Ledakan Bom di Madinah, Tewaskan 4 Orang

Bom bunuh diri juga meledak di Jeddah dan Kota Qatif pada hari yang sama

0
405
Ledakan Bom di Madinah, Tewaskan 4 Orang

Ledakan bom di Madinah – Arab Saudi pada Senin malam, 4 Juli, waktu setempat, membuat gempar dunia. Setidaknya, sebagaimana dilaporkan AFP, kejadian tragis di tanah suci umat muslim itu menewaskan 4 petugas keamanan dan 5 lainnya menderita luka.

Serangan terjadi di dekat petugas keamanan di lapangan parkir Masjid Nabawi. Masjid terbesar kedua di dunia yang dibangun oleh Nabi Muhammad. Ledakan tersebut terjadi sesaat setelah adzan maghrib berkumandang, ketika umat Muslim berbuka puasa.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, pelaku meledakan bom yang dipasang dalam bentuk sabuk ketika akan dikonfrontir oleh petugas keamanan. Mereka mendekati pelaku karena bertindak mencurigakan di dekat area tempat parkir Masjid Nabawi.

Dikatakan, ketika petugas keamanan hendak menghentikannya, pelaku meledakkan dirinya dengan sabuk tersebut.

“Ia langsung tewas di tempat dan mengakibatkan 4 petugas keamanan meninggal dunia,” demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Televisi Arab Saudi menayangkan gambar-gambar kebakaran yang terjadi di lapangan parkir. Dan, tampak setidaknya dua satuan pengaman tergeletak di sana.

Selain ledakan bom di Madinah, sebelumnya telah terjadi dua ledakan bom bunuh diri di dua kota berbeda pada hari yang sama. Yakni Jeddah dan Kota Qatif.

Bom bunuh diri menewaskan pelaku dan melukai dua petugas keamanan di dekat Konsulat Amerika Serikat di Kota Jeddah. Pelaku bom bunuh diri di Jeddah diidentifikasi sebagai warga negara Pakistan dengan nama Abdullah Qalzar Khan.

Sedangkan pada Senin petang, ledakan bom terjadi di Qatif, kota bagian timur Arab Saudi, yang menyasar Masjid Syeikh Faraj Al’Umran — sebuah masjid umat Syiah. Hanya pelaku yang dilaporkan tewas dalam insiden di Qatif ini.

Saksi mata mengatakan, seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di luar sebuah masjid Syiah. Namun, tidak ada korban yang terluka akibat insiden ini. Para saksi hanya melaporkan melihat bagian tubuh tergeletak di lokasi kejadian.

“Pasti itu bom bunuh diri. Saya bisa melihat tubuh yang hancur berkeping-keping,” ujar seorang penduduk seperti dikutip dari laman Aljazeera, Selasa (5/7).

Warga lainnya, Nasima al-Sada mengatakan, satu pengebom meledakkan dirinya di dekat masjid tersebut. Sementara saksi ketiga mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa salah satu ledakan menghancurkan sebuah mobil yang diparkir di dekat masjid. Kemudian disusul ledakan lainnya yang terjadi sebelum pukul 19.00 waktu setempat.

Tak ada WNI jadi korban ledakan bom

Menanggapi situasi keamanan di tiga tempat berbeda di Arab Saudi, Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah mengimbau masyarakat Indonesia agar tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan dan keamanan pribadi dan keluarga.

KJRI juga mengimbau warga negara Indonesia yang sedang berada di Arab Saudi untuk ibadah umrah agar selalu membawa identitas diri seperti passport pada saat bepergian, dan menghindari daerah atau wilayah yang berpotensi membahayakan.

Hingga kini, menurut KJRI, belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam rentetan serangan bom di Madinah, Qatif, dan Jeddah. Menurut informasi yang dikumpulkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), terdapat 800 ribu WNI yang saat ini bermukim di Arab Saudi. Sebanyak 100 ribu di antaranya berada di Madinah.

Apabila terdapat perkembangan mengenai WNI yang terkena dampaknya, diharapkan untuk segera menghubungi hotline KJRI Jeddah di +966581781945 dan Kedutaan Besar RI (KBRI) Riyadh di +966598881945.

loading...