Tak Pantas Menyandang Status Ulama, Mari Jihad Melawan MUI

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Akhirnya waktu memberikan petunjuk sedikit demi sedikit, membuka kemunafikan di balik simbol-simbol agama yang tak benar-benar merepresentasikan agama Islam. Fahmi Darmawansyah, Bendahara MUI, ditangkap KPK karena menjadi tersangka kasus suap Bakamla.

Sebagai rakyat Indonesia yang masih waras, saya sangat bersyukur akhirnya KPK berani menangkap bendahara MUI. Ini merupakan pencapaian luar biasa, sebab sebelumnya MUI yang terlibat dalam kasus memberi label halal pada aktifitas penipuan tidak pernah ditindak. PT Golden Traders Indonesia Syariah disebut oleh KH Maruf Amin sudah beroperasi sesuai syariah. Pernyataan inilah yang membuat banyak nasabah mau memberikan dananya pada PT GTIS.

Faktanya GTIS merupakan investasi bodong atau penipuan. Sudah banyak nasabah dirugikan dan menuntut GTIS. Hasilnya direktur GTIS Aziddin ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Namun polisi tidak menindak KH Maruf Amin, padahal beliau juga dilaporkan oleh nasabah. Rakyat Indonesia dipaksa maklum dengan dihentikannya kasus ini, sebab KH Maruf Amin merupakan orang dekat SBY, wantimpres, dan kasus ini terjadi pada eranya SBY.

Masih di tahun yang sama, 2014, pengurus MUI juga dikabarkan menerima uang dari Australia senilai 28,000 dollar atau sekitar 300 juta rupiah. Uang tersebut mereka terima dari Presiden Halal Certification Authority Australia, Mohammed El Mouelhy, untuk biaya perjalanan pengurus MUI selama 7 hari.

Padahal dalam aturannya, MUI menetapkan honor bagi pejabat yang dikirim mensurvei untuk mengaudit lembaga halal di luar negeri besarnya 115 dollar perhari. Dan menurut Amidhan MUI rombongan mereka ke Australia karena diajak kementerian agama, biayanya ditanggung APBN. Artinya MUI menerima double, dari APBN dapat, dari Australia juga dapat. Kemaruk!

Dengan fakta korupsi, menyatakan aktifitas penipuan sudah beroperasi sesuai syariah sampai double amplop Australia dan APBN, semuanya membuat MUI terlihat sangat tidak pantas menjadi representasi ummat Islam. Jadi sangat melecehkan ketika KH Maruf Amin -orang yang menyebut penipuan beroperasi sesuai syariah dan merugikan banyak nasabah- masih menjabat sebagai ketua MUI.

MUI Sumber Masalah

Diakui atau tidak, MUI merupakan biang kerok dari banyak keributan yang terjadi di negeri ini. MUI keluarkan fatwa soal menggunakan aksesoris natal, gara-gara ini FPI bergerak lakukan sosialiasi. FPI seolah merasa memiliki hak untuk mendatangi dan memaksa perusahaan-perusahaan agar mau tanda tangan tidak akan agar tidak mengintimidasi karyawan yang tidak mau gunakan atribut natal.

Aksi FPI sangat mengganggu. Di Sragen contohnya, Polisi sampai membentak FPI agar tidak masuk dan melakukan sweeping ke dalam swalayan. Tapi FPI tetap ngeyel dan memaksa masuk. Sampailah AKBP Cahyo membentak “enggak ada saya bilang! FPI tidak punya kewenangan melakukan razia” baru FPI mau meninggalkan lokasi.

Entah apakah sebenarnya MUI dan FPI ini kerjasama, MUI yang berfatwa FPI yang sosialisasi, yang jelas hal ini sangat-sangat mengganggu kedamaian publik. MUI tidak bisa lepas tangan dengan hanya mengatakan “Tidak boleh ada sweeping-sweeping. Itu kita serahkan kepada pemerintah untuk mengeksekusinya.” Ini kan ulah MUI? Gara-gara MUI lah FPI bergerak. Kalau tak ada fatwa MUI, maka FPI tak akan bikin onar.

Hal ini juga sudah terjadi sebelumnya pada aksi 411 dan 212, FPI bergerak membuat aksi-aksi penuh ancaman dan provokasi karena alasan fatwa MUI. Inilah kenapa FPI membentuk Gerakan Pengawal Fatwa MUI, kemudian sebagian mereka menyerukan jihad dan siap mati. Setelah kekisruhan terjadi, barulah MUI mengatakan tidak mengijinkan pendemo untuk menggunakan simbol-simbol MUI, maksudnya tidak boleh mengatasnamakan MUI.

