Jangan Sampai,Bonus Demografi Jadi Beban

0
330
Bupati Amat Antono bersama Istri ( HL Doc )

 

Untuk menghadapi adanya bonus demografi tahun 2035 mendatang, Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, MSi meminta untuk dipersiapkan dengan baik, karena bila tidak, hal yang akan menjadi kekuatan untuk mensejahterakan masyarakat dan juga akan menjadi kekuatan bangsa dan negara yang luar biasa ini justru akan menjadi ancaman buat bangsa.

 

Kabupaten Pekalongan- Sesuai data statistik, tahun 2035 Indonesia akan mendapat bonus demografi yang artinya penduduk Indonesia usia produktif mencapai angka yang cukup tinggi yaitu sekitar 68%,

Menghadapi hal tersebut Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, MSi meminta untuk dipersiapkan dengan baik, karena bila tidak, hal yang akan menjadi kekuatan untuk mensejahterakan masyarakat dan juga akan menjadi kekuatan bangsa dan negara yang luar biasa ini justru akan menjadi ancaman buat bangsa ini.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan saat membuka acara Penggerakan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Lini lapangan bagi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Kabupaten Pekalongan Selasa siang (24/11)

Oleh karena itu, menurut Bupati, tanpa bekal, bonus demografi justru akan menjadi beban. Demikian juga halnya dengan keluarga yang besar tanpa bekal, akan menjadi beban juga, tetapi dengan anak 2 kita akan lebih mempunyai kemungkinan untuk mendidik mereka dengan lebih baik sehingga masa depan akan lebih terjamin.

“Kita berkewajiban mempersiapkan masa depan anak dengan baik. Ini adalah salah satu hakekat Keluarga Berencana. Semua itu sangat dipengaruhi sumber daya manusia. Pendidikan adalah jembatan masa depan, pendidikan adalah alat untuk memecahkan masalah,”

Lebih lanjut Antono menjelaskan bahwa kita harus mempersiapkan keluarga kita dengan baik, sudah tidak lagi jamannya membicarakan keunggulan komparatif, tetapi keunnggulan kompetitiflah yang diperlukan saat ini.

“Sumber daya alam kita terbatas, yang tidak terbatas adalah kreatifitas dan inovasi. Dan kreatifitas dan inovasi tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah omong kosong.

Oleh karena itu, tanpa bekal pengetahuan dan ketrampilan, kita hanya akan menjadi masa lalu,”
Pada acara yang digelar di Gedung GPU itu, Antono mengatakan bahwa BPD merupakan penerang dan kekuatan bagi masyarakat desa.

Untuk itu tak lupa Bupati mengingatkan para Ketua BPD bahwa program KKBPK itu akan menjadi kekuatan inti bagi negara, karena negara Indonesia terbagi menjadi propinsi, kabupaten/kota, desa/kelurahan dan seterusnya, sehingga tiang utama ada pada keluarga.

Selanjutnya, dalam kegiatan yang diikuti oleh 272 orang Ketua BPD tersebut Bupati melihat bahwa peran para Ketua BPD dan seluruh unsurnya sangat penting. Terbukti dalam rangka menggerakkan KB dan pembangunan, BPD ditempatkan pada posisi yang strategis.

“Ini menunjukkan peran BPD sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat. Oleh karena itu dengan kita menyadari akan peran, kita bisa menempatkan diri apa yang harus kita lakukan, bukan sebaliknya membebani pembangunan itu sendiri,” ujarnya.

Ditambahkan Bupati, saat ini Pemkab. Pekalongan semakin mengedepankan peran masyarakat yang ada di desa, baik itu melalui bantuan keuangan yang merupakan kebijakan Pemerintah Pusat maupun bantuan keuangan desa yang secara bertahap akan lebih ditingkatkan.

“Perlu diketahui juga bahwa dengan dukungan pembiayaan dan kepercayaan peran BPD menuntut sebuah konsekuensi dan kemampuan pengelolaan akan hal tersebut,”

Namun permasalahan yang muncul khususnya dalam pengelolaan dana desa, adalah kesiapan yang ada di lapangan masih terbatas.

“Ini sebuah fakta. Sekali lagi bahwa sumber daya manusia adalah kunci dalam rangka membangun masa depan yang lebih baik. Ini saya sampaikan agar menjadi sebuah perhatian bagi kita semua untuk tidak sekedar melemparkan atau mengomentari dari sisi yang lain, tetapi kita harus bisa berpikir cerdas.”

Sementara itu Kepala BPMPKB Kabupaten Pekalongan Drs. Yoyon Ustar Hidayat, MSi dalam laporannya menyampaikan dengan kegiatan tersebut diharapkan akan memberikan hasil yang memiliki pengaruh besar terhadap pencapaian sasaran Program Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Jawa Tengah pada umumnya dan di Kabupaten Pekalongan pada khususnya. (*)

loading...