6.9 C
Alba Iulia
Kamis, April 9, 2020

Pekalongan Produsen Kain Kasa Terbesar Di Indonesia

Must Read

Beredar Foto Seronok di Duga Siswi SMK Kandeman Kabupaten Batang

Sekolah perlu memberikan pengawasan ketat terhadap para siswa dalam lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah, bila ada keterkaitanya anak...

Umat Islam Diambang Kehancuran?

Belakangan ini konflik atas nama agama sering kali mencuat. Baik di dunia maupun di Indonesia. Islam menjadi salah satu...

Tari Topeng Cirebon dan Makna Dibaliknya

Tari Topeng Cirebon dengan gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab,...
Hadi Lempehttp://www.garudacitizen.com/
Hadi Sulistiyono R adalah wartawan Garuda Citizen yang bertugas di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Juga aktif sebagai penggiat seni Teater dan Sastra Indonesia sekaligus mengajar seni Teater dan Sastra di SMA dan Perguruan tinggi di Pekalongan dan Pendiri Teater di Kota Pekalongan

Pekalongan ternyata merupakan salah satu produsen kain kasa terbesar di Indonesia. Hal ini menunjukkan suatu aset peninggakatan sumber APBD, yang tentunya perlu dicermati dan perhatian penuh dari Pemerintah Daerah, guna mempertahankan dan meningkatan kualitas dan hasil produksi lebih baik

Kabupaten Pekalongan – Kamis (19/11) siang tadi Bupati Pekalongan Drs. H. A.Antono, Msi menerima kunjungan kerja Dirjen Bina Kefarmasian dan alat kesehatan, dan Dirjen Bina Gizi dan kesehatan ibu dan anak Kementerian Kesehatan RI di Ruang rapat Bupati Pekalongan di Kajen.

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka untuk membantu produsen kain kasa di kabupaten Pekalongan agar mampu menghasilkan kain kasa yang memiliki standar keamanan, kualitas dan mutu sesuai ketentuan kementrian kesehatan mulai dari bahan baku yang digunakan hingga produk akhirnya.

Menurut Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan Dra. Mauralinda Sitanggang, Apt., P.hD menjelaskan jika Kabupaten Pekalongan merupakan produsen kain kasa terbesar di Indonesia. Saat ini ada 40 perusahaan kain kasa di Kabupaten Pekalongan yang mampu menghasilkan omzet milyaran rupiah. Dan dari 40 sarana produksi tersebut baru 17 yang sudah mendapat sertifikasi dari kementrian kesehatan, itupun belum memenuhi standar kementrian kesehatan.

“Ini adalah aset yang sangat baik untuk kesejahteraan penduduk Kab. Pekalongan mengingat dari 40 perusahaan ini membutuhkan ribuan pekerja,”

Lebih lanjut Mauralinda mengatakan bahwa menurut aturan yang sudah diharmonisasi di seluruh ASEAN, kain kasa adalah termasuk alat kesehatan karena kain kasa termasuk barang medis pakai habis.

Oleh karena itu produksi kain kasa ini harus sesuai standar kesehatan. “Karena itulah tujuan kami kesini untuk membina para UKM sehingga dapat menghasilkan suatu produksi kasa yang memiliki keamanan serta mutu yang baik, dan juga agar industri ini dapat berkembang pesat di Indonesia atau di mancanegara sehingga dapat diterima sebagai alat kesehatan.

Kami siap menjadi fasilitator untuk pengembangan kasa yang baik di Indonesia sehingga memiliki daya saing,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Pekalongan mengaku senang dan bangga karena dalam mewujudkan “bela negara” yang menurut pemahamannya adalah memperkuat kondisi dalam negeri yang dalam hal ini menggunakan produk dalam negeri serta memperkuat kemampuan daya saing dalam negeri.

“Ini membanggakan, karena menurut saya cinta bangsa dan negara adalah mencintai apa yang ada di Indonesia termasuk produk-produknya,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Antono juga menyampaikan harapannya agar kunjungan kerja ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi ada pembinaan teknis maupun jaringan yang lebih mendasar lagi.

“Saya mohon ada kebijakan yang melindungi produksi dalam negeri. Jangan biarkan kami bersaing dengan produk negara yang sudah mapan, kami siap untuk bersaing secara sehat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan dr. Sutanto Setiyabudi, M.Kes melaporkan bahwa produksi kain kasa di Kabupaten Pekalongan masih mentah sehingga tidak ada nilai tambah.

Oleh karena itu kedatangan Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan dan Apkasi ke Kabupaten Pekalongan ini diharapkan bisa membantu untuk membina para pengusaha kain kasa sehingga bisa menjual kain kasa dengan harga yang lebih tinggi.

“Tentunya juga bisa sesuai standar aturan kementrian kesehatan sehingga masyarakat pemakai tidak dirugikan,” harap Kadinkes. (*)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

- Advertisement -

Latest News

Tari Pendet – Bali, Ciri khas dan nuansa sakralnya

Tari Pendet adalah tari yang asli berasal dari Bali. Mulai ada sejak tahun 1950 an, ada asal...

Mengapa Optimasi SEO Website Penting Dalam Strategi Konten Marketing

Optimasi SEO Website adalah cara untuk meningkatkan traffic organik. Dan ini bagian dari strategi konten marketing paling banyak dibicarakan di dunia internet.

Kabar Duka, Wakil Jaksa Agung RI Tutup Usia

Garuda Citizen – Kabar duka. Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia (RI) Dr Arminsyah, tutup usia. Ia meninggal akibat kecelakaan tunggal di Tol...

Ini Daftar 48 Media Massa Yang Kerja Sama di DPRD BU 2019

Bengkulu Utara, GC – Anggaran publikasi media massa di sekretariat DPRD Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tahun 2019 lalu mencapai Rp 1.743.700.000. Anggaran...

Karena Corona, Pilkada Serentak Tahun 2020 Ditunda

garudacitizen.com – Kesimpulan rapat kerja dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -