LAB Dinkes Bengkulu Utara Penyumbang PAD Belum Terakreditasi

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...
- Advertisement -

Bengkulu Utara, GC – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium (LAB) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara, yang sudah bertahun-tahun selaku penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) ternyata hingga saat ini belum terakreditasi dan belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

Kepala UPTD LAB Dinkes Kabupaten Bengkulu Utara, Sapuan, dengan awak media mengatakan, hingga saat ini belum terakreditasinya LAB tersebut lantaran terkendala masalah izin IPAL, Bentuk bangunan, biaya dan kekurangan Sumber Daya Manusia.

“Laboratorium kita sampai saat ini belum terakreditasi karena kita masih banyak kendala, diantaranya, kondisi gedung kita belum memenuhi standar Laboratorium. Kemudian IPAL LAB masih manual, dan belum memiliki izin,”terang Sapuan, di ruang kerjanya.

Sapuan juga mengakui, sebenarnya Akreditasi LAB sangatlah penting. Bahkan, wajib dimiliki untuk seluruh LAB. Apa bila belum terakreditasi, kata Sapuan, tentu akan berdampak pada pendapatan LAB sebagai penyumbang PAD.

“Kalau belum terakreditasi, tentu pihak perusahaan swasta tidak mau melakukan pemeriksaan uji LAB di tempat kita. Sehingga kami belum dapat menentukan berapa PAD nya pertahun, makanya kita berharap LAB kita ini cepat terakrediatasi,”tutup Sapuan. (Ben)

Latest News

16 Tempat Ngopi Paling Asik di Jogja | COFFEE SHOPS YOGYA

Jika Anda mencari rekomendasi tempat ngopi paling asik di Jogja, mungkin 16 Coffee Shops ini layak untuk...

Apa itu internet marketing? Explore Strategi Pemasaran Online!

Apa itu internet marketing? Ini menjadi pembahasan paling menarik bagi para pelaku bisnis beberapa dekade belakangan ini. Strategi pemasaran online dianggap menjadi...

Tempat Wisata Malam Jogja | Tempat Nongkrong Asik

Berikut adalah rekomendasi tempat wisata malam Jogja. Cocok untuk tempat nongkrong menikmati suasana kunjungan Anda. Jogja adalah...

Apa Itu Bisnis RT RW Net? Prinsip Dasar dan Potensinya

Apa itu Bisnis RT RW Net, kenapa ia menjadi buah bibir ditengah masyarakat. Dimana mendorong sebagian besar orang, menggali lebih jauh tentang...

Perpanjangan Waktu Habis, Kontraktor Proyek GOR Segera Bayar Denda

Bengkulu Utara, GC – Pemberian kesempatan perpanjangan waktu proyek pembangunan gedung olahraga (GOR) Kabupaten Bengkulu Utara yang menelan anggaran Dana Alokasi Khusus...

More Articles Like This

- Advertisement -