Connect with us

Daerah

Pembayaran Tagihan Listrik Rumdin Jabatan Bengkulu Utara Dipertanyakan

Published

on

Bengkulu Utara,(GC) – Pembayaran tagihan listrik rumah dinas (Rumdin) jabatan di Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dipertanyakan. Mengingat dari daftar rekapitulasi pembayaran tagihan listrik pada tahun 2011 hingga 2015 lalu cukup besar adanya dugaan salah sasaran dalam pembayaran.

Dari data yang dihimpun, tahun 2011 hingga 215 tidak hanya rumah dinas jabatan saja yang dibayarkan dengan menggunakan APBD Kabupaten Bengkulu Utara, namun tampaknya ada juga diduga rumah pribadi dan usaha yang ikut dibayar menggunakan uang rakyat tersebut.

Sementara kepala bagian (Kabag) Keuangan Setretariat Daerah ( Setda ) Kabupaten Bengkulu Utara, MUH.SYUKRI  saat dikonfirmasi oleh media ini di ruang kerjanya mengaku tak bisa memberikan penjelasan atas tagihan listrik rumdin jabatan tahun 2011 hingga 2015 lalu tersebut. Karena menurut Muh.Syukri, dirinya belum menduduki jabatan sebagai kabag keuangan pada waktu itu.

“Kalau masalah tagihan listrik rumah dinas dan jabatan tahun 2011 hingga 2015 saya tidak bisa menjelaskannya alias “No Comment”. Sebab pada waktu itu, bukan kewenangan saya,” ujar Muh.Syukri, Kamis ( 8/11/2018).

Meskipun demikian, Muh.Syukri juga mengatakan, yang dapat dia jelaskan hanya daftar rekapitulasi pembayaran tagihan listrik, air yang dibayar oleh pemda ditahun 2016 hingga 2018. Mulai dari pembayaran lampu jalan, perkantoran sampai dengan tagihan listrik dan air rumah dinas Bupati, wakil Bupati, Sekda dan rumah dinas Asisten I,II dan III.

“Berdasarkan rekapitulasi kami, untuk pembayaran tagihan listrik Lampu jalan, rata-rata perbulannya Rp.100 juta lebih. Sedangkan untuk pembayaran tagihan listrik perkantoran dan rumah dinas jabatan, rata-rata perbulannya mencapai Rp. 22 juta lebih,” kata Muh.syukri.

Akan tetapi lanjutnya, untuk para pejabat Eselon II,III dan IV yang saat ini menempati rumah dinas, seperti rumah dinas yang berada didepan gedung UNRAS, itu tagihan listrik dan airnya menjadi tanggung jawab SKPD masing-masing. Bahkan, mereka juga dikenakan biaya sewa, ketika menempati rumah dinas tersebut.

Sementara untuk tagihan listrik dan air bagi para PNS yang belum mempunyai jabatan Eselon yang menempati rumah dinas, itu tidak menjadi tanggung jawab pemda atau dinas instansinya. Melainkan menjadi beban dan tanggung jawab pribadi mereka sendiri.

“Untuk para pejabat Eselon II hingga Eselon IV yang tinggal di rumah dinas, tagihan listrik dan airnya menjadi tanggung jawab dinas instansi dimana mereka tugas. Kemudian mereka selaku pejabat yang menempati rumah dinas, mereka juga dikenakan biaya sewa yang harus mereka bayar ke Pemda,” terang Muh.Syukri.

Namun ketika wartawan media ini meminta hasil daftar rekapitulasi tagihan pembayaran listrik, air dan lampu jalan itu, pihak bagian keuangan Pemda Bengkulu Utara tak dapat memberikannya. Bahkan, mereka pun melarang ketika wartawan media ini ingin mengambil gambar hasil rekap pembayaran listrik tersebut. Alasan mereka, rekap itu adalah sebuah dokumen rahasia negara.

“Kami persilahkan untuk melihatnya saja, dan kami tidak bisa memberikan rekap daftarnya, kemudian kami juga tidak mengizinkan untuk mengambil gambar rekap ini, sebab bagi kami ini adalah sebuah dokumen rahasia negara,” jelas Muh.Syukri.

