Minta Tanggung Jawab Kacab, Warga Histeris di Depan BNI

0
422

Bengkulu Utara,(GC) – Dua orang pasangan suami isteri warga karang anyar II kecamatan kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara menangis histeris serta teriak-teriak meminta kepala Cabang (Kacab) Bank Nasional Indonesia (BNI) Arga Makmur tanggung jawab atas derita yang dialaminya.

Menurut keterangan Ita, salah seorang warga sekitar yang menyaksikan insiden tersebut dengan wartawan media ini mengatakan, teriak-teriaknya salah seorang wanita, isteri dari Sutarno, warga karang Anyar II di halaman depan kantor cabang BNI itu lantaran meminta Upik Dea selaku Kepala Cabang BNI Arga Makmur keluar dari ruangannya untuk diminta tanggung jawab atas derita suaminya yang saat ini mengalami luka yang cukup parah di bagian tangan kirinya akibat dari kecelakaan Bus PO Sriwijaya yang katanya milik Suami Upik Dea.

“kalau menurut pengamatan saya, ibuk itu meminta Upik Dea keluar dari ruangannya sekaligus langsung diminta pertanggungjawaban atas derita suaminya yang terluka parah akibat kecelakaan Bus Sriwijaya milik Upik Dea tempo lalu,” kata ita, Selasa (25/9/2018)

Namun sangat disayangkan, dari pantauan media ini, Upik Dea yang kabarnya isteri dari anggota Dewan Kabupaten Lahat berinisial RZL tersebut, sedikitpun tidak membuata hatinya luluh untuk keluar dari ruangan melihat warga yang sedang menjerit-jerit memanggil-manggil namanya itu.

Bahkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang terjadi oleh Sutarno bersama isterinya, Upik Dea selaku Kacab BNI Arga Makmur langsung meminta kepada beberapa pihak kepolisian Polres Bengkulu Utara untuk melakukan keamanan di depan kantor BNI.

Dalam hal ini, Sutarno ketika dikonfirmasikan oleh awak media menceritakan, luka yang dia derita pada tangan sebelah kiri tersebut, akibat dari Bus Sriwijaya yang ditumpangi  mengalami kecelakaan di Lahat tujuan Palembang  beberapa bulan yang lalu.

Namun sedihnya, Sejak kejadian tersebut tidak ada bantuan apapun dari pihak PO Sriwijya yang katanya milik suami Upik Dea. sedangkan Daging pada lengan Sutarno saat ini kian membusuk. Bahkan tulang lengan sudah mulai nampak. Tidak menutup kemungkinan tangannya akan di amputasi bila tidak ada penanganan serius.

“Saat kecelakaan Bus, saya melihat tangan kiri dagingnya hancur. Korban sempat mendapatkan perawatan medis. Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan saya pulang ke- Arga Makmur. Sejak itu belum ada lagi berobat. Hingga bentuk tangan saya seperti ini,” ungkap Sutrno yang tidak dapat membendungkan air mata atas penderitaan yang sedang dialaminya saat ini.

Sutarno menambahkan, tangan yang sebelah kirinya sakit, sehingga dirinya selaku kepala rumah tangga tidak dapat mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya sehari-hari. Sehingga dengan demikian Sutarno sangat berharap kepada pihak yang mengerti hukum untuk dapat mencari solusi atas derita yang sedang Ia alami saat ini.

“Kita sangat berharap orang-orang yang paham dengan hukum dan pihak pemerintah daerah dapat mencari solusi derita yang sedang kami alami ini,” harap Sutarno dengan wajah yang pilu.

Sedangkan isteri Sutarno terus teriak-teriak mengatakan, “Mana tanggungjawabnya. Kalian tidak punya hati. Saya datang kesini meminta isteri anggota dewan yang bekerja di Bank BNI ini ada rasa prikemanusiaan atas penderitaan yang kami alami sabagai orang kecil,” teriaknya isteri Sutarno.

Sementara Upik Dea selaku Kacab BNI Arga Makmur ketika ingin dikonfirmasikan oleh wartawan media ini tidak ingin memberikan keterangan. Bahkan sempat memerintahkan salah seorang satpam untuk memberikan saran, agar wartawan media ini keluar dari ruangan.

“Maaf Pak, ibuk tidak mau dikonfirmasi, dia menyarankan agar sampean keluar dari ruangan,”tutup Satpam.(Ben)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here