Kapolsekta Tirto Di Tuntut Mundur

Kapolsekta Tirto di tuntut mundur

0
859
Foto Warga Geruduk Mapolresta Pekalongan ( HL Doc )

Buntut dari penggerebekan perjudian  salah satu penjudi, karena ketakutan lari nyebur ke kali hingga akhirnya tewas tenggelam. Kapolsekta Tirto di tuntut mundur dari jabatannya oleh warga Dadirejo Tirto.

 

Kota Pekalongan  – Penggerebekan perjudian yang berbuntut naas dengan tewasnya salah satu pelaku perjudian,Mapolresta Pekalongan Selasa siang (24/11) di geruduk ratusan warga Dadirejo, Kecamatan Tirto.

 

Demo yang sempat diwarnai kericuhan itu massa yang memenuhi halaman Mapolresta Pekalongan, mereka menuntut Kapolsekta Tirto mundur dari jabatannya.

Tidak hanya Kapolseknya saja, massa pendemo menuntut anggota yang terkait penggerebekan juga mundur atau ditarik penugasannya dari Polsek Tirto.

Kronologis- Pada Senin malam warga geger adanya penemuan mayat di sungai Sengkarang, setelah diketahui ternya korban adalah salah satu dari pemain perjudian yang melarikan diri karena ketakutan ada penggerebekan dari Polisi.

Menurut keterangan saat itu Jumat (20/11) anggota Polsekta Tirto melakukan penggerebekan perjudian di Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto. Mengetahui ada penggerebekan para penjudi kalang kabut ketakutan, dan mereka sempat saling dorong mendorong dan sempat melarikan diri.

Salah satu dari pelaku perjudian (korban ) oleh karena ketakutan nyebur ke sungai. Dan korban ditemukan warga pada Senin malam jasadnya terapung di sungai.

Keluarga korban yang juga didampingi Kepala Desa, beruhasa menemui Kapolresta untuk melakukan tuntutan dan pertanggung jawaban atas kejadian tersebut.

Kapolresta Pekalongan, AKBP Lutfie Sulistiawan, dalam pertemuan dengan pihak keluarga korban yang di dampingi Kepala Desa, menanggapi dengak baik.

Sesuai kesepakatan bahwa pihak kepolisian akan menanggung seluruh beban biaya pemakaman dan selamatan almarhum selama tujuh hari. Dan pihaknya akan melakukan ppemeriksaan terhadap anggotanya yang terlibat dalam penggerebekan perjudian saat itu.

Meski sudah ada kesepakatan kendati warga dan istri korban yang kini sedang  hamil tua.Atas nama kepolisian Kapolres memerintahkan kepada Kapolsek dan anggotanya untuk melakukan permintaan maaf kepada pihak keluarga korban, juga masyarakat.

Sebagai catatan bahwa tindakan penggerebekan perjudian yang di lakukan oleh pihak aparat Polisi, sudah pernah terjadi dua kali memakan korban meninggal dunia.

Tuntutan warga, apabila atas peristiwa ini pihak kepolisian tidak bisa memenuhi tuntutan mundurnya Kapolsekta Tirto serta anggotanya yang terlibat penggerebekan, warga mengancam akan kembali mendatangkan massa lebih banyak lagi dan akan merusak Mapolsekta Tirto.

Untuk mengantisipasi dan tidak di inginkan terjadinya insiden terkait ancaman warga, hingga saat ini Mapolsekta Tirto di lakukan penjagaan ketat dengan menurunkan ratusan personil anggota Dalman dan Brimob guna mengantisipasi kemungkinan terjadi hal hal yang tidak di inginkan. (*)