Disisi lain, salah seorang masyarakat Bengkulu Utara, Hendri dengan media ini mengatakan, jika pembayaran tagihan listrik rumah dinas jabatan tersebut terhitung dari tahun 2011 hingga 2015 yang lalu, maka sudah bisa dikatakan sangat besarnya kerugian negara disebabkan oleh penyalahgunaan anggaran tersebut. Sehingga selaku masyarakat Bengkulu Utara, Hendri berharap agar pihak aparat pemegak hukum terutam kejaksaan negeri Bengkulu Utara agar dapat bekerja sepenuh hati untuk mengusut dan mengungkapkan masalah ini.(Ben)

Garuda Citizen adalah portal berita yang memuat berbagai artikel menarik dan penting. Seperti politik, hukum, HAM, wisata, opini hingga hiburan

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Daerah

Tari Andun dari Bengkulu yang Bersejarah

Published

on

Tari Andun dari Bengkulu yang Bersejarah

Tari Andun merupakan salah satu tarian rakyat, Tari Andun dari Bengkulu dan dilakukan pada saat pesta perkawinan. Biasanya dilakukan oleh para bujang dan gadis secara berpasangan pada malam hari dengan diringi musik kolintang. 

Pada zaman dahulu, tari ini biasanya digunakan sebagai sarana mencari jodoh setelah selesai panen padi. Sedangkan untuk saat ini Tari Andun lebih difokuskan sebagai tarian penyambut tamu serta digelar pada acara-acara yang dianggap penting seperti pesta perkawinan. 

Dalam pelaksanaannya, Tari Andun biasa ditarikan oleh para pemuda laki-laki dan perempuan secara berpasang-pasangan, tidak jarang juga hanya ditarikan oleh perempuan terutama yang belum menikah.

Bagaimana Sejarah Tari Andun dari Bengkulu ini?

Tari Andun di Bengkulu memang pada awalnya merupakan tarian yang bersifat hiburan dan difungsikan untuk memeriahkan suatu acara. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka tari ini berkembang pula menjadi seni tari untuk pertunjukan. 

Tari Andun biasanya ditampilkan oleh lelaki dan perempuan. Jumlah penari biasanya disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk upacara adat, siapa saja diperbolehkan untuk ikut menari. Sedangkan untuk pertunjukan tari, biasanya jumlah penari disesuaikan dengan kelompok tari yang akan menampilkannya.

Karena sifatnya yang semua orang boleh ikut menarikannya, maka Tari Andun sengaja dibuat sederhana. Sehingga pemula sekalipun mampu ikut serta di dalamnya. Akan tetapi, meskipun gerakannya sederhana, setiap gerakan dalam tarian ini tentu memiliki makna khusus di dalamnya.

Kostum dan Musik Iringan Tari Andun

Dalam pertunjukan Tari Andun, biasanya para penari menari dengan diiringi musik pengiring. Boleh dibilang kemeriahan acara salah satunya bergantung kepada kepiwaian pemain musik dalam menghasilkan alunan nada yang indah dan meriah.

Alat musik yang digunakan pun biasanya alat musik tradisional seperti gong, gendang dan musik kolintang khas Bengkulu. Irama dalam musik bertempo cepat, sehingga berkesan ceria dan enerjik. Seolah mengawai para penari pria dan wanita muda yang menari bersama.

Uniknya lagi, pada acara adat para penari boleh menggunakan busana bebas namun harus tetap sopan. Sedangkan untuk acara pertunjukan tari, biasanya akan menggunakan busana tradisional khas Bengkulu.

Baca juga: Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Generasi Muda Indonesia

Makna Tari Andun

Berdasar sejarahnya, Tari Andun pada awalnya memang digunakan sebagai sarana mencari jodoh dimusim panen padi.  Pada saat itu Tarian Andun digelar pada malam hari dengan diiringi oleh alat musik tradisional yang disebut dengan Kolintang.

Karena itu tidaklah mengherankan apabila Tari Andun sangat lekat dengan penari berusia muda. Inilah sebabnya tari ini sebenarnya cocok untuk para anak muda. 

Dengan berbagai makna dan atribut di dalamnya, membuat tari Andun menjadi tarian wajib di Bengkulu untuk berbagai acara. Selain untuk acara adat, adanya tari ini juga menjadi upaya untuk melestarikan budaya bukan? 

