kebun jeruk, karena disana lah lokasi perkebunan Kepala Desa dan para keluarganya. Mirisnya lagi, ketika ada kegiatan, yang dipakai hanya keluarganya saja,”kata warga setempat.

Warga Juga Protes Soal Pembangunan Sumur Bor

Selain itu, warga Desa Durian Daun juga sempat protes soal 5 titik pembangunan sumur bor yang menggunakan Dana Desa sekitar Rp 99 juta pada anggaran tahun 2018 lalu. Menurut warga, pembangunan sumur bor yang katanya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat tersebut, juga terindikasi korupsi.

Terindikasinya Pembangunan sumur bor tersebut, karena pipa untuk pembagian air kepada warga desa yang tertanam di dalam tanah dari sumur bor, sepertinya juga diduga tidak sesuai dengan Spek ukuran yang ditentukan dan diduga juga tidak berstandar SNI.

“Kalau kita liat masih banyak masalah yang lainnya, seperti Molen, Hand Traktor, Mesin Rumput yang katanya milik desa, tapi ketika warga menggunakan peralatan itu tetap saja membayar sewanya,”terang warga.

Warga Menambahkan, setelah apa yang selama ini dirasakan dan jika ada yang mengatakan bila penyakit Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sudah menjalar ke tingkat pedesaan. Fenomena itu kata warga, sepertinya memang sudah lama berlangsung. Hanya saja, ada yang mencuat dan ada pula yang tidak muncul di permukaan.

“Kami harap pihak aparat penegak hukum dan pihak inspektorat daerah Bengkulu Utara, dapat menindaklanjuti apa yang manjadi keluhan kami warga desa, terkait penggunaan ADD dan DD tahun 2018 hingga sekarang tahun 2019,”harap Warga.

Kades Durian Daun Bantah Tudingan Warga

Sementara Kepala Desa (Kades) Desa Durian Daun, Nofian Aroza,SE ketika dikonfirmasikan oleh awak media terkait persoalan tersebut, membantah atas tudingan warga terhadap dirinya yang diduga adanya unsur KKN pada penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD). Baik tahun 2018 yang lalu mau pun di tahun 2019.

“Tudingan-tudingan warga itu tidak benar. Kalau masalah molen itu punya saya, kemudian mesin Hand Traktor dan Mesin Rumput itu silahkan tanya dengan kelompok tani,”cetus Kades.

Lanjutnya, Kades juga mengatakan tidak benar soal tudingan warga masalah pembangunan jalan dan sumur bor dikerjakan oleh keluarganya semua dan tidak sesuai dengan Spek.

“Kalau untuk pembangunan jalan dan sumur bor sudah kami kerjakan sesuai dengan RAB dan RAB itu perencanaan yang buat. Kemudian setiap ingin mengajukan usulan, pasti dilakukan musyawarah di desa dan saya siap jika ada yang meminta keterangan soal ini,”tutup Kades.(Ben)

Latest News

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun...

Apa itu numerologi? Dan apa hubungannya dengan ARC Bali

Numerologi adalah sistem angka untuk mengukur getaran huruf-huruf alfabet, ini dipercaya dapat mengungkap; kepribadian manusia, keinginan, pikiran, tindakan dan pengalaman. Dapat...

8 Desa Merigi Ujan Mas Minta Perbaikan Jalan, Rudi : 2020 Belum Di Anggarkan

BedahBerita.Co.Id, Ketua Kelompok Tani Genting Surian R Sumantri meminta pihak pemerintah Kabupaten Kepahiang dapat mengabulkan permohonan mereka terkait pembangunan jalan yang di...

Kasus Alkes Rejang Lebong Kembali Ke KPK

BedahBerita.Co.Id, Ishak Burmansyah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKAT Rejang Lebong saat Orasi di depan Gedung Merah Putih KPK Jakarta meneriakkan beberapa...

DID, Hutang SMI, Fee, Lahan Dan OTT Dilaporkan FPR Ke KPK Item Indikasi Korupsi

BedahBerita.Co.Id, Hari ini 1 November 2019 sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bengkulu memasukan sejumlah laporan kasus yang tak jelas penyelesaiannya dan indikasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -