Connect with us

Random

Mengenali Metode Perbaikan Tanah dalam Konstruksi

Published

on

Mengenali Metode Perbaikan Tanah dalam Konstruksi

Dunia konstruksi memanglah menjadi salah satu pekerjaan yang banyak dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan kebutuhan akan pembangunan yang terus berjalan. Salah satu tahap yang penting dalam dunia konstruksi adalah tahap perbaikan tanah.

Tanah adalah bagian yang penting sebelum mendirikan suatu bangunan atau konstruksi, Hal ini karena tanah adalah tempat dari pondasi bangunan itu berpijak. Jika tanah yang digunakan untuk mendirikan bangunan itu tidak memiliki daya dukung yang tinggi atau tanah yang labil maka bangun tidak akan kuat.

Sehingga, sangat penting untuk memahami metode apa saja yang biasa digunakan dalam bidang sipil khususnya untuk memperbaiki tanah yang labil menjadi tanah yang memiliki daya dukung tinggi.

Selain itu juga untuk memenuhi spesifikasi teknik, aman dan layak untuk didirikan sebuah bangunan. Bagaimana penjelasannya?

Metode Perbaikan Tanah

Dalam dunia konstruksi, secara garis besar perbaikan tanah ini dibagi menjadi dua metode. Yang pertama adalah perbaikan tanah secara tradisional dan perbaikan tanah dengan cara yang mekanis atau maju. Apa perbedaan di antara keduanya? 

Metode Perbaikan Tanah Secara Tradisional 

Cara ini merupakan sebuah upaya dengan cara memberikan pupuk organik dalam peningkatan kesuburan tanah. Selain itu, bisa melalui pembentukan agregat yang lebih stabil, aerasi dan drainase tanah yang baik. 

Infiltrasi air hujan ke dalam tanah dapat berlangsung sangat baik, sehingga run-off berkurang dan nantinya akan mengurangi erosi. Bahan organik tanah juga meningkatkan kemampuan tanah menahan air (water holding capcity), sehingga jumlah air tersedia bagi tanaman juga meningkat.

Pengolahan tanah secara tradisional berkaitan juga dengan kegiatan lain seperti penyebaran benih (penanaman bibit), perlindungan tanaman dan panen. Berkaitan dengan sejarah pengolahan tanah maka perkembangan dalam tujuan serta metode pengolahan tanahnya diikuti pula dengan perkembangan disain peralatan baik dari segi bahan maupun alatnya (misalnya : alat bajak sawah).

Perbaikan Tanah yang Mekanis atau Maju

Metode ini disebut juga perbaikan tanah dengan enersi. Metode ini biasanya dilakukan terhadap tanah timbunan. Jenis tanah dapat berupa tanah berbutir halus maupun berbutir kasar. Pemadatan dapat dilakukan dengan cara gilasan, tumbukan, getaran, dan kombinasi a-c dan b-c.

Energi gilasan, tumbukan, dan getaran memiliki peran untuk mendorong udara dan air tanah dari rongga atau pori-pori tanah, sekaligus memampatkan rongga menjadi semakin kecil. Kemudian proses memampatkan tanah juga merubah susunan butiran menjadi lebih kompak. 

Cara gilasan dan tumbukan sangat cocok untuk tanah kohesif (berbutir halus), sedangkan cara gilasan dan getaran cocok untuk tanah non-kohesif (berbutir kasar). Alat pemadat kombinasi gilasan dan getaran yaitu Smoot wheel roller, cocok untuk tanah berbutri kasar. Sedangkan Pneumatic rubber tired roller cocok untuk tanah berbutir kasar maupun halus.

Baca juga: Lokasi Makam San Diego Hills Untuk Islam

Usaha dalam Perbaikan Tanah

Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan dalam melakukan perbaikan tanah. Berikut penjelasannya:

Beton Pra cetak 

Beton pra cetak adalah bahan beton yang telah dibuat di pabrik dengan bentuk sesuai cetakan, kemudian beton yang dicetak tersebut diangkut dan dipasang ke tempat lokasi konstruksi bangunan. 

Sistem beton pracetak merupakan salah satu metode konstruksi yang mampu menjawab kebutuhan di era ini, selain itu juga praktis dan bermanfaatnya juga berdampak pada lingkungan serta mampu menghemat biaya konstruksi bangunan.

Serat Buatan atau Geotextile

Cara ini mulai banyak dipakai dalam dunia kontruksi. Geotextile adalah lembaran sintesis yang tipis, fleksibel, permeable yang digunakan untuk stabilisasi dan perbaikan tanah dikaitkan dengan pekerjaan teknik sipil. 

Pemanfaatan geotextile sendiri menjadi salah satu cara modern dalam usaha untuk perkuatan tanah lunak. Beberapa fungsi dari geotextile yaitu untuk memperkuat tanah lunak.

Selain itu, geotextile berfungsi untuk konstruksi teknik sipil yang mempunyai umur rencana cukup lama dan mendukung beban yang besar seperti jalan rel dan dinding penahan tanah.