Perkembangan Tari Andun

Dalam hal perkembangannya, tarian ini masih dilestarikan dan dikembangkan hingga saat ini. Tarian ini masih sering dipentaskan di berbagai acara, seperti pernikahan adat, penyambutan tamu penting, pesta rakyat dan acara adat lainnya.

Selain itu, tari Andun juga sering digunakan dalam acara budaya, seperti seni, festival budaya, bahkan promosi wisata. Karena itulah tidaklah mengherankan jika saat ini Tari Andun sudah dikenal luas secara nasional hingga ke seluruh penjuru Indonesia.

Unsur Gerak Tari Andun

Unsur Gerak Tari Andun – Sumber: pesona-indonesia.info/tari-andun

Apakah sobat muda tahu, dalam gerakan tari Andun pun terkandung filosofi bijaksana sebagaimana tari-tarian khas Indonesia lainnya? Makna yang terkandung dalam tarian masyarakat adat kabupaten Serawai Bengkulu Selatan ini adalah wujud perasaan syukur masyarakat akan apa yang telah mereka terima selama ini.

Di lain pihak, Tari Andun juga menyimpan makna kebersamaan. Karena ditarikan bersama-sama secara ramai, maka Tari Andun seolah menggambarkan kerukunan dan keharmonisan hubungan antar masyarakat selama ini. Dan ini penting sebab hanya dengan persatuan dalam masyarakat, maka suatu tempat bisa menjadi kuat. Sungguh filosofi yang indah bukan?

Satu yang pasti, jika sobat muda travelling termasuk pecinta seni, maka jangan lewatkan menyaksikan tarian yang satu ini. Sambil berwisata dan menonton pertunjukannya, sobat bisa menyelami satu lagi budaya Indonesia yang khas. Sungguh pengalaman yang menyenangkan bukan? Sekian berita Bengkulu yang dapat saya sampaikan melalui artikel ini. Semoga bermanfaat!

Continue Reading

Daerah

Camat Seberang Musi Ke KASN, Jalal Ke Plt Bupati, Hasil Kajian Laporan Bawaslu

Published

on

KEPAHIANG BB, Laporan Tim Advokasi Paslon 01 Ujang Sarifudin dan Firdaus Djailani tertanggal 19 Oktober terkait
dugaan pelanggaran ketidaknetralan ASN pada pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Kepahiang tahun 2020 berujung sudah, pasalnya Bawaslu Kepahiang sudah menyelesaikan pemeriksaannya terhadap laporan yang masuk dan hasil kajian Bawaslu Kepahiang sudah di rekomedasikan ke KASN untuk Camat Seberang Musi Gunawan dan Ke PLT Bupati Kepahiang untuk Jalal.
Ketua Bawaslu Kepahiang Rusman Sudarsono SE membenarkan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat rekomendasi ke KASN untuk Camat Gunawan dan Jalal ke PLT Bupati.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/18/netral-masih-ada-oknum-camat-yang-berani-kampanyekan-calon-video-oknum-camat-sm-viral/

” Benar sudah ditindak lanjuti ke instasi lain yaitu KASN dan PLT Bupati pada tanggal 26 Oktober yang lalu, karena kami Bawaslu Kabupaten Kepahiang telah menemukan indikasi dugaan pelanggaran netralitas ASN yang di lakukan oleh yang bersangkutan untuk itu di teruskan ke KASN beserta barang bukti berupa video rekaman,” ujar Rusman.

Lanjut Rusman, Bawaslu akan menunggu rekomendasi dari KASN yang biasanya disampaikan ke Sekda dan ditembuskan Ke Bawaslu, jika sudah ada itu Bawaslu akan ikut mengawasi sangsi yang diberikan tersebut apakah di terapkan apa tidak.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/19/oknum-camat-sm-resmi-dilaporkan-rusman-laporan-sudah-registrasi/

Sementara itu Ketua Tim Keluarga Paslon 01 Edwar Samsi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan ke KASN Jakarta dan meminta agar KASN dapat segera menindaklanjuti apa yang telah dikaji oleh Bawaslu Kepahiang.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/21/bawaslu-proses-pendalaman-kasus-oknum-camat-sm-apakah-ke-kasn-atau-ada-unsur-lain/

” Saya sudah ke Jakarta dan berkoordinasi dengan KASN untuk bisa segera melakukan kajian dan memberikan sangsi terhadap ASN yang telah melakukan dugaan ketidaknetralannya dalam Pilkada 2020 ini,” papar Edwar.

