Harga Sawit Anjlok, Ini Komentar Ketua GANTI Bengkulu

0
246
Ketua Gerakan Nelayan Tani Bengkulu, Andaru Pranata

Bengkulu Utara,(GC) – Hingga saat ini para petani sawit di Provinsi Bengkulu terus mengeluh lantaran harga jual hasil panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terus mengalmi penurunan. Sehingga Pendapatan tidak seimbang dengan biaya produksi yang telah mereka keluarkan.

Bahkan turunnya harga buah sawit saat ini, akan mengakibatkan setiap pabrik pengolahan sawit memiliki stok bahan baku yang melimpah dan akan berdampak pada harga sawit lokal yang berkepanjangan.

Menyikapi atas persoalan ini, Ketua Gerakan Nelayan Tani Indonesia ( GANTI ) Provinsi Bengkulu, Andaru Pranata dengan media ini, Jum’at ( 6/7/2018 ) di kediamannya mengatakan, beberapa hari yang lalu, selaku Ketua GANTI Bengkulu telah melakukan komunikasi dengan beberapa pihak Pabrik Kelapa sawit (PKS) yang ada di provinsi Bengkulu dan pihak pemerintah daerah setempat.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan pihak Pabrik Kelapa Sawit dan pihak pemerintah, Bahkan, tampaknya pihak pemerintah sudah membaca hal ini akan terjadi. Karena, hampir setiap tahun, sebelum dan sesudah lebaran idulfitri akan terjadi seperti ini lantaran diiringi dengan rotasi panen yang serentak, sehingga akan mengakibatkan over supplay TBS ke pabrik,” terang Andaru Pranata.

Selain itu, Andaru Pranata juga mengatakan, sebelumnya dari GANTI Bengkulu sudah mengingatkan dengan pihak PKS untuk meningkatkan kapasitas pengolahan, lantaran dirinya sudah melihat hal ini mulai terjadi sejak H-10 Hari raya idul Fitri bulan lalu, Yang mana situasi di lokasi pabrik kelapa sawit sudah banyak terlihat mobil angkutan TBS yang mengantri menunggu membongkar muatannya. Bahkan, akibat lamanya menunggu antrian bongkar muatan tersebut, TBS yang berada di dalam mobil truk angkutan akan mengalami busuk dan tidak segar lagi. Bahkan Kondisi seperti ini terus berlanjut hingga sekarang.

“lamanya TBS di dalam mobil menunggu antrian, tentu mengakibatkan TBS yang berada didalam Mobil truk tersebut tidak segar lagi, dan akan mengakibatkan kadar Free Fatti Acit (FFA) sudah melebihi 5 %. Hal itu akan menyulitkan pihak Pabrik menjual CPO nya, meskipun laku tetapi harganya tentu sangat murah,” jelas Andaru.

Lanjut Andaru Pranata, akibat sulitnya pihak Pabrik menjual CPO lantaran banyaknya TBS yang kadar FFA nya tinggi, maka hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap harga beli TBS dengan para petani sawit. Bahkan saat ini, untuk menghindar kekecewaan para petani, sehingga beberapa Pabrik tampaknya telah mengabil langkah sementara untuk tutup alias tidak membeli TBS dengan para petani.

“Maunya dalam waktu dekat ini pihak Pabrik bisa cepat menjual CPO nya, dan dapat beroperasi lagi menerima TBS para petani sawit yang ada di provinsi Bengkulu dengan harga yang cukup lumayan,” kata Andarau.

Sebagai Ketua GANTI Provinsi Bengkulu, Andaru Pranata juga berharap, dengan sering terjadi hal demikian, tampaknya pihak pemerintah daerah setempat perlu untuk mendatangi kembali investor yang akan membuka Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Provinsi Bengkulu. Sebab, untuk saat ini Kelapa Sawit merupakan Komoditi Ekspor andalan Indonesia, maka sudah selayaknya mendapatkan perhatian serius dari pihak pemerintah, Begitu pula dengan petani penghasil Karet. Sedangkan untuk PKS yang sudah beroperasi saat ini, juga harus berupaya dapat meningkatkan kapasitas pengolahannya.

“Kita sangat berharap agar situasi ini secepatnya kembali normal dan tidak berkepanjangan. Kemudian saya juga percaya para petani sawit yang ada di provinsi Bengkulu saat ini bijak dalam menyikapi hal ini, insyaallah petani kita di Bengkulu ini petani yang hebat, makmur dan sejahtera,” demikian Andaru.(Ben)

BPKAD
Benner PUPR Bengkulu Utara copy
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here