Masyarakat Pulau Enggano Kecewa PLTS Lampunya Tidak Menyala

Harapan masyarakat yang bermukim di Pulau Enggano, di Desa Kahyuapu Kecamatan Enggano – Bengkulu Utara, untuk dapat menikmati layanan listrik dari pemerintah,  tidak sesuai harapan. Pasalnya, saat dibutuhkan pada malam hari, lampu-lampu bertenaga surya tersebut tidak menyala sama sekali.

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui Dinas Pertambangan Energi Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2015, di laksanakan rekanan kontraktor dari CV. Lisma, hasilnya tidak maksimal.

Masyarakat Enggano Kecewa PLTS Tidak Menyala

Masyarakat Pulau Enggano mengeluh, proyek yang menelan biaya sebesar Rp 3,5 Milyar tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Salah seorang warga saat di temui wartawan media ini, Arip (40) minggu 24/7/2016 di Desa Kahyapu mengatakan, semenjak tiang listrik dengan tenaga PLTS terpasang, hingga saat ini lampu-lampunya tidak menyala.

Warga sangat berharap agar kondisi ini dipublikasi. Sehingga keluhan ini didengar Bupati Bengkulu Utara. Mengingat sudah berpuluh-puluh tahun warga Kahyapu di landa gelap gulita.

“Selama ini kami menggunakan lampu pelita untuk penerangan di malam hari,” ungkap Arip.

Dikatakan Arip, warga benar-benar kecewa. Hasil dari proyek tersebut, adalah impian masyarakat sejak lama. Sedang kan masyarakat tahu persis, anggaran proyek PLTS tersebut mencapai milyaran rupiah.

“Listrik adalah impian kami yang hingga kini belum terwujud. Kami kecewa. Tolong  pak Wartawan  sampaikan  keluhan kami  ini ke Bupati,” ujarnya.

Selain itu, Arif juga berharap, Proyek PLTS dengan anggaran milyaran rupiah itu dipantau aparat hukum. Dengan cara turun langsung ke lapangan.  Seperti BPKP, Polisi, Kejaksaan atau lainnya.

“Supaya dapat memeriksa proyek-proyek yang diduga bermasalah alias di buat asal jadi ini,” ungkap Arif.

Menurut Arif, desanya termasuk dalam wilayah pulau terpencil dan akses transportasi susah. Hal ini cenderung membuat pihak-pihak pelaksana proyek bisa berbuat semaunya. Rawan korupsi. Ada indikasi kontraktor mencari keuntungan dengan tidak memperdulikan kualitas pekerjaan.

“Kami sangat berharap BPKP, Polisi, Kejaksaan turun ke sini. Periksa proyek-proyek yang ada di Enggano. Baik yang dikerjakan Tahun Anggara 2015 lalu, maupun di 2016 sekarang. Banyak proyek di sini di duga dikerjakan asal jadi aja,” Demikian Arif.

Pulau Enggano

Pulau Enggano adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di samudra Hindia. Pulau Enggano ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dan merupakan satu kecamatan. Pulau ini berada di sebelah barat daya dari kota Bengkulu dengan koordinat 05° 23′ 21″ LS, 102° 24′ 40″ BT.

Secara geografis, Pulau Enggano berada di wilayah Samudera Indonesia yang posisiastronomisnya terletak pada 05°31’13 LS dan 102°16’00 BT.

Secara administratif, Pulau Enggano termasuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Enggano merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara dengan pusat pemerintahan berada di Desa Apoho. Luas wilayah Pulau Enggano mencapai 400,6 km² yang terdiri dari enam desa yaitu Desa Banjarsari, Meok, Apoho, Malakoni, Kaana, dan Kahyapu.(BEN)