Eks ASN Bengkulu Utara Kembali Somasi Bupati

Must Read

Geisha Jepang ritual menggoda dan kehidupannya

Geisha Jepang...  Oke!!.. Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu tentang ihkwal sosok sensasional ini.

Wanita dayak; pesona kecantikan, mitos dan faktanya

Ada banyak cerita tentang wanita dayak. Baik tentang beragam mitos dan stigma serem yang terlanjur beredar di tengah publik....

Geisha Jepang sensualitas dan kehidupannya

Siapa sich yang tidak tahu atau minimal pernah mendengar tentang wanita-wanita cantik Jepang berbalut kimono ini. Keberadaan Geisha Jepang indentik dengan...

Tari Merak Jawa Barat, Sang Penjantan Tebar Pesona

Sebagian besar masyarakat Indonesia jelas mengenal Tari Merak. Berbalut busana penuh warna, khas, dengan gerakan penuh keceriaan Tari Merak...

Komunitas Spiritual Indonesia, Membangun Spirit di Dunia Maya

Spiritual Indonesia adalah komunitas yang terbentuk secara online. Diawali dari obrolan di forum, milis, yahoo group, hingga akhirnya terbentuk...

Fakta Menarik Tentang Seragam Sekolah Cewek Jepang

Jepang adalah negara yang memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Bukan hanya sekedar kebudayaannya, namun juga aspek lain...

Bengkulu Utara, GC – Eks Aparatur Sipil Negara (ASN) Kaisar Robinson, kembali mengirim surat somasi yang kedua kepada Bupati Kabupaten Bengkulu Utara. Somasi yang kedua ini dikirim lantaran Somasi yang pertama pada tanggal 24 Januari 2019 lalu, belum mendapatkan jawaban.

Dalam keterangan surat Somasi yang kedua menjelaskan, surat somasi ini dikirim menyusul mempertanyakan jawaban surat somasi pertama yang telah diterima dan diagendakan oleh Evanati selaku Staf Bagian Adminitrasi Umum Setda Kabupaten Bengkulu Utara pada tanggal 25 januari 2019 yang lalu.

“Sebenarnya batas waktu saya menerima jawaban somasi yang pertama adalah 7 hari dari tanggal 25 januari 2019 lalu. Namun, sampai sekarang Somasi yang pertama saya belum mendapatkan jawaban dari Bupati,”kata Kaisar Robinson, Kamis (28/2/2019) di kediamannya.

Sementara, berdasarkan UU nomor 30 tahun 2014 tentang Adminitrasi Pemerintahan Pasal 77 Ayat (7) menjelaskan, seorang Pejabat Pemerintahan wajib menetapkan keputusan sesuai dengan permohonan paling lama 5 (lima) hari kerja setelah berakhirnya tenggang waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dalam pasal tersebut.

“Artinya, jika tidak memberikan jawaban terhadap somasi yang saya sampaikan, Sehingga Bupati Ir.H.Mian itu boleh dikatakan sudah melanggar dan melawan hukum,”terang Kaisar Robinson.

Lanjut Kaisar Robinson, seharusnya Bupati selaku kepala daerah dapat menjadi contoh terhadap ketaatan dan kepatuhan kepada hukum. Sehingga yang dilakukannya tidak menimbulkan kegaduhan dan mal administrasi sesuai dengan UU No 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintah.

Berdasarkan hal tersebut, Kaisar Robinson mengatakan, demi kemanusiaan dan hidup Istri serta anaknya yang masih membutuhkan biaya sekolah, biaya hidup. Dirinya berharap agar Bupati Bengkulu Utara, Ir.H.Mian segera membatalkan Surat Keputusan (SK) nomor K.888-01, tentang pemberhentiannya tanpa dengan hormat pada tanggal 31 Desember 2018 lalu.

“Dalam waktu tempo yang singkat, saya berharap SK pemberhentian saya itu dibatalkan dan kembalikan hak-hak saya sebagai ASN. Jika tidak, maka saya akan melakukan upaya hukum secara perdata maupun pidana,”ancamnya.(Ben)

Latest News

Rumjab KadisKes BU 2018 Dapat Anggaran Perabot, Berikut Rinciannya

Bengkulu Utara, GC – Anggaran pengadaan perlengkapan Rumah Jabatan (Rumjab) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Bengkulu Utara...

Pertarungan melawan ‘Berita HOAX’ di Indonesia

Indonesia benar-benar gagap, berada ditengah perkembangan dunia tehnologi saat ini. Media sosial dan berbagai sistem, yang memungkinkan informasi menyebar dan disebar, sepertinya...

Ada banyak jenis kanibalisme, selain orang makan orang

Mungkin Anda sedikit gugup atau hanya sekedar kebiasaan, lalu mengigit kuku. Meskipun ini mungkin tampak seperti tindakan yang tidak berbahaya, itu bisa...

Menyibak rahasia konspirasi hening pembunuhan massal Indonesia [PKI]

Pengantar - Tidak ada yang benar-benar tahu, kecuali mereka pelaku sejarah. Namun, pernah tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tentang pembantaian...

Lahan Pulau Dua Enggano Diduga Dijual Oknum Secara Ilegal

Bengkulu, GC - Terkait soal dugaan lahan pulau dua yang dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab secara ilegal. Kapala Dinas Kelautan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -