Kades Sengkuang Minta Aparat Hukum Lidik Proyek PUPR

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara, GC – Halimun Nasir, seorang Kepala Desa (kades) Desa Sengkuang, Kecamatan Kerkap, berharap kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan pada Proyek Operasi dan pemeliharaan Jaringan irigasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Utara.

Pasalnya, menurut penjelasan Kades Sengkuang, pada wartawan media ini di kediamannya mengatakan, Proyek yang dikerjakan oleh CV.Fermada Tri Karya dengan dana Rp.4.975.223.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) penugasan tahun anggaran 2017 di air tanjung agung kecamatan Tanjung Agug Palik tersebut diduga telah melakukan penyimpangan lantaran pihak kontraktor saat mengerjakan pekerjaannya selama ini mengambil material di lokasi proyek setempat.

“Kalau saya menilai pihak kontraktor proyek tersebut diduga sudah jelas-jelas melakukan penyimpangan, karena pada saat pihak kontraktor bekerja, mereka mengambil material di lokasi setempat, dan saya punya Videonya, itu pun kalau aparat penegak hukum mau buktinya” ungkap Halimun Nasir, Sabtu (17/2/2018)

Lanjut halimun, warga desa saat ini sangat kecewa dengan pihak kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum, karena hasil pantauan warga desa hingga saat ini sudah habis masa kontraknya tapi pekerjaan masih centang-perenang lantaran kurangnya pengawasan dari pihak dinas yang terkait.

Selain Pekerjaannya Asal Jadi, Kontraktor Tidak Memprioritaskan Tenaga Lokal 

Mirisnya lagi, hingga habisnya masa kotrak pekerjaan, proyek yang menelan dana miliaran rupiah itu, pihak kontraktornya tidak memprioritaskan pekerja buruh lokal atau warga setempat, yang mana mereka selaku pihak kontraktor hanya menggunakan tenaga karja dari orang luar.

Padahal, sebagian besar mata pencaharian warga desa adalah buruh dan petani. Artinya Jika dilihat secara realita, apa yang dicita-citakan masyarakat Bengkulu Utara jauh dari harapan, yang mana saat ini masyarakat setempat hanya menjadi penonton dinegerinya sendiri.

“kami selaku warga desa sangat kecewa adanya proyek ini, selain tanah kami banyak yang longsor, warga desa juga tidak ada yang diajak kerja, bahkan sesuai perjanjiannya kemaren, pihak kontraktor akan memperbaiki lagi tanah warga yang rusak akibat hentakan alat beratnya itu, namun kenyataannya hingga kini janji tinggalah janji,” demikian paparnya.(Ben)

Latest News

Zaman Bupati Mian, Miliaran Anggaran Dinkes 2018 Diduga Syarat KKN

Bengkulu Utara, GC – Zaman kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian. Miliaran anggaran yang bersumber dari APBD tahun...

Apa itu numerologi? Dan apa hubungannya dengan ARC Bali

Numerologi adalah sistem angka untuk mengukur getaran huruf-huruf alfabet, ini dipercaya dapat mengungkap; kepribadian manusia, keinginan, pikiran, tindakan dan pengalaman. Dapat dipahami...

8 Desa Merigi Ujan Mas Minta Perbaikan Jalan, Rudi : 2020 Belum Di Anggarkan

BedahBerita.Co.Id, Ketua Kelompok Tani Genting Surian R Sumantri meminta pihak pemerintah Kabupaten Kepahiang dapat mengabulkan permohonan mereka terkait pembangunan jalan yang di...

Kasus Alkes Rejang Lebong Kembali Ke KPK

BedahBerita.Co.Id, Ishak Burmansyah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PEKAT Rejang Lebong saat Orasi di depan Gedung Merah Putih KPK Jakarta meneriakkan beberapa...

DID, Hutang SMI, Fee, Lahan Dan OTT Dilaporkan FPR Ke KPK Item Indikasi Korupsi

BedahBerita.Co.Id, Hari ini 1 November 2019 sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bengkulu memasukan sejumlah laporan kasus yang tak jelas penyelesaiannya dan indikasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -