Di Duga Mantan Pejabat Dispora Calon Tersangka Korupsi Pengadaan Alat Olah Raga

0
669

BENGKULU UTARA,GC-Diam-diam rupanya penyidik Kejaksaan Negeri Arga Makmur Bengkulu Utara tengah menangani kasus korupsi bahkan kini pemeriksaan sudah tahap ke penyidikan.

Berdasarkan data yang terhimpun,saat ini sudah ada calon tersangka yang akan di tetapkan oleh pihak kejaksaan dalam waktu dekat ini. Bahkan ada beberapa orang yang disebut-sebut itu ternyata ada juga salah satunya adalah mantan pejabat dinas pemuda dan olah raga.

Penyelidikan di lakukan oleh pihak kejaksaan yang sudah dua bulan belakang ini merupakan terkait dengan alat olah raga dan beberapa kegiatan olah raga di Disporapar tahun 2015 lalu. Dimana tahun itu,Disporapar membelanjakan Dana Rp.600 juta lebih untuk pengadaan alat olah raga tersebut.

Hal ini berawal adanya dugaan pengadaan barang yang piktif dan tidak sesuai dengan standar harga atau yang sering disebut dengan Markup. Sehingga untuk mendalami kasus ini ada beberapa orang PNS di Disporapar sudah berulang kali di panggil oleh pihak kejaksaan guna untuk menjalani pemeriksaan. Saat awak media mempertanyakan hal ini dengan kepala kejaksaan negeri arga makmur,I Gde Ngurah Sriada melalui kasi intel mariyono membenarkan adanya pemeriksaan tersebut namun sangat di sayangkan pihak kejaksaan belum bisa untuk mengungkapkan siapa bakal calon tersangka itu.

Ketika hal ini di pertanyakan kembali dengan Plt.Kepala Dinas Pemuda Dan Olah Raga Bengkulu Utara, M.Abidin,(3/10/2016) di ruang kerjanya, juga membenarkan jika saat ini kasus tersebut sedang di periksa oleh pihak kejaksaan negeri arga makmur tetapi Ia (M.Abidin,Red) tidak tahu persis mengenai perjalanan dana mengenai alat dan sarana olah raga tersebut lantaran dikarenakan dirinya baru 3 bulan menjabat Plt kadisporapar.

“Memang benar kalau ada pemerisaan dari pihak kejakasaan,karena kemaren itu ada surat yang di sampaikan ke kantor ini (Disporapar,Red),namun karena ada naman orang yang di tuju,maka saya sampaikan surat itu kepada tujuannya,dan karena ini saya lihat surat kasus hukum maka saya tidak berani membuka surat tersebut,” Terang Abidin dengan wajah tersenyum.(BEN)