Lanjut Edwar pihaknya juga meminta agar ASN, Tenaga Kontrak yang ada di Kepahiang bekerja saja sesuai dengan tugas dan kewajiban mereka, karena kinerja yang bagus akan tetap mendapatkan tempat dan jabatan yang sesuai siapapun Bupatinya.

Baca Juga : https://bedahberita.id/2020/10/24/kasus-video-camat-sm-lanjut-pelapor-dimintai-klarifikasi-oleh-gakkumdu/

” Dan kita dari Paslon 01 akan melaksanakan UMR Propinsi untuk tenaga kontrak yang ada, kebetulan saya juga merupakan ketua K-SPSI Kabupaten Kepahiang, Kita akan perjuangkan itu untuk Kepahiang, UMR Propinsi,” tutup Edwar. (bcp)

Continue Reading

Daerah

Polres Kepahiang Bekuk SL Pelaku Tindak Pidana Pencabulan Anak Dibawah Umur

Published

on

KEPAHIANG BB, Pukul 14.00 Wib Unit Reskrim PPA Polres Kepahiang Bersama Dengan Kanit Intel Polsek Kabawetan telah membekuk dan mengamankan pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, kamis (22/10). Pelaku yang berinisial SL (55) di bekuk dirumah kontrakan korban dan keluarganya di Kecamatan Kepahiang. Mirisnya tindakan pencabulan ini dilakukan oleh ayah tiri (SL) ke anak tirinya Bunga (nama disamarkan,Red) sejak tahun 2016 hingga bulan agustus 2020 dengan kata lain lebih kurang 4 tahun, pelaku terancam PASAL 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang – Undang RI No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang undang.

Kapolres Kepahiang AKBP Suparman S.IK, M.AP melalui AKP. Umar Fatah SH. MH membenarkan adanya penangkapan dalam kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur yaitu SL (55).
Kronologis Kejadian, Pada tahun 2016 sampai dengan bulan Agustus tahun 2020 tersangka telah melakukan pencabulan terhadap anak tiri tersangka setiap kali ibu anak korban pergi ke pasar dan pernah di bulan Mei 2020 Anak tiri ke 3 dari tersangka pernah melihat tersangka didalam kamar bersama anak korban, saat melewati kamar anak korban ia melihat ada celana tersangka di kamar tersebut dan tersangka sedang memakai celana dalam sebatas lutut dan setelah kejadian tersebut anak tiri ke 3 tersangka selalu diperintahkan untuk pulang mengikuti ayah kandung nya, dan kejadian tersebut terus berulang hingga terakhir pada bulan agustus sebelum anak korban pergi ke suatu daerah provinsi jambi.

Berdasarkan LP / B- 892 / X / 2020 / BKL / KPH / KPH, tanggal 17 Oktober 2020 yang sudah dikantongi Polres Kepahiang maka pada hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2020 pada puku 14.00 Wib, Anggota unit PPA Reskrim Polres Kepahiang mendapatkan informasi tentang pelaku yang diduga keras telah melakukan Pencabulan terhadap anak tersebut sedang berada dirumahnya di Kecamatan Kepahiang, maka anggota unit PPA sat Reskrim Polres Kepahiang langsung bergerak menuju Ketempat yang di duga tempat Tersangka berada.
Setelah tiba disana petugas langsung menangkap terduga pelaku.
Pelaku di tangkap tanpa melakukan perlawanan sedikitpun dan mengaku bahwa benar telah melakukan aksi pencabulan terhadap anak tirinya Bunga. Pelaku langsung dibawa ke Polres Kepahiang guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.
” Saat ini pelaku sudah di tahan di RTP Polres Kepahiang (24/10) untuk proses lebih lanjut,” jelas Umar.(bcp)

Continue Reading

Trending