Sebagai lapangan pemisah, geotextile juga memiliki fungsi sebagai penyaring drainase dan sebagai lapisan pelindung.

Secara umum, jenis geotextile dibagi menjadi 2 yaitu woven geotextile (anyaman) dan non woven geotextile (nir-anyam). Pengunaan Woven Geotextile akan memberikan hasil yang lebih baik sebab arah gaya dapat disesuaikan dengan arah serat, sehingga deformasi dapat dikontrol dengan baik. 

Sedangkan pada Non-Woven Geotextile arah serat dalam struktur geotekstil tidak terarah, sehingga apabila dibebani maka akan terjadi deformasi yang sangat besar dan sulit dikontrol.

Menggunakan Alat Berat

Cara selanjutnya untuk proses dan metode perbaikan tanah adalah dengan menggunakan a;at berat. Alat Berat atau Heavy Equipment adalah alat bantu yang digunakan oleh manusia untuk mengerjakan pekerjaan berat atau susah untuk dikerjakan dengan tenaga manusia.

Nantinya alat ini mampu membantu manusia dalam mengerjakan pekerjaan yang berat. Di Indonesia sendiri, sudah dikenal berbagai tipe alat berat, namun pada dasarnya tipe alat berat dibagi menjadi beberapa bagian.

Tipe Alat Berat dalam Perbaikan Tanah

  1. Loading equipment adalah alat yang digunakan untuk menggali, mengangkat material dari sumbernya ke unit pembawa material, yang jenisnya antara lain adalah hydraulic shovel, hydraulic excavator, wheel type loader dan track type loader.
  2. Heavy support equipment adalah spare part alat berat atau alat berat yang digunakan sebagai sarana pendukung disekitar loading area, dumping area maupun area perjalanan dari loading hingga dumping area. Jenisnya yaitu track type tracktor / dozer, motor grader, wheel type tracktor / wheel dozer dan asphalt compactor.
  3. Lifting equipment adalah alat berat yang digunakan sebagai alat pengangkat dengan berbagai jenis berat beban maksimal yang mampu diangkat oleh alat tersebut. Jenisnya : telescopic handler, pipelayer dan forklift.
  4. Hauling equipment adalah alat berat yang digunakan sebagai alat pemindah material dari loading area. Jenisnya : off hihway truck, articulated dump truck dan scraper.
  5. Drilling machine adalah spare part alat berat atau alat berat yang digunakan sebagai pengebor untuk membuat lubang yang akan digunakan sebagai tempat meletakkan bahan peledak untuk diledakkan. Dalam system pengeboran ini biasanya sebuah perusahaan blasting menggunakan air compressor yang dirakit dengan attachment bor untuk pelaksanaan kegiatan drilling.

Baca juga: Klasifikasi Geotekstil dan Fungsinya Dalam Proyek Teknik Sipil

Penggunaan Bahan Kimia

Usaha perbaikan tanah selanjutnya adalah dengan menggunakan bahan kimia. Usaha secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur tanah asli dengan bahan stabilitator yang dipakai harus memenuhi keriteria seperti dapat tercampur dengan tanah asli, dapat dipadatkan dengan baik, mudah dikerjakan dan mudah didapat, serta ekonomis.

Ada beberapa bahan stabilitator tanah antara lain adalah stabilisasi tanah dengan semen yang dapat diartikan sebagai pencampuran antara tanah yang telah dihancurkan, semen dan air. 

Kemudian dipadakan sehingga menghasilkan suatu material baru yang disebut Tanah-Semen (Soil Cement), dimana kekuatan karakteristik deformasi, daya tahan terhadap air, cuaca dan sebagainya dapat disesuaikan dengan kebutuhan untuk pekerjaan jalan, pondasi bangunan dan jalan, aliran sungai dan lain-lain.

Penyedotan atau Dewatering.

Dewatering adalah proses penurunan muka air tanah selama konstruksi berlangsung, selain itu juga diperuntukkan pencegahan kelongsoran akibat adanya aliran tanah pada galian atau bisa dipaparkan sebagai proses pemisahan antara cairan dengan padatan. 

Proses dewatering tidak dapat dilakukan sekaligus, tetapi harus secara bertahap, yaitu dengan jalan:

  1. Thickening merupakan proses pemisahan antara padatan dengan cairan yang mendasarkan atas kecepatan mengendap partikel atau mineral tersebut dalam suatu pulp sehingga solid factor yang dicapai sama dengan satu (% solid = 50%).
  2. Filtrasi adalah proses pemisahan antara padatan dengan cairan jalan menyaring (dengan filter) sehingga didapatkan solid factor sama dengan empat (% solid = 100%).
  3. Drying adalah proses penghilangan air dari padatan dengan jalan pemanasan, sehingga padatan itu betul-betul bebas dari cairan atau kering (% solid = 100%).

Demikian tadi beberapa penjelasan mengenai metode dalam perbaikan tanah yang dilakukan dalam dunia konstruksi. Perbaikan tanah sangat perlu dilakukan untuk menentukan kualitas bangunan yang nantinya akan berdiri. Semoga bermanfaat!

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending