Lonsor Di Magelang Kubur 6 Truk

0
216

MAGELANG – Enam unit truk terjebaklongsoran tebing setinggi 50 meter di Kali Bebeng, Cawang, Srumbung, Kabupaten Magelang. Akibat kejadian ini lima truk mengalami rusak berat.

Sementara, satu truk hanya mengalami rusak ringan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kala itu, enam truk tersebut sedang mengantre memuat pasir dan batu di jalanan sempit sepanjang 15 meter. “Tiba-tiba saja, tebing ambrol dan menimpa enam truk tersebut.

Sementara, ada sembilan truk yang terjebak longsoran, namun bisa dievakuasi,” ujar Fatkhul Mudjib, salah satu warga setempat, Minggu (20/3/2016).

Saat tebing ambrol, terdengar suara gemuruh dan mengagetkan penambang manual maupun puluhan pengemudi.

Mendengar suara gemuruh tersebut puluhan orang baik penambang dan pengemudi truk terus berlarian untuk menyelamatkan diri.

Ketua paguyuban penambang manual Merapi Punokawan ini menyebutkan, dari enam unit truk, tiga truk tertimbun total. Sedangkan, tiga truk lainnya masih terlihat rangkanya. Sementara, evakuasi dilakukan selama hampir dua hari.

“Kami akhirnya berkoordinasi dan mengevakuasi menggunakan alat berat pagi tadi (kemarin). Semuanya sudah bisa dievakuasi, lima rusak berat, sementara satu truk rusak ringan,” kata Mudjib.

Dalam kasus longsoran tebing ini, Mudjib mengaku selalu mengingatkan sopir untuk berhati-hati dan tidak menambang saat jam malam yang sudah disepakati.

Pihaknya, sebelumnya telah memberlakukan jam malam sejak pukul 19.00 dengan menutup portal dari Kemiren. “Namun, masih banyak puluhan truk yang masuk melalui Kaliurang. Padahal, ada pemberlakuan jam malam.

”  Arif Sudrajat, warga, Banyuagung, Srumbung, juga menghatakan,  kalau dari 6 unit truk yang tertimpa longsoran tebing tersebut salah satunya milik saudaranya, Handoyo AA 1923 DK.

Sementara itu, tanah longsor menimpa rumah Mahfudin (28), warga Dusun Mlanden, Desa Jebengsari, Kecamatan Salaman, KabupatenMagelang, Jumat (18/3/2016) petang lalu.

Akibat longsornya tanah tersebut, Rumah Mahfudin mengalami jebol di bagian belakang dindingnya. Beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Akibat kejadian ini, Mahfudin bersama istri dan anaknya terpaksa mengungsi di rumah tetangganya. “Kami terpaksa mengungsi pasca kejadian ini, paparnya.

Tanah longsor juga menimpa bagian dapur rumah Asirun, warga Dusun Ngemplak, Desa Krasak, Kecamatan Salaman. Akibat kejadian tanah longsor tersebut, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (Arintoko)