6.9 C
Alba Iulia
Kamis, April 2, 2020

Masyarakat Taba Kelintang Sebut Inspektorat Diduga Bermain

Must Read

Beredar Foto Seronok di Duga Siswi SMK Kandeman Kabupaten Batang

Sekolah perlu memberikan pengawasan ketat terhadap para siswa dalam lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah, bila ada keterkaitanya anak...

Umat Islam Diambang Kehancuran?

Belakangan ini konflik atas nama agama sering kali mencuat. Baik di dunia maupun di Indonesia. Islam menjadi salah satu...

Tari Topeng Cirebon dan Makna Dibaliknya

Tari Topeng Cirebon dengan gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab,...
Garuda Citizenhttps://www.garudacitizen.com/
Garuda Citizen adalah portal berita yang memuat berbagai artikel menarik dan penting. Seperti politik, hukum, HAM, wisata, opini hingga hiburan

Bengkulu Utara, GC – Terkait dengan laporan dugaan Korupsi Dana Desa (DD) di Desa Taba Kelintang Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu Tahun 2018. Masyarakat mengaku pihak inspektorat diduga bermain mata dengan kepala desa (Kades) selaku terlapor.

Pasalnya, menurut JON, salah seorang warga desa Taba Kelintang mengaku, sebelumnya pihak inspektorat telah turun meninjau ke desa serta mempertanyakan langsung dengan warga terkait sejauh mana kebenarnya soal laporan Masyarakat yang masuk ke kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Utara pada tanggal 9 Juli 2019 lalu, yang saat ini diminta oleh pihak Kejari agar pihak inspektorat melakukan pemeriksaan awalnya.

Namun setelah usai meninjau langsung ke desa. Melalui surat tim inspektorat Pembantu wilayah satu (IRBAN 1) kembali memanggil sebanyak 17 orang masyarakat yang mendapatkan uang yang dibagi-bagikan kepala desa Taba Kelintang untuk pembuatan WC, agar dapat datang ke kantor inspektorat di Kacamatan Kota Arga Makmur, guna untuk dilakukannya pemeriksaan.

“Tanggal 21 kemarin, tim dari Inspektorat yang dipimpin oleh Pak Andi Daniel,SH sudah datang ke desa. Bahkan, mereka naik rumah turun rumah mempertanyakan berapa jumlah uang yang warga terima dari Kades. Kok hari ini warga di panggil lagi,”terang JON, Rabu (28/8/2019) di Kantor Inspektorat.

Anehnya, Surat panggilan untuk warga tersebut, dibuat sekaligus disampaikan oleh seorang suami kapala dusun (Kadun) desa setempat yang bernama Afrizal, dan bukan dibuat dan disampaikan oleh pihak inspektorat selaku tim petugas pemeriksaan. Lucunya kata Jon, Tulisan di surat pemanggilan itu seperti cakcing kepanasan.

“Surat panggilan ini dibuat oleh suami Kadun yang namanya Afrizal. Sepengetahuan kami, yang namanya sebuah surat panggilan, seharusnya pihak inspektorat sendiri yang membuat dan menyampaikannya dengan warga,”tutur JON.

Masyarakat Diminta Pihak Inspektorat Buat Surat Pernyataan

Parahnya lagi, pihak inspektorat meminta warga penerima bantuan yang bersumber dari Dana Desa untuk pembuatan WC sebesar Rp 3 juta tahun 2018 lalu, agar membuat pernyataan bahwa mereka menerima uang dari kades tersebut sebesar Rp 4.750.000.

“Pemanggilan kami hari ini, rupanya kami ditekan oleh pihak inspektorat untuk menandatangani surat pernyataan bahwa kami menerima uang dari kades sesuai dengan RAB, yakni sebesar Rp.4.750.000. Hal itu langsung kami tolak dan tidak mau kami menandatanganinya, karena kami merasa tidak pernah menerima uang yang nilainya segitu”terang JON.

Jon juga mengatakan, setiap warga yang dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan terkesan seolah-olah adanya permainan dari pihak inspektorat. Sebab, didalam ruangan pemeriksaan selalu dihadiri Kades dan bendahara selaku pihak yang yang terlapor.

“Saya heran kenapa setiap warga yang dipanggil untuk diperiksa, selalu ada kades dan bendaharanya dalam ruangan pemeriksaan Inspektorat. Seharunya mereka tidak ada diruangan saat warga sedang diminta keteranngan dalam ruang pemeriksaan itu,”ujar JON.

Terpisah, Inspektur Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara, Suharto Handayani saat dikonfirmasikan oleh wartawan dalam hal ini mengatakan, dirinya belum mengetahui persoalan surat pemanggilan warga Desa Taba Kelintang dari IRBAN 1 yang dibuat oleh suami Kadun tersebut.

“Saya belum mengetahui mengenai hal itu, nanti saya pertanyakan dengan Irbannya,”singkat Suharto. (Ben)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Ini Daftar 48 Media Massa Yang Kerja Sama di DPRD BU 2019

Bengkulu Utara, GC – Anggaran publikasi media massa di sekretariat DPRD Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tahun 2019...

Karena Corona, Pilkada Serentak Tahun 2020 Ditunda

garudacitizen.com – Kesimpulan rapat kerja dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan...

Menkeu RI Hentikan Proses Lelang Barang Jasa DAK Fisik 2020

GARUDACITIZEN.COM – Upaya mencegah dan menanggulangi wabah penyeberan virus corona atau Covid-19. Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, mengeluarkan surat edaran...

Paripurna LKPJ 2019, Bupati Sinjai Siap Terima Kritikan dan Saran

Sinjai, GC – Bertempat di ruang rapat paripurna gedung DPRD Kabupaten Sinjai. Bupati Andi Seto Ghadista Asapa, SH,LLM, dihadapan 30 anggota DPRD...

DPRD dan Pemkab Sinjai Sepakat Bangun kios Pasar Darurat

Sinjai, GC - Hasil rapat Komisi gabungan DPRD dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, sepakat Membangun Kios Pasar Darurat sebanyak 24 Yunit, Selasa...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -