Kronologis Bom di Bekasi, Rencana Mau Diledakkan di Istana Presiden

0
249
Bom Bekasi

Berkat kesigapan Densus 88 Antiteror, rencana teror bom dengan daya ledak tinggi berhasil diantisipasi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Argo mengatakan terduga teroris hendak meledakkan sebuah bom di Istana Presiden ketika acara serah terima jaga Paspampres pada hari Minggu pagi, 11 Desember 2016.

Menurut Argo, penangkapan itu sebagai antisipasi serta penindakan terhadap aksi terorisme di Indonesia. Karena itu, pengungkapan kasus tersebut merupakan prestasi dari kepolisian yakni Densus 88 Antiteror.

Bom tersebut ditemukan pada Sabtu tanggal 10 Desember 2016 sekitar pukul 16.00 bertempat di jalan jalan raya Bintara jaya 8 RT 4 RW 9 RW 9 Kelurahan Bintara Jaya Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Umar Surya Fana membenarkan bahwa bom diduga memiliki daya ledak tinggi. Sebab, bom memiliki ukuran cukup besar yakni mencapai tiga kilogram. Bom dirakit dalam sebuah wadah seperti tempat penanak nasi.

Apabila bom tersebut berhasil diledakkan oleh terduga teroris di ruang terbuka, kecepatan daya ledak bisa mencapai 4.000 kilometer per jam. Selain itu ledakan bisa menghancurkan bangunan hingga benda yang berada dalam radius sekitar 300 meter.

Kronologis Bom Bekasi:

  1. Telah diambil pelaku teroris sebanyak 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan an. Novi, yang sudah diamankan oleh Densus 88.
  2. Pelaku tersebut bertempat tinggal dengan mengontrak di Jalan Bintara Jaya 8 RT 4 RW 9 Kelurahan Bintara Jaya Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi kontrakan milik Opung Mangun. Dan yang bersangkutan para pelaku baru mengontrak selama 5 hari
  3. Di rumah kontrakan tersebut terdapat barang bukti berupa bom yang telah ditangani oleh pihak Gegana Polda Metro Jaya pimpinan Kompol Jerol Komontay sebanyak 10 personil
  4. Bom aktif yang terdapat di lokasi tkp merupakan bom yang akan diledakan oleh seorang  perempuan.
  5. Pelaku yang diamankan oleh Pihak Densus 88 yaitu A. Nur solihin B. Agus Supriadi C. Yang diamankan di lokasi yaitu Dian Yulia Novi, Cirebon 04-07 – 1989 alamat blog Jatimulya RT 18 RW 06 Desa Bakung Lor Kecamatan jamblang Kabupaten Cirebon D.

Adapun barang bukti Bom Bekasi yang diamankan yaitu Mobil merk Toyota Agiya biru metalik no. pol B-1578 GFX.

Penangkapan dilakukan pada hari sabtu tanggal 10 desember 2016 sekitar pukul 15.40 wib kepada 3 (tiga) orang. Yakni, 2 orang lelaki, Nur Solihin, Agus Supriyadi dan 1 orang perempuan Dian Yulia Novi.

Dimana sebelumnya, telah dilakukan pembuntutan oleh anggota Densus 88 AT dari Solo ke jakarta terhadap kendaraan Agiya B – 1578-GFX yg ditumpangi oleh Nur Solihin.

Setibanya di Jakarta kendaraan yg ditumpangi Nur Solihin dan Agus Supriyadi, menjemput Dian Yulia Novi di daerah Pondok Kopi yang membawa sebuah kardus.

Kemudian, Dian Yulia Novi diantar ke kantor pos sekitar daerah Bintara untuk mengirim kardus yg dibawa bersangkutan.

Kemudian paket tersebut diambil dan dibuka oleh anggota Densus yang isinya ditemukan barang-barang berupa pakaian dan Surat Wasiat  Dian Yuli Novi kepada kedua orangtuanya. Adapun isi surat wasiat tersebut menyatakan kesiapan Dian Yuli Novi untuk melakukan amaliyah.

Dari kantor pos Nur Solihin, Agus Supriyadi dan Dian Yuli Novi menuju ke tempat kos di Jl. Bintara Jaya VIII Bekasi. Ditempat tersebut, Dian Yuli Novi turun dengan membawa sebuah tas ransel warna hitam, masuk ke kamar 104.

Lalu Nur Solihin dan Agus Supriyadi pergi meninggalkan rumah kos tersebut. Dan dilakukan pembuntutan terhadap mobil yang mereka tumpangi.

Sekitar pukul 15.40 WIB dilakukan penangkapan terhadap Nur Solihin dan Agus Supriyadi di bawah flyover Kalimalang.

Sekitar pukul 15.50 WIB dilakukan penangkapan terhadap Dian Yuli Novi di kamar Jl. Bintara Jaya VIII Rt. 04/09 Kel. Bintara Jaya kec. Bekasi Barat Kota Bekasi dan ditemukan bom jadi di dalam kamar 104 yang tersimpan di dalam tas ransel warna hitam.

Dikatakan, rencananya bom tersebut akan diledakkan di istana negara pada saat serah terima jaga paspampres.

Umar mengatakan bom tersebut telah dijinakkan oleh tim Gegana Polri dengan meledakkan di lokasi kejadian. Meski demikian, kata dia, pihaknya masih mengamankan lokasi kejadian untuk mensterilkan dari bom yang telah dijinakkan tersebut.

“Tim masih melakukan olah tempat kejadian perkara,” kata dia.

loading...