Jasman Ancam Usut Kembali Kasus Gratifikasi DAK Pendidikan 34 M

0
1121
Jasman Ancam Usut Kembali Kasus DAK Pendidikan Senilai 34 M

Bengkulu Utara, GC – Karena menjalani hukuman hanya dirinya sendiri. Sebagai eks ASN yang telah dipecat, Jasman, S.Pd mengaku akan mengusut kembali kasus gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2009, senilai Rp.34 Miliar lebih.

Menurut Jasman, pengusutan kembali kasus gratifikasi DAK Pendidikan yang melibatkan 124 kepala sekolah se-kabupaten Bengkulu Utara tersebut. Akan dilakukan jika terkait persoalan dirinya yang telah dipecat dari ASN, tidak mendapatkan kejelasan yang pasti alias menemui jalan buntu.

“Kita lihat saja nanti, kalau tidak ada jalan keluarnya dan saya tetap dipecat, maka saya akan akan membuat laporan dengan pihak aparat penegak hukum, agar diusut kembali kasus gratifikasi yang dialami saya ini,”cetus Jasmas

Lanjutnya, berdasarkan keterangan kepala sekolah SD Negeri  Padang Jaya Salamun S.Pd selaku saksi di pengadilan, sesuai dalam amar putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Sangat jelas sekali Salamun menyatakan bahwa, sebelum pencairan dana DAK Pendidikan tersebut, seluruh kepala sekolah dan kepala UPTD pada waktu itu Melakukan pertemuan di SD 17 Arga Makmur atau SD Model.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh kepala sekolah dan kepala UPTD mendengar arahan yang disampaikan oleh kepala Dinas Pendidikan, Drs. Soewito,M.Pd dan Sekretaris Dinas Pendidikan Dr.Haryadi, S.Pd,MM,M.Si yang saat ini menjabat sebagai Sekda Bengkulu Utara. Arahan itu meminta agar masing-masing kepala sekolah dan kepala UPTD mengumpul uang puluhan juta rupiah. Dengan Alasan untuk dana pengamanan.

“Sebenarnya orang Bengkulu Utara tahu semua kasus ini, cuman tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, kecuali saya yang membuka kerannya. Sedikit saja saya katakan, saya berani mengambil uang yang diberikan 124 kepala sekolah itu karena adanya perintah atasan, siapa atasan saya itu, ya Haryadi lah,”ungkap Jasman. (Ben)

Baca Juga : Jasman Mengaku Terpidana Akibat Gratifikasi, Tapi Dihukum 1 Orang

loading...