Plt Wali Kota Pekalongan, H.M. Saelany Mahcfud “ saya harap kesadaran masyarakat akan penyakit kaki gajah  sehingga mau meminum obat filariasis,”

Kota Pekalongan- Pemerinmtah kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan melaunching gerakan masyarakat minum obat filariasis bersama, Sosialisasi ini dilakukan  dalam rangka menuju bebas penyakit kaki gajah, Jum’at (13/10) di Kecamatan Pekalongan Selatan.

Secara simbolis gerakan minum obat filariasis dilakukan Plt Walikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz, Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Sri Rumininingsih, dan dari Unsur Forkompinda yang selanjutnya diikuti oleh masyarakat sekitar dan peljar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto M.Kes menuturkan salah satu upaya dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut dengan pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis bagi seluruh penduduk Kota Pekalongan sesuai kriteria yang ditetapkan.

Di kataan “ ada tiga kategori yang diberikan sesuai dosis umur, yaitu usia 2-5 tahun (paket 1 berupa puyer), usia 6-14 tahun (Paket 2 berupa tablet), dan usia diatas 14 tahun (paket 3 berupa tablet),” katanya.

Lebih lanjut Slamet Budiyanto menjelaskan jumlah sasaran yang  telah didata untuk minum obat kaki gajah sebanyak 271.220 jiwa. Sedangkan sebagai pelaksana pemberian obat adalah Tenaga Pelaksana Eliminiasi (TPE) sebanyak 1.850 orang yang terdiri dari kader posyandu, tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan dan petugas PTE didampingi petugas puskesmas juga akan keliling dari pintu kepintu untuk memberikan dan menyaksikan warga binaanya minum obat.

POPM filariasis sebelumnya sudah dilaksanakan selama lima tahun berturut-turut dari mulai tahun 2011 sampai dengan 2015. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan RI pada bulan Nopember tahun 2015 lalu, ternyata angka mikro filaria (mf rate) di Kota Pekalongan masih lebih dari 1%, yang berarti dari 100 orang ditemukan lebih dfari 1 orang yang terinfeksi cacing filaria, sehingga Kota Pekalongan dinyatakan belum lulus dan harus mengulang kegiatan POPM Filariasis lagi pada tahun 2017 dan 2018.

“ Kegagalan tersebut salah satunya disebabkan karena masih banyak masyarakat yang enggan untuk minum meskipun sudah diberi obat dengan berbagai alasan,” 

Sementara itu Plt Walikota Pekalongan H.M. Saelany Mahcfudz menambahkan bahwa penyakit kaki gajah sangat membahayakan dan menular olah karenanya masyarakat kota pekalongan diharapkan minum obat filariasis dan selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat lingkunganya agar tidak menjadi sarang nyamuk filaria tersebut.

“ saya harap kesadaran masyarakat akan penyakit kaki gajah timbul sehingga mau meminum obat filariasis,”  tuturnya. (HL)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here