Keluarga Korban Dugaan Cabul Ancam Lakukan Hukum Rimba

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara, GC – Sebagai korban dugaan perbuatan cabul. LZA (22) tahun warga Dam Air Lais Desa Kuro Tidur, kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, mengaku sedikit kesal dengan pihak kepolisian.

Pasalnya, hingga saat ini pihak kepolisian Polres Bengkulu Utara belum juga menetapkan ketua Panwascam Arga Makmur berinisial IWN menjadi tersangka atas dugaan perbuatan cabul yang telah dilaporkan oleh korban melalui kuasa hukumnya pada tanggal 7 Agustus 2018 lalu.

Padahal kata LZA, melalui kuasa hukum, korban telah memberikan semua bukti-bukti serta menghadirkan semua para saksi, sesuai apa yang telah disampaikan oleh pihak kepolisian dengannya, ketika ia sedang menjalani pemeriksaan di ruang penyidik beberapa watu yang lalu.

“Sesuai permintaan pihak kepolisian beberapa watu lalu. Sehingga melalui kuasa hukum, kami saat ini mencoba kembali mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi yang ada ”kata LZA dengan media ini, Minggu (16/9/2018) di kediamannya.

Selain itu LZA juga mengatakan, jika melalui langkah-langkah jalur hukum kembali gagal alias tidak tuntas dengan pihak aparat penegak hukum. Maka dalam hal ini, orang tua korban serta keluarganya mengancam akan menuntaskan hal ini dengan caranya sendiri, yakni dengan cara melakukan hukum rimba.

“Kata ayah saya, jika tidak tuntas dengan jalur hukum, maka hal ini akan ia selsaikan dengan cara melakukan hukum rimba saja. Sebab, persoalan ini sudah menyangkut masalah harga diri,”terang  LZA.

LZA juga menjelaskan, dirinya berkeyakinan, bahwa pihak kepolisian polres Bengkulu Utara akan menuntaskan perkara tersebut secara profesional dan obyektif.

“Saya berharap pihak kepolisian dapat segera menuntaskannya,”tutup LZA. (Ben)

Latest News

Rumjab KadisKes BU 2018 Dapat Anggaran Perabot, Berikut Rinciannya

Bengkulu Utara, GC – Anggaran pengadaan perlengkapan Rumah Jabatan (Rumjab) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Bengkulu Utara...

Pertarungan melawan ‘Berita HOAX’ di Indonesia

Indonesia benar-benar gagap, berada ditengah perkembangan dunia tehnologi saat ini. Media sosial dan berbagai sistem, yang memungkinkan informasi menyebar dan disebar, sepertinya...

Ada banyak jenis kanibalisme, selain orang makan orang

Mungkin Anda sedikit gugup atau hanya sekedar kebiasaan, lalu mengigit kuku. Meskipun ini mungkin tampak seperti tindakan yang tidak berbahaya, itu bisa...

Menyibak rahasia konspirasi hening pembunuhan massal Indonesia [PKI]

Pengantar - Tidak ada yang benar-benar tahu, kecuali mereka pelaku sejarah. Namun, pernah tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tentang pembantaian...

Lahan Pulau Dua Enggano Diduga Dijual Oknum Secara Ilegal

Bengkulu, GC - Terkait soal dugaan lahan pulau dua yang dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab secara ilegal. Kapala Dinas Kelautan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -