Resmikan Pasar Rakyat, Bupati BU Minta Harga Karet Dan Sawit Stabil

0
523

Bengkulu Utara,GC-Menteri Perdagangan yang diwakili Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Republik Indonesi,Oke Nurwan,Dipl,Ing bersama rombongan,Hari ini  Selasa(10/1/2017) datang ke Kabupaten Bengkulu Utara (BU) untuk meresmikan Pasar Rakyat Kota Terpadu Mandiri Lais Giri Mulya Ketahun KTM (Lagita)di Kecamatan Ketahun.

Kedatangan Rombongan Dirjen Perdagangan Ke Bengkulu Utara ini,terlihat disambut langsung oleh Bupati Bengkulu Utara,Ir Mi’an dan wakil nya,Arie Septia Dinata,Ketua DPRD Bengkulu Utara,Aliantor Harap,Kajari Arga Makmur,Dandim 0423-BU,Polres Bengkulu Utara, serta kepala Dinas perdagangan,Ir Siti Qoriah Rosydiana bersama seluruh Kepala SKPD pemerintah kabupaten Bengkulu Utara.

Dalam sambutan Bupati Bengkulu Utara (BU),Ir.Mi’an, menyampaikan kebanggaannya pembangunan Pasar Tradisional KTM Lagita tahap pertama yang telah selesai dengan tepat waktu.Yang mana pasar tersebut selama ini telah lama menjadi idaman masyarakat kabupaten Bengkulu Utara terkhusus masyarakat yang ada di daerah ketahun.

“Saya berharap masyarakat pro aktif  untuk sama-sama menjaga pasar ini,agar kedepan kita tambahkan kembali pembangunannya,” Jelas Mi’an

Bupati Juga menambahkan,di kabupaten Bengkulu Utara terdapat 42 pasar yang sudah di bangun, salah satunya pasar KTM Lagita di kecamatan ketahun dengan harapan dari pemerintah pusat akan tetap melakukan kelanjutan bantuannya untuk pembangunan pasar di daerah ini.

“Perlu saya sampaikan kepada rombongan kementerian perdagangan,agar bisa mengawal Harga karet dan sawit tetap setabil, karena karet dan sawit merupakan tulang punggung masyarakat didaerah ini,” Terang Mi’an.

Sementara,Dirjen PDN,RI Oke Nurwan,Dipl,Ing,menjelas program Revitalisasi Pasar Rakyat merupakan langkah pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan  merupakan nawacita Presiden Republik Indonesia untuk merevitalisasi Pasar Rakyat sebanyak 5000 pasar dalam jangka lima tahun.

“Dengan ini saya sampaikan agar Bupati segera mengajukan proposal,agar dapat segera kami proses,” Ungkap Oke Nirwan.

Selain itu,Oke Nirwan Juga menyampaikan,selain Pasar fisik kementerian perdagangan yang saat  ini dibangunan dengan menggunakan APBN sebesar Rp.4,6 Miliar, nantinya juga akan mendirikan pusat pendidikan pengelola pasar yang tujuannya agar pengelolaan pasar  lebih professional dan baik, dengan standar harga yang ditetapkan secara nasional.

“Kami berkeinginan kepada pemerintah daerah,agar dapat menjaga pasar ini dengan baik secara Fisik maupun pembinaan pengelola dan pedagang secara terus menerus,” Demikian Oke Nirwan.(BEN)