LSM Pusako Laporkan Pembangunan DD Tik Kuto

0
580
LSM Pusako Laporakan DD Tik Kuto

Lebong, garudacitizen.com – Dugaan Mark Up pada pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) tahun 2016 dan Bangunan Pelapis Tebing tahun 2017 lalu, yang menggunakan Dana Desa (DD) Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Resmi telah dilaporkan oleh LSM Pusako.

Hal ini disampaikan oleh Rusmianto, selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Anti Korupsi (Pusako) Kabupaten Lebong dengan media ini, Kamis (30/12/2018) pada saat berada di kantor garudacitizen.com daerah Lebong di Desa Suka Marga Amen Lebong.

“Kami dari LSM Pusako telah resmi melaporkan dugaan mark-up kegiatan DD Tik Kuto tahun 2016 dan tahun 2017 dengan pihak kepolisian Polres kabupaten Lebong,”kata Rusmianto.

Dalam surat laporan LSM Pusako Nomor 29/Pusako/Lebong/2018 menerangkan, Berdasarkan hasil data yang dihimpun LSM Pusako di lapangan, Pembangunan JUT tahun 2016 dan pelapis Tebing tahun 2017 di Desa Tik Kuto disinyalir banyak mark up lantaran diduga oknum Kades banyak melakukan pencurian Volume pada saat proses pelaksanaannya.

Hal itu sangat jelas ketika dilihat dari kondisi bangunan tersebut saat ini yang sudah banyak mengalami kerusakan. Seperti JUT, terlihat kondisinya sudah banyak mengalami pecah dan retak-retak. Bahkan, Kondisi pelapis tebingnya pun saat ini juga sudah amblas, sehingga banyak ditumbuhi oleh rerumputan liar.

Dengan adanya laporan ke Polres Lebong pada tanggal 15 bulan 11 tahun 2018 lalu, yang diterima oleh Rapindra. Sebagai ketua LSM Pusako, Rusmianto, masih berkeyakinan, bahwa laporan yang diberikannya kepada pihak aparat penegak hukum tersebut, dalam waktu dekat ini akan ditindak lanjuti dan diproses sesuai atauran hukum yang berlaku.

“Terkait laporan kami ke Polres Lebong pada tanggal 15 bulan 11 tahun 2018 yang diterima oleh Rapindra tempo lalu. Hingga saat ini kami masih berharap, agar laporan kami itu dapat segera ditindak lanjuti, dan tidak mandek alias jalan ditempat,”terang Rusmianto. (Eluban RI)