Lifestyle Seksual Malam pertama » Mitos dan fakta yang harus pahami

Malam pertama » Mitos dan fakta yang harus pahami

Malam pertama yang menyakitkan itu adalah mitos. Dan ini anggapan salah. Ssstt.... enak tau!!!

Malam pertama adalah moment penting bagi pasangan baru. Namun, tidak banyak informasi yang membahas hal ini. Alih-alih menjadi sesuatu yang sangat berarti, malam pertama sering menjadi horor menakutkan. 

Tidak hanya itu, malah ada beberapa mitos yang berkembang di malam pertama. Beberapa cenderung percaya. 

Mitos pada malam pertama sebenarnya cukup berbahaya ketika menjadi acuan dan dipercaya. Karena akan merusak arti seksual itu sendiri. Sehingga, kenikmatan malam pertama harus hilang ditelan kepercayaan yang tidak beralasan.

Berikut beberapa mitos malam pertama yang banyak beredar di masyarakat untuk dipahami dan dihindari:

1. Mitos malam pertama » Selalu menyakitkan

Malam pertama yang menyakitkan itu adalah mitos. Dan ini anggapan salah. Ssstt…. enak tau!!!

Berhubungan seks pertama kali tidak selalu menyakitkan. Kekhawatiran banyak wanita di malam pertama adalah kuatir Mss V mereka tidak bisa menampung Mr P yang berukuran besar ketika ereksi. Dan ini salah besar…

Rasa sakit ketika berhubungan biasanya terjadi karena secara seksual si wanita belum siap. Sehingga Miss V masih terlalu kencang untuk menerima penetrasi. Solusi terbaik adalah dengan melakukan foreplay terlebih dahulu agar wanita menjadi rileks dan terangsang agar lebih bisa menerima penetrasi.

Rasa takut sakitlah yang membuat wanita secara mental tidak siap. Dimana kemudian tidak relaks dan susah untuk terangsang.

Sejatinya, Miss V sangat elastis dan mampu untuk menerima penetrasi dari kemaluan pria dalam ukuran normal. Termasuk dalam ukuran cukup besar sekalipun. Dan ketika dalam kondisi terangsang, akan mengeluarkan semacam cairan sebagai pelumas yang akan mempermudah penetrasi.

Ketika si wanita mampu melupakan mitos ‘rasa sakit ketika pecah perawan‘ maka malam pertama akan menjadi moment yang indah, dan dapat dinikmati secara sempurna oleh kedua belah pihak.

2. Mitos malam pertama » Penentu Keberhasilan

Malam Pertama dianggap sebagai penentu keberhasilan berhubungan seks di malam berikutnya. Seringkali kegagalan di malam pertama menyebabkan kekuatiran yang berlebihan akan gagal di malam berikutnya.

Pada dasarnya rasa takut dan kekuatiran yang berlebih itu lah masalah utama di malam pertama.

Ejakulasi dini atau rasa sakit pada wanita akan terbayang di malam-malam berikutnya. Pengalaman buruk di malam pertama memang mempengaruhi perasaan saat akan melakukan hubungan seks selanjutnya. Ingat kawan, malam pertama bukanlah segalanya. Apalagi penentu keberhasilan hubungan seks di malam selanjutnya.

Seks itu perlu kesiapan mental dan kemampuan untuk mengendalikan emosi agar dapat saling menikmati. Enjoy dan buat segala sesuatunya mengalir apa adanya. Berkomunikasilah baik jiwa maupun raga. Beri kesempatan untuk saling menyesuaikan.

Dengan sedikit candaan untuk mencairkan suasana akan lebih bagus untuk keduanya.

3. Mitos malam pertama » Ejakulasi dini selalu terjadi

Ejakulasi dini adalah masalah seksual pria yang tidak selalu terjadi di malam pertama. Ejakulasi dini terjadi jika gairah seks terlalu tinggi dan sulit di kontrol.

Beberapa orang beranggapan bahwa ejakulasi dini biasa terjadi di malam pertama. Tetapi malam pertama bukan penyebab terjadinya ejakulasi dini.

Sekali lagi, ini soal kesiapan mental. Para pria, biasanya tidak mampu mengendalikan emosi. Memang, malam pertama adalah dimana kondisi antara keduanya belum memiliki kesiapan secara sempurna.

Buatlah sebuah kesepakatan bahwa malam pertama adalah bagian dari moment untuk saling menyesuaikan. Jangan jadikan malam pertama sebagai ajang pelampiasan emosi seksual semata. Malam pertama juga sebenarnya cukup panjang untuk melakukan beberapa kali percintaan. 1, 2, 3, bahkan mungkin bisa lebih. 🙂

4. Mitos malam pertama » Sehebat adegan film biru

Nah… ini yang seringkali penimbul salah kaprah terbesar dalam kehidupan seksual. Bahkan tidak hanya untuk malam pertama.

Ingat kawan film adalah film. Dimana-mana segala sesuatunya sering kali di dramatisir. Dan terkadang cukup berlebihan. Di sinetron-sinetron saja banyak hal-hal yang dibuat secara berlebihan. Jadi jangan menjadi standar baku. Termasuk dalam urusan seksual.

