Wartawan Garudacitizen saat investigasi operasi taksi di stasiun kereta api kota pekalongan
Wartawan Garudacitizen saat investigasi operasi taksi di stasiun kereta api kota pekalongan

Ratusan Sopir Taksi di Kota besar sepert Jakarta dan Bali melakukan demo besar besaran menuntut untuk diburkanya angkutan berbasis On Line, ini di Kota Pekalongan masih banyak berkeliaran Taksi Bodong alias tanpa ijin.

PEKALONGAN JAWA TENGAH – Taksi tak berijin tetap berjalan dan melayani penumpang, jarak jauh maupun dekat. Sementara keberadaan taksi taksi tersebut seperti siluman yang tidak mempunyai kantor tetap, yang hanya berkumpul di halaman parker Stasiun Kereta Api Kota Pekalongan.

Ironisnya Kota Pekalongan yang kini dikenal mendunia dengan sentra Batiknya, namun hingga kini Pemerintah Daerah kurang memperhatikan sarana Transportasi yang memadahi. Sehingga pelayanan Transportasi di Kota Pekalongan terkesan acakan.

Satu satunya perusahaan Taksi yakni Indotrans juga sudah lama ijinnya habis dan tidak di perpanjang oleh pengusahanya. Hal itu di karenakan tidak mempunyai kantor yang jelas dan pasti, kondisi armada juga sudah tidak laik jalan.

Sedikitnya ada Delapan Belas Armada Taksi Indotrans yang saat ini masih beroperasi, dan tidak berkantor juga tidak memiliki ijin operasi. Saat itu Taksi Indotrans berkantor atau Pool di Jalan Irian Kelurahan Sapuro,Kota Pekalongan. Namun kini keberadaan Kantor tersebut sudah tak lagi beroperasi di karenakan lahanya di sita oleh pihak Bank.

Dari pengakuan para sopir taksi Indotrans, mereka tidak bisa berbuat banyak dan hanya menunggu dari pihak pengusaha yang menjajikan akan memperpanjang Ijin. Namun hingga saat ini pihak perusahaan belum juga melakukan perpanjangan ijin.

“Sementara kami sebagai sopir hanya berusaha mempertahan hidup, untuk membiayai keluarga”, papar Samuji salah satu dari sopir Taksi Indotrans.

Keberadaan Operasional Taksi Indotrans juga mendapat tanggapan dari Kepala Dis Hub Parbud Kota Pekalongan, Drs.R Doyo Budi Wibowo.MM, mengatakan. Hal ini tentunya sangat merugikan pengguna armada jika terjadi kecelakaan di jalan, Karena tidak ada Asuransi yang melindungi pengguna jasa transportasi Taksi tersebut.

Pihak Dinas Perhubungan Kota Pekalongan sendiri mengaku tidak bisa berbuat banyak adanya hal tersebut. Saat di Konfirmasi oleh Garuda Citizen, Drs R Doyo Budi Wibowo. MM, berkilah kalau Ijin Taksi adalah merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Tengah. Bahkan untuk memanggil pengusaha itupun kewenangan pihak Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Tengah yang berkompeten dalam hal tersbut. Jadi Dinas Perhubungan Kota Pekalongan tidak mempunyai hak untuk memanggil pengusaha taksi tersebut, Papar Doyok.

Sementara itu di lapangan dengan masih beroperasinya Taksi Indotrans yang kini tak memiliki ijin, sepertinya pihak Dinas Perhubungan terkesan membiarkan, tanpa adanya tindakan tegas sesuai aturan perundang undang Lalu Lintas Jalan.

Tidak hanya itu, taksi indotrans juga juga tidak menggunakan argo seperti layaknya angkutan taksi di kota kota lain. Tarip hanya kesepakatan antara sopir dan penumpang, tergantung jauh dekat tujuan. Untuk jarak dekat berkisar Lima Puluh Ribu Rupiah dalam kota. ( Slamet Martoyo )