Connect with us

Daerah

Ketua KNPI Provinsi Bengkulu Kecewa Tak Dapat Tempat

Published

on

Bengkulu Utara,GC-Protokol merupakan suatu kebutuhan yang tak terelakkan di dunia modern. Banyak kegaggalan acara atau kegiatan bahkan akan menyebabkan kekecewaan terhadap para tamu undangan akibat buruknya protokoler.

Seperti pada saat kegiatan upacara HUT RI Ke 71, (17/8/2016) di Pulau Enggano, salah seorang tamu undangan, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Bengkulu, putra Rosjonsyah yang saat ini menjadi Bupati Lebong,  yang bernama Batara Yudha bersama anggotanya sempat kecewa di karenakan tidak dapat tempat.

“Sebenarnya kami dari jauh hari di undang,namun sampai disini kami di cuekin aja,sudah capek-capek kesini eh malah di biarkan begitu saja,gimana sih cara kerjanya panitia,” Ungkap salah seorang anggota KNPI Provinsi Bengkulu yang lagi berdiri di pinggir tenda.
Yang lebih memperihatinkan lagi, dari mulai hingga dengan selesai upacara, ketua KNPI provinsi Bengkulu terpaksa bernaung di kantor camat untuk menyingkir dari lokasi kegiatan, sementara 3 orang anggotanya terpaksa berdiri di pinggir tenda untuk mengamati jalannya upacara.
“Yah kami terpaksa berdiri aja di sini, abis kami mau duduk di mana, ketua kami aja keluar dari lokasi, mungkin sekarang dia lagi nyantai di kantor camat, kalau saya liat, sebagai tamu undangan ketua kami sangat kecewa,” Ujarnya, dengan raut wajah yang penuh rasa kecewa.
Sementara Kepala Bagian(Kabag) Humas Pemkab Bengkulu Utara, Arsil Kurnadi, S.IP saat dikonfirmasikan Garuda Citizen di salah satu ruang tenda acara pesta rakyat yang beralokasi di alun-alun malin paduko, jum’at (20/8/2016) membantah jika protokoler kegiatan upacara HUT RI ke-71 di Pulau Enggano memberikan pelayanan buruk dan mengerjakan tugasnya asal-asalan, mengingat jarak yang sangat jauh dan keterbatasan penyedian korsi, maka ada beberapa tamu  terpaksa berdiri.
“Kita tidak biasa yang namanya seorang tamu kesal atau marah dulu, kita lihat kondisi nya, jarak yang sangat jauh, mana tempatnya di daerah pedalaman, kesedian korsinya juga terbatas, jadi kita harus agar maklum dululah,”Jelas Arsil.
Dengan kejadian ini,merupakan sebuah pelajaran bagi kita semua terutama bidang protokoler, agar kedepan setiap ada acara atau kegiatan, lembaga pemerintah maupun swasta menyusun protokoler secara rapi dengan menempatkan seseorang atau beberapa orang (staf)yang diberikan tugas khusus untuk mengerjakan kegiatan-kegiatan keprotokoleran supaya tidak ada lagi yang para tamu undang yang merasa kekeceawa. Sebab peran protokoler sangat strategis karena tidak hanya memberikan pelayanan yang prima terhadap pegawai saja, tetapi juga memberikan pelayanan prima terhadap tamu.
Saat mendengarkan permasalahan ini, sebagai ketua KNPI kabupaten Bengkulu Utara, Hendri Kisinjer, sempat mengeluarkan kata kesal atas para panitia terutama bidang protokoler dan anggota KNPI yang ikut datang ke acara HUT RI di Pulau Enggano.
“Seharusnya anggota KNPI yang ikut tegas, bila perlu cari korsi, agar ketua dapat duduk, bukan hanya ikut-ikut saja, kalau bahasa kami itu ngekor bae,”Tutup Hendri dengan wajah yang geram.(BEN)

Penulis adalah Wartawan Garuda Citizen untuk wilayah provinsi Bengkulu dan sekitarnya. Lahir di Peraduan Binjai 29/12/1985 tinggal di Jl. Saberang Baru Kelurahan Purwodadi Arga Makmur Bengkulu Utara

Trending