Kepala Desa Wajib “Melek” Internet

0
777
sosialisasi

KAJEN – Terkait Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Pengelolaan Keuangan Dana Desa, Kamis (19/05) di Kantor Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.

Kasi Intel, Kabag Aspem Kepala Kecamatan. ” kalau perencana harus dengan musrendes, setelah itu di tuangkan dalam APBDES, untuk SPJ kami akan keliling ke desa untuk mengistal aplikasi pelaporan yang merupakan standar dari BPKP dengan aplikasi ini akan lebih mudah,” terang Arifin Kasi Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.

“Nantinya dari  Pemerintahan juga akan melakukan pelatihan kepada setiap desa,” lanjut Arifin

Hal ini terkait adanya  Bantuan dana yang di akan di terima desa ” kami di paksa untuk pelaporan SPJ dari awal sampai ahir,

Sementara  di desa belum ada tenaga yang mumpuni untuk hal tersebut. Kami merasa agak kesulitan untuk hal ini, l ujar Irawan Eko  Kepala Desa Kedungkebo.

Saat acara sosialisasi Pencegahan Korupsi Pengawalan bersama Pengelolaan keuangan dana desa. “Memang selama ini kami lebih fokus untuk peningkatan sarana dan prasarana desa seperti jalan dan drainase.

Sementara untuk peningkatan SDM kami memang belum menyentuh lebih jauh,” lanjut iwan. Karena saat melakukan pelatihan ketrampilan menjahit pun warga hanya datang beberapa kali saja sampai Ahirnya mesin tersbut mangkrak karena tidak di gunakan.

Semenjak dana desa turun 4 sampai 6 wartawan turun ke desa untuk meminta uang, ungkap keluh kepala desa Pangkah Helmi Syafrudin, kepada Kasi Intel Kejaksaan Kabupaten Pekalongan Slamet H di sela acara sosialisasi tersebut. (benarkah hal itu masih diperlakukan oleh wartawan ? Dan bila itu masih ada wartawan yang mana ? Red.)

“Untuk pembangunan infrastruktur kami tidak melarang namun hendaknya di sesuai dengan kebutuhan desa dan harus pintar berinovasi.
Namun jangan di gunakan untuk politis supaya bisa di pilih lagi,” Tegas Kasi Intel Kejaksaan Kabupaten Pekalongan Slamet Haryadi.

“Untuk adanya wartawan yang meminta uang jika ada di APBDES silahkan di kasih namun jika tidak jangan di kasih,” papar Slamet. (Perlu disikapi kode etik jurnalis dengan tidak asal menyebutkan profesi wartawan ) kermit.