M Enthieh Mudakir | PUISI

0
297


PUISI URAT MALU

Kita tak menjadi pandir dan nir-adab
karena hanya keledai meladeni nafsu
kesenangan kendati bukan suatu dosa
kontemplasi akan memberi kita makna
untuk apa kesenangan itu ada
Sangka-menyangka menjadi wacana terbuka
aib menjadi konsumsi alam raya
hidang menghidang sex terbuka
SPA kerudung dunia nyata
evoria bukan gejala martabat manusia
Demi sejengkal tanah saudara menjadi pecah
lambat atau cepat
demi seliter bensin, atau
air mineral, menjadi
pertumpahan darah
Urat malu sedang memperdaya tabir para pemimpin
asal santap dan tidak mau tahu  
ia pura-pura tidak tahu padahal sangat paham
anak-anak negeri berlari mengejar matahari
keringatnya masih tega ia menyedunya.
30/1/2013
PUISI  ISI HATI

Puisi maha tahu isi hatimu, dengan
Akhirnya mati bunuh diri
Malaikat El-maut menjemput
Saat dirimu mengkonsumsi racun opium
Seutas cinta dan air mata
Mentilawatilkan toksin negri yang ganas
Ratusan tahun lalu menjadi obituari
Sekali mati akan mati
Menjilat sejumput senyap
Dikerjap terang maha dahsyat
Akal sehat bagi akal jahat
Adalah diri tak berdiam
Simbolik alam mencatat
Membuat hujan buatan
Secangkir garam ditebarkan
Sayang tidak secanggih menyeret “kutil” di negri serakah
Hingga aku bilang kepada Tuhan
Siapkan ruang ber-AC di pemakaman.
30/1/ 2013
PUISI ANGIN
MENGENDARAI ALENGKA


Biarlah angin

Mengendarai Alengka


Sesuka-suka
Mengarungi alam raya
Seluas langit setinggi gunung
Menyelam ke laut dasar
Berlayarlah perahu hati
Karena akan mengerti
Waktu melaju
Pembuktian akal sehatmu
Tidak perlu terburu
Hidup itu indah bila dicumbu
Segala rayu
Adelwaysku
Jangan pernah terkesima
Kepada zaman palsu
Banyak hal baru
Kau harus tak keliru
Dunia mencumbu
Melanda anganmu.
2/2/2013

loading...