Film biru itu berjalan dengan sknario dan berbagai efek agar terlihat wah. Seks sebenarnya tidak begitu. Sederhana dan apa adanya. Seks hanyalah media untuk mencurahkan kasih sayang. Seks dengan penuh rasa cinta akan memberi kenikmatan lebih dibanding seks berbagai gaya seperti film biru itu. Yakinlah! Ini pengalaman..

Banyak orang yang beranggapan bahwa berhubungan di malam pertama akan sehebat adegan di dalam film porno. Jika fikiran ini yang ada di otak anda, maka kenikmatan seksual yang sebenarnya tidak akan tercapai. Film porno bukan barometernya..

Bahkan tidak dianjurkan menjadikan adegan film porno sebagai acuan keberhasilan hubungan seks. Sebab, di film tersebut tidak runut dan banyak terjadi pemotongan-pemotongan gambar.

5. Mitos malam pertama » Penis besar, wanita puas

Banyak orang beranggapan bahwa ukuran mempengaruhi kepuasan pasangan. Dan tidak sedikit pria yang khawatir di malam pertamanya ketika ukuran penisnya kecil.

Fakta: Pada dasarnya bukan penis yang bisa memuaskan pasangan. Melainkan, kekerasan penis itu sendiri. Bila penis besar tetapi tidak bisa melakukan hubungan seks dengan baik, bukan tak mungkin justru ejakulasi dini terjadi.

Lagian, kenikmatan seksual yang sebenarnya bukan pada penetrasi dan orgasme. Lebih pada penyatuan jiwa dan rasa saling memberi. Penis dan vagina hanya sebagai alat dan bagian dari proses itu.

Anda mungkin bisa onani atau masturbasi. Tapi itu tidak bisa masuk dalam kategori hubungan seksual yang sebenarnya. Seksual itu soal jiwa dan mental.

6. Mitos malam pertama » Seksual selalu nikmat

Banyak orang beranggapan bahwa seks itu nikmat. Sehingga saat malam pertama pasti akan dilewati dengan perasaan nikmat dan bahagia.

Memang benar seks itu sangat nikmat. Tapi bukan berarti kenikmatan itu akan langsung bisa dinikmati oleh pasangan baru di malam pertama.

Fakta menyebutkan, tidak sedikit pasangan yang merasa kecewa di malam pertama mereka. Keindahan seks yang mereka bayangkan dikarenakan ketidak pahaman terhadap seksualitas secara benar.

Kenikmatan seks akan anda dapatkan bersama pasangan saat anda berdua benar-benar telah siap dan mampu saling memberi.

7. Mitos malam pertama » Darah perawan

Darah perawan, adalah hal yang ditunggu-tunggu banyak pria di malam pertama mereka. Bila istri tidak mengeluarkan darah dianggap tidak perawan lagi.

Mitos ini sangat menyesatkan. Keperawanan tidak ada hubungannya darah yang keluar. Mitos ini membuat banyak wanita menjadi khawatir di malam pertamanya. Mereka takut tidak mengeluarkan darah dan takut dianggap tidak perawan lagi.

Banyak hal yang bisa menyebabkan wanita tidak mengeluarkan darah saat malam pertama. Kendati mereka sebenarnya masih perawan. Faktor kecelakaan saat kecil juga bisa membuat darah keperawanan hilang. Bahkan pada beberapa kasus, bersepeda juga bisa merusak selaput dara.

Darah perawan itu memang ada. Tapi tidak semua akan mengalaminya.

8. Mitos malam pertama » Menyobek selaput dara tanda keberhasilan.

Belum tentu selaput dara bisa sobek dimalam pertama. Menurut beberapa pakar seks, justru menyobek selaput dara saat malam pertama merupakan tanda terjadinya kegagalan respon seksual pada istri. Artinya, sebetulnya istri belum terangsang sempurna saat penetrasi terjadi.

Sehingga kekurangan cairan untuk membuat penetrasi berjalan lancar. Dan dalam hal ini jelas si wanita tidak mampu untuk merasakan kenikmatan seksual itu sendiri.

9. Mitos malam pertama » Harus minum obat kuat

Obatan dan ramuan untuk meningkatkan seksualitas tidak direkomendasikan jika tidak diperlukan. Jika di malam pertama, suami sudah menggunakan obat-obatan ini maka bisa dipastikan kalau secara psikologis dia belum siap melakukan hubungan seks di malam pertama.

Maka jelas akan berpengaruh pada malam-malam selanjutnya. Bahkan bisa jadi akan hilang rasa percaya diri untuk mampu melakukan aktifitas seksual secara normal. Dan hal ini sangat berbahaya.

Hubungan seksual itu adalah aktifitas alami dengan respon yang alami pula. Dimana segala sesuatunya akan terasa lebih nikmat dan berkesan jika dilakukan dengan cara-cara normal.

Ngapain sich melakukan hal-hal aneh… Obat kuat tidak perlu!! Kecuali memang anda kurang normal atau ada masalah seksual. Seperti tidak mampu ereksi atau lainnya..

Baca juga Apa Yang Harus Dilakukan Saat Malam Pertama? : Untuk Pria

Adminhttp://www.garudacitizen.com/
Garuda Citizen truly of Indonesia » politik, hukum, sosial, wisata, budaya, dan berbagai berita peristiwa menarik dan penting untuk dibaca.