Pernyataan tidak boleh sweeping dan tidak boleh gunakan simbol MUI ini merupakan pernyataan dari orang yang sama, KH Maruf Amin, orang yang dulu menyebut aktifitas penipuan GTIS beroperasi sesuai syariah. Jadi MUI memang biang kerok, sumber masalah. Gara-gara MUI lah banyak nasabah jadi korban penipuan GTIS. Gara-gara MUI lah FPI memiliki alasan untuk melakukan sweeping. Dan gara-gara MUI lah terbentuk GNPF dan mengancam akan melakukan kudeta, pembunuhan serta menduduki istana, seolah mereka sedang benar-benar membela agama Islam.

Orang yang tak tau apa-apa soal kasus Ahok, bisa begitu militan dan lantang berteriak karena mereka tau MUI sudah keluarkan fatwa. Fatwa yang mereka yakini sudah benar, sebab MUI merupakan kumpulan ulama, jadi mereka tak berpikir dan menyelidiki lagi.

Orang yang tak tau apa-apa soal GTIS, bisa begitu percaya dan menyerahkan dananya karena MUI sudah menyatakan bahwa GTIS beroperasi sesuai syariah Islam. Padahal nyatanya masyarakat ditipu.

Lalu FPI menggunakan kacamata kudanya untuk melakukan sosialisasi, sweeping dan perdebatan dengan Polisi karena ingin menegakkan syariah Islam berdasarkan fatwa MUI.

Saya pikir sudah cukup MUI mengeluarkan fatwa-fatwa. Cukup! Fatwa mereka hanya menimbulkan keributan dan menjadi kacamata kuda bagi kalangan fanatik, dijadikan alasan dan legitimasi. Negeri ini lebih asyik kalau tanpa MUI dengan segala fatwanya.

Mari berjihad memberantas MUI. Bubarkan! Jangan sampai ada nasabah yang ditipu lagi hanya karena MUI mengatakan sudah beroperasi sesuai syariah. Jangan ada lagi sweeping karena alasan ingin menegakkan fatwa MUI. Cukup! MUI itu hanyalah sekelompok orang biasa dan bukan ulama.

Fatwanya bukan sebuah hukum yang harus ditaati. Kita tidak otomatis dinyatakan melanggar hukum jika tak mengikuti fatwa MUI. Kita juga tidak otomatis berdosa dan masuk neraka jika tak mengikuti fatwa MUI. Jadi untuk apa berfatwa kalau tak ada kewajiban untuk ditaati? Ini kan seperti pacaran tapi tak ada keharusan untuk menikahi? Untuk apa? Atau seperti cokelat di atas satu porsi nasi Padang, lebih baik tidak ada. Mengganggu.

Untuk itu, atas nama masyarakat Indonesia yang menginginkan negeri ini tetap asyik, tentram dan damai, saya berharap MUI segera diberantas, bubarkan! Fatwa mereka tidak ada gunanya dan hanya menimbulkan gesekan-gesekan. Jadi, supaya negeri ini tetap damai, maka kita harus berjihad melawan MUI. Berantas! Allahuakbar…..!!

MUI juga tak pantas menyandang status ulama. Bagaimana mungkin ulama masih korupsi? Bagaimana bisa ulama menerima amplop double? Sudahlah, MUI jangan berani mengaku sebagai kumpulan ulama. Sebab dalam Islam, tidak ada teori dan sejarahnya ulama melakukan korupsi dan doyan uang. Tidak ada! Kalau MUI ini tidak kita lawan, tidak kita berantas, sebagai muslim saya sangat khawatir ini akan menjadi sejarah bahwa ulama hanyalah manusia tamak, koruptif dan sumber masalah.

Selamatkan Indonesia, selamatkan Islam. Merdeka….!!

Begitulah kura-kura.

#Alifurrahman

2 KOMENTAR

Latest News

Pertarungan melawan ‘Berita HOAX’ di Indonesia

Indonesia benar-benar gagap, berada ditengah perkembangan dunia tehnologi saat ini. Media sosial dan berbagai sistem, yang memungkinkan...

Ada banyak jenis kanibalisme, selain orang makan orang

Mungkin Anda sedikit gugup atau hanya sekedar kebiasaan, lalu mengigit kuku. Meskipun ini mungkin tampak seperti tindakan yang tidak berbahaya, itu bisa...

Menyibak rahasia konspirasi hening pembunuhan massal Indonesia [PKI]

Pengantar - Tidak ada yang benar-benar tahu, kecuali mereka pelaku sejarah. Namun, pernah tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tentang pembantaian...

Lahan Pulau Dua Enggano Diduga Dijual Oknum Secara Ilegal

Bengkulu, GC - Terkait soal dugaan lahan pulau dua yang dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab secara ilegal. Kapala Dinas Kelautan...

Momen Spektakuler Festival Tabut Bengkulu 2019 Berakhir

Bengkulu, GC - Perayaan Tabut muharam digelar selama 10 hari berturut-turut di Provinsi Bengkulu sejak malam satu suro atau malam satu muharam...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -