Memasuki H-2 Hari Raya Idul Fitri, Pasar Darurat Banjasari di Padati pengunjung hingga berlipat dua kali dari biasanya.
Pekalongan GC – Rabu (13/6) H – 2 atau dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pasar sementara banjarsari di Jalan nanas penuh pembeli.

Warga yang datang berbelanja untuk keperluan lebaran terlihat ramai mencari berbagai macam kebutuhan sehari-hari mulai dari bahan makanan hingga perlengkapan rumah tangga dan lainya.

Melihat keramaian pasar sekilas tidak ada yang istimewa. Tetapi melihat membludaknya para pengunjung pasar beserta para pedagang setiap menjelang Idul Fitri tiba menjadi fenomena menarik.

Masyarakat Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang berjumlah 4 kecamatan ini secara umum menamakan tradisi dengan Istilah “pasar kembang yaitu dua hari sebelum lebaran dinamakan pasar kembang cilik (kecil) dan pasar kembang gedhe (besar) sehari sebelum lebaran”.

Dalam konteks menjelang Idul Fitri, masyarakat ramai-ramai belanja kebutuhan pokok menyambut malam takbiran dan silaturrahim di pagi harinya. Mereka tidak mungkin mencari kebutuhan pokok apapun karena seluruh aktivitas pasar maupun toko semua tutup pada hari lebaran.

Salah satu alasan itulah yang membuat masyarakat berbondong-bondong ke pasar guna mencukupi kebutuhan lebaran. Peluang ini di nanti oleh para penjual kebutuhan pokok di pasar dalam mengkais rejeki.

“Dalam pantauan Garudacitizen, pengunjung pasar pada hari rabu ( H-2 ) terlihat penuh hingga naik naik 2 kali lipat. Seperti di tuturkan salah satu pedagang sembako Hartati.

Setelah pasar banjarsari kebakaran, kami seluruh pedagang pasar mengalami kerisauan tidak bisa berjualan. Alhamdulillah Pemkot telah merelokasi pasar darurat untuk kami bisa berjualan lagi. Dan kami dapat meraih rejeki memasuki hari lebaran yang kami nanti nantikan. Tutur Hartati (pipit)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here